Categories CerpenS Umum

CerpenS #17 Museum Purbakala

Banyak yang bilang kalau kamu itu aneh. Entah sengaja atau apa maksudnya, kamu dibilang seperti makhluk asing sisa-sisa peninggalan jaman prasejarah yang nyeleneh.
Aku sih sebetulnya nggak setuju. Masak iya ciptaan Tuhan sekeren kamu dibilang begitu.
Wong penampilan kamu aja rapi dan wangi. Baju trendi dan potongan rambut ala Korea masa kini. Suwer……Ini asli, bukan basa basi ! Makanya, di mana letak keanehannya…..aku jadi bingung sendiri.

“Hayyoo…..nglamun ya” katamu tiba-tiba. Tentu saja aku kaget, tak tau dari arah mana kamu datangnya. Mataku auto melotot, supaya kamu paham bahwa aku gak suka, karna kamu bikin jantungku hampir copot.

“Mau nggak ikut aku, tapi rahasia. Nanti aja aku jemput jam tiga”, ucapmu lagi dan langsung berlari.

Aku terpana, garuk-garuk kepala. Ini…..apa….? Semacam tawaran, ajakan, atau pemaksaan…..??

Dan benar saja, tepat jam tiga kamu sudah berada di depan mata. Menarik tanganku dan lalu mengajak pergi entah ke mana. Ya sudahlah, aku pura-pura tak berdaya, nurut aja.

Daaan…….ampun !! Aku sudah berada di dalam museum ? Terus….apa maksudnya ? Era millenial gini…..emang masih ada yang betah main di area purbakala ?

“Hei…..” ucapku setengah berteriak meminta penjelasan.
Tapi kamu cuek aja, terlihat tenang, sambil terus mengamati fosil-fosil yang katamu peninggalan jaman non peradaban.

“Ini Meganthropus, yang ini Pithecanthropus. Kalo yang ini Homo Sapiens………” ucapmu santai memperkenalkan. Bukan itu saja, tapi semua fosil yang berada di sana. Kamu bahkan dengan sangat detail, satu persatu menjelaskan……meski aku tak tertarik untuk mendengarkan.

Namun, aku yang awalnya teriak-teriak keheranan, kini mulai menemukan titik terang. Ya, mungkin inilah jawaban, kenapa kamu dibilang makhluk aneh yang nyeleneh. Karna di saat semua orang demam game online, kamu malah asyik bermain dengan benda-benda yang berbeda gen.

“Gimana…..suka kan ?” tanyamu akhirnya.
Aku hanya melengos. Suka dari mana ? Dari hongkong…..batinku.
“Eh…tapi kamu memang unik, kamu anti mainstream. Hebat. Semoga kamu jadi arkeolog”, jawabku akhirnya, asal aja.
“Maksudku bukan itu….” sanggahmu.
“Lalu……” aku penasaran.
“Kamu suka kan, jalan bareng dengan orang yang aneh dan nyeleneh sepertiku ?” tanyamu lagi, yang menurutku hanya iseng mengerjai. Tapi aku tetap terkejut. Hingga mendadak kutatap paras putihmu yang terlihat kiyut.
“Oh….iya….Suka. Sangat suka. Kamu barang langka dan istimewa. Satu-satunya di dunia.

Jadi, kamu harus tetap ada. Sapa tau, seratus tahun lagi kamu berada….. di sana” jawabku sekenanya, sambil celingak-celinguk menunjuk tempat kosong di sebelah Homo Sapiens yang merana. Dan lalu, kami tertawa bersama. Hahahahaha…….

* Dina DM *

Worker, Content Creator, Investor Receh

More From Author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like