Categories CerpenS Umum

CerpenS #28 Di Kotamu (1)

Day 1     04.20 AM

Udara subuh membuatku merasa segar dan  utuh. Bersimpuh…..atas berkah perjalanan panjangku di pekat malam yang tak ada gaduh.

Selamat pagi aku ucapkan pada kotamu yang rapi, juga kamu yang menurutku masih lelap terbuai mimpi. Aku……diam-diam tlah tiba di kotamu, lima menit yang lalu.

Day 2    08.00 AM

Kadang risau dan galau itu berbeda porsi. Namun kali ini, aku benar-benar merasakan keduanya. Tak berani, juga tak punya nyali. Sekedar mengabarimu saja, ternyata berat setengah mati. Hanya sanggup mondar mandir ke kanan dan ke kiri, sambil menenteng Hp yang dari tadi terus berbunyi.

Day 3    07.11 AM

“Hai…..lagi apa….?” sapamu lewat pesan WA seperti biasa.

Kalimat yang rutin aku terima, untuk sekedar tahu, bahwa aku baik-baik saja.

Duh, sungguh aku merasa berdosa. Karna membiarkanmu selalu menyapa, meski sebenarnya aku juga bisa. Tapi untuk kali ini, entah kenapa, aku merasa sangat tak berdaya.

Day 7    11.30 AM

Beberapa hari terlewati dan terasa amat sunyi. Hanya gemericik air kali dan angin sepoi-sepoi, menemaniku senantiasa membunuh sepi. Sesekali memandangi luasnya langit biru kotamu yang indah berseri. Bagai hamparan permadani, yang dihuni oleh sepasang pangeran dan putri. Sungguh sangat berbeda dengan gambaran suasana hatiku, yang mengabu dan tak menentu.

Day 10    12.00 PM

Bercanda denganmu adalah hal biasa. Tapi jadi  berbeda, manakala aku merasa telah berpura-pura. Ya, aku berada di sini….di kotamu, tapi kamu tak tahu. Bagaimana caraku meminta pada hembusan angin untuk mengabarimu, ataukah pada sayap merpati untuk memberitahumu ? Sedangkan hatiku, masih selalu saja ragu.

Day 12    03.25 PM

Kuputuskan untuk mengelilingi kotamu, sejenak keluar dari rutinitas yang menjemukanku. Kota kecil yang menawan, kuberharap sangat ‘kan ada keajaiban. Iya…..siapa tahu aku bisa menemukanmu di salah satu sudut keramaian.

Berputar…….perlahan……sambil terus kuamati setiap rongga-rongga jalan.

Dan…..tidak !! Aku tak melihatmu di sini. Percuma juga aku menghabiskan tenaga untuk mendapatkanmu. Aku salah !! Benar-benar salah !! Karna sejatinya, tempatmu bukanlah pada kebisingan, melainkan dalam keheningan….

Temanmu adalah kesunyian, bukan kesemrawutan. Maka, cukuplah aku mencari jiwamu, bukan ragamu…..

 

Dina DM

Worker, Content Creator, Investor Receh

More From Author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like