Categories CerpenS

CerpenS #9: Bukan Aku

Bukan Aku

Bersama sekian lama bukanlah penentu hati bersatu. Pun juga aku dan kamu. Aku tak tau seperti apa aku bagimu. Bagaimana kedudukanku di matamu. Di sisi sebelah mana aku menempati ruang di hatimu.

Melewati masa sekolah bersama, main bersama, belajar bersama…..tertawa, bercanda….masa-masa indah yang telah terukir dalam sejarah.

Dulu kamu begitu memperhatikanku, selalu menungguku, mencatatkan beberapa tugas di buku pelajaranku. Bahkan kadang rela menemani setiap kegiatanku yang kamu tak setuju. Juga menjemput dan mengantarku, meski harus mencuri-curi waktu.

Iya…..itu dulu. Beberapa tahun yang lalu.

Kini, semua tak lagi sama. Kamupun semakin bertambah dewasa. Dan waktu tlah merubah segalanya.

Kamu tak pernah lagi menyapaku, menanyakan kabarku, apalagi mengunjungiku. Bahkan sekedar membaca pesanku saja tak mau.

Entah ada apa denganmu.

Nggakpapa…..aku hanya bisa menerima. Berusaha ikhlas dan mencoba berlapang dada. Memangnya…..aku harus bagaimana ? Bukankah bahagia bukan hanya tentang bersama…..?

Sebuah undangan warna merah muda kuterima sepuluh menit lalu. Kuteliti, kuamati…..ada gambarmu berdua. Coba kuraba fotomu dari atas hingga ujung kaki, untuk meyakinkanku kalau itu memang kamu. Yaa….. Inilah realita, jawaban atas pertanyaan-pertanyaanku yang selama ini belum ketemu.

Lalu bergeser mataku ke gambar sebelah kirimu. Ada kelu, ada pilu, ada haru, sendu, biru…..karna ternyata gambar itu……bukan aku.

Kugeser sedikit dudukku untuk lebih menyandar ke bahu kursiku. Mencoba menghalau, pedih dan gundah gulananya hatiku.

“Mungkin, inilah saatnya melepaskan. Karna Tuhan mempertemukan aku dan kamu, hanya untuk menciptakan kenangan. Sejatinya, sampai kapanpun, kita tak akan pernah bisa untuk dipersatukan”, hiburku pilu….

* Dina DM *

 

Kamu juga bisa membaca CerpenS #8 (Klik Disini)

Worker, Content Creator, Investor Receh

More From Author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like