Nicanor Quinteros, Bocah Inspiratif

Orang baik di dunia ini ternyata masih bisa kita jumpai . Namun jika kamu merasa susah bertemu orang baik, maka jadilah salah satu orang baik tersebut. Terbukti ada bocah 12 tahun dirikan sekolah untuk anak kurang mampu di San Juan, Argentina.

Mungkin bagi beberapa orang terdengar mustahil atau mungkin anak tersebut bisa saja orang kaya. Kenyataannya bocah 12 tahun tersebut memiliki jiwa sosial yang tinggi sehingga dia mendirikan sekolah untuk anak-anak yang kurang mampu.

Bocah tersebut bernama Nicanor Quinteros. Dia sama seperti anak lelaki seusianya, masih suka bermain dengan teman-temannya. Selama ini Nicanor tinggal bersama neneknya Ramona.

Bocah berusia 12 tahun tersebut mendirikan sebuah sekolah sederhana untuk membantu anak-anak lain mendapatkan pendidikan. Bentuk sekolah yang didirikan Nica tidak tampak mewah. Sekolah tersebut hanya dibuat dari batu bata, dan ukurannya tidak terlalu besar bila dibandingkan dengan sekolah lainnya. Namun dedikasi yang diberikan oleh Nica sangat besar.

Nicanor Quinteros rela mengajar dalam kondisi apapun, dia berharap muridnya bisa selalu mendapat ilmu. Nica mengajar beberapa pelajaran seperti matematika atau bahasa. Bahkan bila murid-muridnya tidak dapat menghadiri kelasnya pada siang hari, Nica membuat kelas malam agar para muridnya tidak ketinggalan pelajaran.

Nica sedang bersama murid – muridnya

Ada sekitar 36 siswa yang memiliki umur lebih muda dari Nica, beberapa diantaranya ada yang masih taman kanak-kanan. Namun ada juga beberapa orang yang lebih tua dari Nica pun terlihat ikut belajar.

Ide inspiratifnya bermula ketika Nicanor Quinteros berusia 9 tahun. Dia bertanya kepada neneknya apakah dia bisa membangun sekolah di sebelah rumah mereka. Alasannya karena beberapa anak di lingkungannya tidak bisa bersekolah. Mereka tidak punya uang untuk membayar transportasi, tidak memiliki sepatu, dan beberapa lainnya tuna wisma.

Mendengar ucapan cucunya, Ramona, nenek Nicanor dengan senang hati menyetujui gagasan itu dan bersama-sama mereka mulai mengubahnya menjadi kenyataan. Di halaman belakang rumahnya, di “Las Piedritas” San Juan, Argentina, Nica dan neneknya membangun sebuah sekolah bernama “Patria y Unidad”.

Mereka menggunakan kanvas dan tongkat untuk membuat ruang kelas, kotak buah sebagai kursi, dan mendaur ulang kertas lembaran menjadi buku. Hal tersebut dilakukan agar siswa dapat menulis dan belajar dengan baik. Sejak ide itu muncul Nica mendapatkan bantuan tetangga dan orang-orang baik. Nicanor telah mampu membangun 2 ruang kelas lagi, loker, papan tulis, perpustakaan kecil, dan bel yang mengingatkan siswa untuk istirahat.

Beberapa guru yang mengajar adalah teman sekelasnya sendiri dan Nicanor bahkan memiliki kantor kepala sekolah sendiri. Anak-anak “Las Piedritas” sangat rajin dan tekun dalam studinya. Mereka selalu mengetuk pintu kepala sekolah sebelum sekolah untuk memberi tahu dia bahwa mereka telah tiba.

Nicanor menjadi inspirasi bagi warga Argentina, bahkan dirinya sendiri berjuang untuk studinya juga. Nicanor harus melakukan perjalanan sejauh  4 kilometer dengan sepeda setiap hari untuk sampai ke sekolahnya. Alasannya, dia ingin menghemat uang sakunya untuk menyediakan teh dan kue kepada murid-muridnya. Karena hal ini, Nicanor dipuji oleh gubernur San Juan. Nicanor Quinteros telah menginspirasi banyak orang, tidak hanya di Argentina, tetapi di seluruh dunia.