Hai hai sobat plantania…Jumpa lagi ya..Semoga hari ini kita senantiasa sehat dan berbahagia..

Pernahkah kalian mendengar istilah/nama Jasminum Sambac ?
Mungkin ada yang masih baru pertama kali mendengar ya..
Tapi kalau Bunga Melati…..?
Tentu saja sudah sangat familiar dan tak asing lagi bukan?
Bunga dengan julukan puspa bangsa ini, menjadi simbol nasional negara kita.

Ya, Bunga Melati atau Jasminum Sambac, termasuk bunga yang sederhana tapi penuh pesona. Warna putihnya yang konsisten, melambangkan sebuah kemurnian, kesetiaan dan kesucian. Karena pada seluruh bagian kelopak bunganya tidak menyimpan warna lain selain warna putih. Dalam kondisi apapun, baik terkena panas terik atau hujan badai, warna putihnya takkan pernah luntur. Inilah kenapa melati acapkali dipakai sebagai dekorasi pada pesta pernikahan, juga dijadikan asesoris penampilan bagi kedua pasangan pengantinnya. Tak lain karena nilai kesakralan dari bunga melati yang menjadi simbol kesucian cinta.

Perawatan bunga melati juga tak neko-neko. Walaupun dibiarkan begitu saja, dia akan tetap tumbuh & berbunga. Aroma wanginya yang lembut dan menenangkan, bisa dijadikan terapi relaksasi untuk mengurai ketegangan syaraf & kusutnya fikiran.

Selain itu, melati juga dimanfaatkan dalam industri minyak wangi, kosmetik, parfum, dan sebagai bahan campuran minuman terutama teh. Karena melati termasuk salah satu jenis edible flower/bunga yang bisa dimakan.

Cara menanamnya juga sangat mudah. Cukup dengan stek batang, lalu kita tancapkan ke media tanah, maka dia akan tumbuh dengan sendirinya. Kita pilih batang yang sudah dewasa, lalu potong di antara ruas daunnya. Kurangi helai daunnya untuk mengurangi penguapan, lalu tancapkan ke media tanam penyemaian. Siram secukupnya, tempatkan di lingkungan yang teduh selama proses penanaman ini. Beberapa minggu kemudian akar mulai tumbuh. Tunas baru biasanya muncul setelah kurang lebih empat minggu. Ketika daun sudah mulai banyak, dan muncul bunga-bunga kecil, itu berarti perakaran sudah semakin kuat. Maka saatnya untuk dipindahkan ke media tanam yang lebih besar, supaya melati bisa tumbuh dengan lebih leluasa.

Tips supaya melati rajin berbunga, yakni kita harus rajin melakukan pruning/pemangkasan. Meliputi batang yang sudah tidak produktif, batang yang menjulur terlalu panjang, tangkai sisa bunga yang sudah mekar, dan juga daun-daun yang mulai rusak/kering. Hal ini untuk merangsang tumbuhnya tunas- tunas baru. Selain nantinya daun akan menjadi rimbun, biasanya tunas baru yang muncul juga membawa bakal/calon bunga.

Pemupukan berkala bisa menggunakan NPK mutiara, bisa pupuk kandang, atau pupuk-pupuk lainnya sesuai takaran yang dianjurkan.

Oya, tanaman bunga melati sangat cocok dengan iklim tropis. Oleh karena itu, melati sangat menyukai panas, dan bisa diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Maka penyiramanpun bisa dilakukan setiap pagi dan sore hari atau menyesuaikan dengan kelembaban pada media tanamnya.

Nah sobat plantania,
Itu tadi sharing kita tentang Jasminum Sambac, sang Puspa Bangsa.
Semoga keharumannya terus melekat dan senantiasa abadi dalam diri kita, dan aromanya menebarkan manfaat bagi semuanya.

Bunga melati bunga kamboja
Baunya harum ke mana-mana
Jangan berhenti menanam bunga
Supaya kita hepi dan bahagia


Penulis : Dina DM