Halo sobat pembaca Barisandepan.com apa kabar kalian semua? Insyaallah sehat selalu dan selalu semangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Kali ini saya akan menceritakan kembali cerita mistis, yaitu Hutan Aokigahara.

Aokigahara adalah Hutan yang terletak di sebelah barat laut Gunung Fuji dan 100 kilometer sebelah barat tokyo dengan luas 30 kilometer persegi. hutan yang berada di kaki gunung Fuji ini adalah tempat yang sakral dan tak diijinkan untuk mendokumentasikan apapun yang ada di sana.

Mengapa hutan ini disebut tempat yang sakral? sebab, kebanyakan orang yang ingin mengakhiri dengan memilih menyelesaikan segala masalahnya dengan bunuh diri di hutan ini. Faktanya, pada tahun 2003 ditemukan Mayat sebanyak 105 mayat didalam hutan ini. Sehingga Hutan Tersebut Memiliki Julukan “Jujutsu no mori”atau dikenal dengan hutan bunuh diri. Pada tahun 1961, hutan ini semakin terkenal sejak munculnya novel yang berjudul “Nami no Tou (Tower of Waves)”.

Menurut Profesor antarpologi dari jepang, Karen Nakamura banyak sekali orang yang ingin bunuh diri di hutan tersebut seakan-akan temannya atau orang-orang disekitarnya mendukungnya sehingga dia melakukan hal tersebut. Dan ada juga yang Mengatakan bahwa sering sekali melihat sosok wanita yang tinggal dihutan tersebut.

Menurut laporan Pemerintah Jepang saat itu, lebih dari 100 orang yang bunuh diri yang berasal luar Tokyo, ada 15 kasus bunuh diri per 100.000 populasi yang dipecah menjadi 9 untuk wanita dan 21 untuk pria. Salah satu media berita pernah mewawancarai pria asal tokyo yang nyaris mengakhiri hidupnya nya dihutan tersebut. Pasalnya dia melakukan hal tersebut dikarenakan dia dipecat dan perekonomiannya yang mulai turun.



“Saya dipecat dari pekerjaan dan biaya untuk kehidupan saya sudah mulai menipis, sehingga saya memutuskan untuk mengakhiri hidup saya di hutan tersebut.” Dan dia menanbahkan “ saya waktu itu sudah mencoba untuk memotong pergelangan saya namun luka tersebuk tidak terlalu parah dan akhirnya saya diselamatkan oleh petugas yang berjaga waktu itu”. Ujarnya.

Untuk menuruni potensi bunuh diri, pemilik toko di sekitar hutan juga bersedia sebagai relawan untuk mencegah bunuh diri. Dan dibeberapa wilayah sudah dipasang penanda atau batas besi serta beberapa petugas untuk mengawasi wilayah tersebut.


Namun, dibalik kisah mistis di tempat tersebut. banyak sekali tempat/spot yang bagus untuk dikunjungi. misalnya, Gua Es Narusawa yang sangat bagus untuk dikunjungi ini sudah ada lebih dari 1150 tahun. Pada tahun 1929 gua ini diperbaiki dan dijadikan monumen alam nasional oleh Kementerian Pendidikan Jepang. Untuk mencapai tempat tersebut agak memakan biaya serta menguras banyak enegi loh guys…

Faktanya, perjalanan menuju tempat ini cukup memakan waktu 15 menit di perjalanan serta 55 menit berjalan kaki untuk menuju gua tersebut. saat mau masuk gua tersebut kita harus membayar tiket sebesar 350 Yen atau sekitar Rp 40.000 dan langsung menempuh tangga dengan disambut serangan dingin dari dalam gua yang memiliki temperatur rata-rata 3 hingga 0 derajat Celcius.

Terima kasih banyak yang sudah membaca cerita ini dan saya harap kalian suka dengan cerita ini. Tunggu cerita mistis lainnya di lain hari ya, terimakasih!

Penulis : Arya Ahmad