Categories Pengetahuan Umum

Memahami Pengertian, Jenis, Fungsi, & Penggunaan Materai

Materai, ialah sebuah suatu lembaran kecil yang mempunyai kekuatan hukum  yang cukup mudah ditemukan di toko atau tempat penjual materai  terdekat,  mungkin kalian  sering membutuhkan materai untuk dokumen seperti  pendidikan, pekerjaan, atau bisnis. Keberadaan dan peran  yang sangat penting materai, menjadikan sebagian besar orang sudah familiar dengan barang  untuk yang satu ini.

Akan tetapi, sudahkah kalian  mengerti pengertian dari materai itu sendiri,  apa saja jenis, fungsi atau penggunaan  sebuah materai,  tahu perbedaan materai 3000, 6000, dan 10000? Simak ulasan sebagai berikut ini :

 

Pengertian dan Jenis Materai

Materai adalah suatu alat  bukti bayaran perpajakan kepada negara atas pembuatan sebuah dokumen maupun berkas yang  tertentu, keberadaan materai pada suatu berkas bukan hanya ditempel, melainkan harus ditandatangani di atas materai agar memiliki kekuatan dari segi hukum, bahkan, penggunaan materai sudah tercantum pada Undang Undang Nomor 13 Tahun 1986 yang menyatakan bahwa materai akan dipakai sebagai pajak suatu sebuah  dokumen yang bersifat perdata, misalnya akta notaris maupun pengajuan dokumen di sebuah pengadilan.

Jika mengacu pada sebuah  Undang Undang Nomor 10 Tahun 2020, materai adalah pajak yang dibebankan terhadap sebuah dokumen kertas dan elektronik yang dipakai sebagai keterangan atau sebuah bukti, ada pula asas materai yaitu efisiensi, kesederhanaan, keadilan, kepastian hukum, serta suatu  kemanfaatan.

Pemberlakukan materai pun digunakan demi pengoptimalan sebuah  pendapatan negara demi pembiayaan pembangunan nasional secara mandiri menuju suatu  kesejahteraan, memberi kepastian hukum yang adil, penyesuaian keperluan kepada  masyarakat, serta penyelarasan ketentuan materai dengan ketentuan aturan undang undang yang sangat  diberlakukan.

Jika melirik sejarahnya, materai pada awalnya diberlakukan dengan besaran Rp 500 sampai dengan Rp 1000 (sesuai UU No.13 Tahun 1986),  pemerintahan selanjutnya melanjutkan aturan baru yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2000 pada 20 April 2000 yang menyatakan bahwa harga materai yakni Rp 3000 dan Rp 6000. sampai dengan 10000

ada pula besaran materai Rp 10000 yang dibebankan atas 2 hal yaitu sebagai berikut :

-Pembuatan dokumen sebagai alat untuk keterangan tentang sebuah kejadian yang memiliki sifatnya  perdata.

-Penggunaan dokumen sebagai alat bukti di  sebuah pengadilan.

Tarif tunggal materai Rp 10000 telah berlaku sejak 1 Januari 2021. Di sisi lain, materai Rp 3000 maupun Rp 6000 masih sah  dan berlaku selama masa transisi sampai tanggal 31 Desember 2021.

Hal yang perlu diingat, dalam masa transisi, materai Rp 3000 dan Rp 6000 dapat dipakai dengan minimal nilai Rp 9000. Penggunaan materai itu sendiri yaitu:

-3 lembar materai senilai Rp 3000 pada satu dokumen yang ditempel secara dengan  berdampingan.

-1 lembar materai Rp 3000 dan Rp 6000 pada satu dokumen yang ditempel secara dengan berdampingan.

-2 lembar materai Rp 6000 pada satu dokumen yang ditempel secara dengan  berdampingan.

dengan adanya aturan baru ini pula, dokumen yang perlu menggunakan materai hanya dengan nominal uang di atas Rp 6 juta, sedangkan di bawah Rp 4 juta tidak dibebankan, hal ini demi menyederhanakan dan efektivitas dengan adanya tarif tunggal serta materai elektronik. Fungsi dan Penggunaan Materai

Fungsi dan penggunaan materai untuk sebuah dokumen dengan sifat perdata seperti:

-Surat keterangan, perjanjian, pernyataan, dan lain sebagainya.

-Akta notaris dengan grosse, kutipan, maupun salinan.

-Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah dengan kutipan beserta kutipan.

-Surat berharga dengan nama berbentuk apa saja.

-Dokumen transaksi surat berharga, dengan nama atau berbentuk apa saja.

-Dokumen pelelangan yakni kutipan risalah lelang.

-Dokumen dengan nilai lebih dari Rp 6 juta yang mencantumkan penerima uang, ada pengakuan untuk pelunasan atau perhitungan utang.

-Dokumen lain yang telah diatur dalam Peraturan mengacu pada  Pemerintah.

Selain itu, terdapat pula fungsi dan penggunaan materai untuk  sebuah dokumen yang bukan termasuk objek pajak diantaranya:

Surat yang berkaitan dengan lalu lintas orang maupun barang misalnya surat penyimpanan barang, surat angkutan penumpang dan barang, konosemen bukti pengiriman serta penerimaan barang, surat pengiriman barang untuk dijual atas pengirim, beserta surat lain yang sejenis dan sebagainya.

-Semua bentuk ijazah.

-Tanda terima bayaran gaji, pensiun, tunjangan, maupun pembayaran lain yang terkait hubungan kerja.

-Tanda bukti penerimaan uang negara dari kas negara, kas daerah, maupun lembaga lain sesuai dengan ketentuan aturan per undang-undang.

-Kuitansi dalam semua jenis pajak serta penerimaan yang lain.

-Tanda penerimaan uang dalam kebutuhan internal suatu  sebuah organisasi.

Dokumen yang mencantumkan penyimpanan uang, surat berharga, pembayaran uang simpanan pada bank, koperasi, serta badan lain kepada nasabah.dan lain lain.

-Surat gadai.

-Dokumen sebagai penanda bagian dari keuntungan, bunga, maupun imbalan hasil dari surat berharga dengan nama serta dalam bentuk apapun.

-Dokumen yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia untuk pelaksanaan kebijakan moneter.

Demikian beberpa penjelasan di atas  mengenai pengertian materai, jenis materai Rp 3000, Rp 6000, dan Rp 10000, serta fungsi dan penggunaannya yang terbaru. Semoga dapat bermanfaat serta membantu dan memberi wawasan.

 

More From Author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like