Hallo sobat plantania….
Apa kabar ?
Semoga kita semua dalam keadaan sehat yaa..

Kalian yang hobi berkebun, pecinta tanaman hias, pasti tak akan jauh-jauh dengan yang namanya media tanah. Karena media dasar yang dibutuhkan oleh tanaman adalah tanah. Media tanam berupa tanah ini, ketika sudah tidak subur lagi, tanah menjadi asam, berkurangnya unsur hara & nutrisi, maka sudah tidak layak lagi untuk ditanami.

Biasanya akan banyak cacing, bakteri, patogen, jamur, serangga dan teman-temannya.

Akibatnya, bunga/tanaman yang kita tanam tidak bisa maksimal pertumbuhannya.

Lho…!! Bukankah cacing itu menyuburkan ?

Sobatku, memang betul cacing itu menyuburkan, tapi untuk ukuran tanah yang luas ya…. seperti kebun, pekarangan, dll.
Tapi kalau untuk ukuran media tanam di pot, dengan volume yang terbatas, tentu jumlah cacing yang banyak itu sudah sangat mengganggu tanaman.

Karena mereka akan menggerogoti akar, sehingga pasokan nutrisi ke tanaman jadi terhambat.

Jalan satu-satunya ya pasti kita bongkar. Kemudian kita ganti dengan media tanam baru yang lebih fresh & bernutrisi.

Lantas apa yang kita lakukan dengan media tanam/tanah bekas tersebut ?

Jangan buru-buru dibuang ya sobat…

Karena kali ini kita akan sharing bagaimana mengolah media tanam bekas supaya bisa dimanfaatkan kembali, berdasarkan pengalaman saya..

Jadi gini, kita kumpulkan tanah/media tanam bekas pakai dalam suatu wadah yang memadai. Terus kita jemur langsung di bawah terik sinar matahari selama 3-5 hari. Pada saat penjemuran, jangan lupa sesekali dikorek-korek supaya semua bagian tanah terkena sinar matahari langsung. Hal ini dilakukan untuk mensterilkan tanah dari bakteri & jamur yang merugikan.

Setelah proses penjemuran, sebenarnya boleh saja langsung dicampurkan dengan pupuk kandang dan sekam bakar. Perbandingannya tanah bekas 2, pupuk kandang 1, sekam bakar 2. Lalu aduk rata, kemudian bisa langsung dipergunakan untuk menanam.

Tapi kalau saya pribadi, sebelum saya campurkan dengan pupuk kandang & sekam bakar, terlebih dahulu saya fermentasi dengan menggunakan larutan fungisida/anti jamur.

Caranya, campurkan air secukupnya ( menyesuaikan dengan jumlah tanah bekas yaa ) + fungisida/anti jamur ( saya pakai antracol ) secukupnya, sampai air berwarna putih seperti susu. Siramkan ke tanah bekas yang sudah dijemur tadi hingga basah merata. Kemudian tutup (bila menggunakan wadah) atau ikat (bila menggunakan karung). Diamkan 3-5 hari supaya bakteri dan jamur yang merugikan mati.

Nah, setelah proses fermentasi ini selesai, barulah dicampurkan dengan pupuk kandang & sekam bakar. Dan akhirnya, jadilah media tanam baru yang siap untuk ditanami kembali.



Oke sobat plantania, demikian ya sharing kita kali ini. Silakan saja, mau mencoba cara yang langsung atau yang difermentasi dulu. Sekalian bereksperimen, mana yang lebih bagus buat tanaman kesayangan kita.

Semoga bermanfaat…

Penulis : Dina DM