Categories Pengetahuan Umum

Pengertian kalibrasi: contoh, jenis, tujuan, manfaat, prosedur

Untuk artikel saya kali ini ingin membahas pengertian kalibrasi contoh , jenis, tujuan , manfaat , prosedur , karena ada sebagian banyak masyarakat pada umum belum mengetahui apa itu kalibrasi , karena kalibrasi itu sangat penting bagi setiap perusahaan atau selaku badan  usaha untuk mengetahui asset asset apa yang perlu dikalibrasi ,  mari kiita ulas untuk kalibrasi kali ini , dalam hal  pengukuran, terdapat sebuah istilah yang dinamakan dengan kalibrasi. Kalibrasi itu sendiri  adalah kegiatan yang diperlukan untuk menentukan bahwa nilai yang ditunjukkan alat ukur itu  memang benar., mungkin kata kalibrasi sedikit asing bagi Anda yang tidak banyak bergelut di dunia pengukuran. agar kalian  lebih tahu dan tambah ingin tahu, berikut informasi lengkap mengenai secara detail  kalibrasi. , untuk mengenai kalibrasi kita bahas satu persatu ada 6 point yang paling utama sebagai berikut :

 

1 Apa Itu Kalibrasi

2 Prosedur Kalibrasi

3 Tujuan dan Manfaat Melakukan Kalibrasi

4 Kapan Kalibrasi Dilaksanakan

5 Hasil Kalibrasi

6 Pelayanan Kalibrasi Alat-Alat Kesehatan

Contents

Apa Itu Kalibrasi

Kalibrasi adalah sebuah atau suatu  kegiatan yang dilakukan untuk menentukan kebenaran konvensional dari nilai yang ditunjukkan oleh alat ukur dan bahan ukur tersebut.

Penentuan kebenaran tersebut dilakukan dengan cara untuk membandingkan nilai tersebut dengan standar ukur yang bisa ditelusuri menggunakan standar nasional maupun internasional.

Beberapa peralatan yang digunakan untuk kalibrasi di antaranya adalah stell ruler atau penggaris hingga coordinate measuring machine.
Kalibrasi perlu  sangat dilakukan, mengingat hasil pengukuran yang tidak konsisten dapat berpengaruh pada kualitas  sebuah produk.

Oleh karena itu, industri-industri besar kerap kali melakukan kalibrasi demi menjaga hal nya  kualitas produk dan kepuasan konsumen terhadap perusahaan.

Di Indonesia sendiri , kalibrasi terdiri atas 2 bagian :

  1. Kalibrasi Teknis, yakni kalibrasi alat ukur yang tidak memiliki hubungan secara  langsung dengan perniagaan. Kalibrasi ini dikerjakan oleh laboratorium kalibrasi yang telah diakreditasi KAN.
  2. Kalibrasi Legal,  yaitu yakni kalibrasi alat ukur yang erat kaitannya dengan dunia perdagangan. Kalibrasi ini dikerjakan oleh Direktorat Metrologi Deperindag. dan lain sebagainya.

Prosedur Kalibrasi antara lain :

– Prinsip Dasar

Dalam melakukan kalibrasi, terdapat prinsip-prinsip yang harus kalian  diperhatikan, antara lain:

  • Obyek ukur / unit under test
  • Standar ukur mengacu ke standar kalibrasi internasional atau prosedur yang sudah teruji dan terbukti.
  • Operator/teknisi bersertifikat
  • Lingkungan yang  sangat terkondisikan

– Syarat

Selain prinsip dasar,  dalam melakukan kalibrasi juga harus memenuhi persyaratan berikut ini

  • Standar acuan harus bisa ditelusuri sampai ke standar nasional/internasional ( SNI )
  • Metode yang saat ini  dipakai dalam kalibrasi telah diakui baik secara nasional maupun internasional
  • Personil kalibrasi harus terlatih, dibuktikan dengan sertifikasi dari laboratorium dan terakreditasi
  • Ruangan tempat berlangsungnya kalibrasi harus terkondisikan, mulai dari  cek suhu, tekanan udara, kelembaban, aliran udara, serta kedap terhadap getaran

·  Alat kalibrasi berfungsi dengan baik atau tidak rusak. Tujuan dan Manfaat Melakukan Kalibrasi

Pelaksanaan kalibrasi memiliki tujuan:

  • Untuk menentukan deviasi kebenaran konvensional nilai suatu instrumen atau suatu  bahan ukur
  • Menjamin hasil  dari pengukuran yang telah dilakukan sesuai dengan standar nasional/internasional

Adapun menurut Dirjen Pelayanan Medik Departemen Kesehatan menyebutkan bahwa tujuan umum diadakannya kalibrasi adalah untuk mencapai segala  kondisi layak pakai atau menjamin ketelitian.

Jaminan ketelitian tersebut diharapkan dapat mendukung upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Dengan tujuan-tujuan di atas, diharapkan dalam suatu  proses kalibrasi mendatangkan manfaat, yakni menjaga kondisi instrumen ukur dan bahan ukur agar tetap sesuai dengan spesifikasinya (DNS 1990).

Kapan Kalibrasi Dilaksanakan?

Kegiatan kalibrasi perlu dilaksanakan terhadap beberapa hal, yakni:

  1. Perangkat baru
  2. Perangkat yang harus dikalibrasi setiap waktu tertentu
  3. Perangkat yang harus dikalibrasi dalam periode waktu penggunaan / jam operasi tertentu
  4. Saat perangkat bertumbukan atau mengalami getaran dengan potensi mengubah kalibrasi
  5. Saat hasil pengamatan masih dipertanyakan

Berdasarkan secara  karakteristik dan tujuan pemakaiannya, waktu kalibrasi suatu alat ukur berbeda-beda.

Misalnya, jika dilihat dari segi karakteristiknya, tingginya kualitas metrologis sebanding dengan panjang selang kalibrasinya.

Adapun jika dilihat dari tujuan pemakaiannya, semakin kritis pemakaian dan kecil dampak hasil ukurnya, maka selang kalibrasinya semakin pendek.

Waktu-waktu pelaksanaan kalibrasi dilakukan dengan beberapa cara, seperti:

  • Dinyatakan dalam waktu menurut kalender, contohnya setahun sekali, setengah tahun sekali, dan lain sebagainya.
  • Dinyatakan dalam waktu pemakaiannya, contohnya 1500 jam pakai, 5500 jam pakai, dan lain sebagainya.
  • Kombinasi waktu menurut kalender dan pemakaiannya, contohnya setengah tahun sekali atau 1500 jam pakai.

Hasil Kalibrasi

Saat melakukan kalibrasi akan memperoleh hasil berupa:

  • Nilai obyek ukur
  • Nilai koreksi atau penyimpangan
  • Nilai ketidakpastian pada pengukuran, berupa besaran kesalahan yang mungkin ada dalam kegiatan pengukuran
  • Sifat metrologi lainnya, seperti kurva kalibrasi dan faktor kalibrasi tersebut

Dari hasil di atas nantinya akan dapat diketahui bahwa suatu instrumen atau alat ukur, sistem pengukuran, atau bahan ukur memiliki kesalahan penunjukan.

Adapun suatu alat kesehatan dapat dinyatakan lulus kalibrasi jika tidak terjadi penyimpangan hasil pengukur dengan nilai pada alat kesehatan yang melebihi angka yang diizinkan.

Pelayanan Kalibrasi Alat-Alat Kesehatan

Alat-alat kesehatan yang digunakan dalam dunia medis yang  wajib dilakukan pengujian dan kalibrasi.

Kalibrasi yang dilakukan oleh institusi penguji dilakukan untuk menjamin ketelitian, ketepatan, serta keamanan alat-alat kesehatan tersebut.

Adapun waktu pelaksanaan kalibrasi untuk alat-alat kesehatan telah ditetapkan dalam Permenkes No. 363 / Menkes / per / IV / 1998.

Di dalam aturan tersebut menyebutkan bahwa alat-alat kesehatan wajib diuji atau dilakukan kalibrasi secara berskala, sekurang-kurangnya setahun sekali.

Beberapa peralatan yang digunakan dalam dunia medis harus dilaksanakan kalibrasi, di antaranya:

  • Peralatan yang sudah selesai diinstalasi
  • Peralatan yang masih dalam operasional
  • Peralatan yang sudah selesai perbaikan
  • Peralatan yang sudah habis masa kalibrasi
  • Peralatan yang mengalami kelainan, meski masa kalibrasi belum habis

Untuk alat-alat kesehatan yang rusak tidak bisa dilakukan kalibrasi, syaratnya harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum dilakukan kalibrasi.

  • Hal ini disebabkan adanya aturan bahwa kalibrasi dilakukan untuk alat-alat yang masih dioperasikan atau alat yang masih layak dan  baik.
  • Kalibrasi pada alat-alat kesehatan terdiri dari aspek keluaran yang diperoleh dan aspek keselamatan kerja. Aspek-aspek tersebut dan penilaian kondisi fisik peralatan menjadi penentu kelayakan alat tersebut.
  • Alat ukur yang digunakan dalam kalibrasi alat-alat kesehatan tidak bisa sembarangan, melainkan harus memiliki tingkatan  presisi yang tinggi serta bersertifikat resmi yang belum kadaluwarsa.
  • Pada intinya, kalibrasi adalah kegiatan yang sangat bermanfaat sebagai penguji ketepatan alat ukur untuk menjaga kualitas produk yang lebih baik

Inti nya dengan ada nya pengertian kalibrasi kita atau kalian sudah memahami dalam hal jenis, tujuan, manfaat dan prosedur nya seperti apa, semoga bermanfaat untuk artikel saya kali ini, terima kasih.

 

More From Author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like