Hai….. Jumpa lagi sobat plantania…. apa kabar ? Semoga selalu sehat dan penuh semangat ya!

Kali ini kita akan sharing tipis-tipis, berbagi pengalaman antar sesama pecinta tanaman, tentang apa saja yang berkaitan dengan dunia tanaman (hias). Barangkali ada yang belum tahu, atau mungkin sudah tahu tapi masih ragu-ragu. Semoga dengan tulisan ini nantinya jadi semakin yakin dan lebih mencintai tanaman yang kita miliki. Mari disimak yuuk….



Mengusir cacing, siput dan binatang lain penghuni media tanam.
Cara yang murah dan mujarab adalah dengan mencampurkan air 1 liter + sabun cair pencuci piring (sunlight, mama lemon, dll) sebanyak 1 sendok teh. Aduk rata lalu siramkan ke media tanam. Tak lama kemudian, maka cacing akan berhamburan keluar.
Setelah penyiraman, tidak perlu dilakukan pembilasan. Ini aman, karena sifat sabun yang alkali, sangat sesuai dan bisa meningkatkan kadar pH pada media tanam.


Bagi para pecinta tanaman, terutama tanaman hias, tentu hal yang aneh jika tidak mengetahui nama-nama atau ID tanaman. Nah, ada aplikasi dari Google Play Store yang bisa membantu menemukan ID dari tanaman-tanaman yang ingin kita ketahui. Namanya adalah Lens. Caranya: ketik google.lens bila melalui browser, maka akan muncul, kemudian instal. Cara mengaplikasikannya bisa dengan memfoto langsung obyek tanaman, ataupun memasukkan foto/gambar yang sudah kita simpan di galeri. Selanjutnya muncul pencocokan antara gambar dan nama/IDnya. Meski terkadang masih terjadi kesalahan (biasanya karena jenis yang serupa/mirip), tapi lumayanlah bisa cukup membantu.

 

Menyuburkan kembali media tanam yang sudah asam.

Media tanam yang kurang subur, biasanya ditandai dengan tanaman yang mulai tidak sehat. Salah satu cirinya adalah terjadinya klorosis. Daun menjadi kekuningan, berwarna pucat….cenderung putih dan tidak hijau. Selain itu, tunas baru yang munculpun mengecil, berwarna hitam/mengering. Atau bahkan tunas baru mengalami gagal mekar dan busuk.

Selain dengan cara mengganti media tanam dengan yang baru, ada cara praktis untuk mengatasinya. Yakni cukup taburkan kapur dolomit/kapur pertanian ke atas permukaan media tanam beberapa sendok/secukupnya. Kemudian pada saat melakukan penyiraman, maka dolomit akan meresap dan bereaksi dengan media tanam. Dolomit berfungsi menetralkan pH tanah  dan bisa menyuburkan kembali media tanam.

Pupuk micin.

Salah satu cara menyuburkan tanaman hias dengan mudah dan murah adalah pemberian pupuk micin (sasa, ajinomoto, miwon). Larutkan kurang lebih setengah sendok teh ke dalam 1 liter air. Aduk rata, lalu siramkan pada tanaman hias, masing-masing pot sebanyak kurang lebih 100ml. Jadi, untuk larutan 1 liter bisa disiramkan pada 10 pot.

Lakukan seminggu sekali sebanyak 4 kali saja. Karena pemakaian pupuk micin ini tidak bisa digunakan secara terus menerus. Kalau tanaman sudah terlihat sehat, maka pemakaian sebaiknya dihentikan.

 

Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) alami.

Saat kita melakukan stek batang, kita bisa menggunakan bawang merah, bahan yang murah meriah & ada di rumah, sebagai perangsang alami untuk mempercepat perakaran. Caranya, kupas bawang merah lalu dioles-oleskan ke batang stek selama beberapa saat. Kemudian diamkan sejenak supaya meresap, baru kemudian kita tanam. Bisa juga bawang merah diiris-iris, lalu campurkan dengan sedikit air. Rendam batang stek, baru kemudian ditanam.

 

Oke sobat plantania, itu dulu ya tips & trik edisi kali ini. Next…. semoga bisa hadir lagi dengan tips & trik yang lainnya.

Semoga bermanfaat…

 

Penulis: Dina DM