Haloo semua! Welcome to the thread perdana dari Masde AnimaStory. Hari ini saya akan menceritakan sebuah cerpen tentang kisah si kucing dan si laba-laba, simak terus yaa teman-temanku semua.


Alkisah disebuah rumah kosong di pojokan komplek Mawar, ada seekor kucing berbulu hitam legam yang parasnya terlihat begitu sangar begitu kekar badannya dan sangat besar tubuhnya sehingga membuat kucing – kucing lain yang melihatnya lari ketakutan. Kucing hitam legam ini sangat meyukai jalan – jalan sehingga ia bisa kesana dan kemari. Dia pun terlihat begitu gentle ketika berjalan.

Suatu ketika ia melihat keatas tembok di pojokan rumah, ia melihat ada laba-laba penjaring sedang merajut rumahnya. Rumah laba-laba itu hancur akibat diterpa angin hujan semalam, sehingga ia harus merajut kembali pagi ini. Si kucing pun terheran-heran apa yang sedang dilakukan si laba-laba lalu kemudian ia pun bertanya padanya dengan tatapan yang sinis.


“Hei laba-laba apa yang kau lakukan disitu?” tanya si kucing
“Oh hai kucing, aku sedang merajut rumahku, sebab hujan kemarin malam jadi rusak rumahku dan apa yang sedang kau lakukan cing pagi pagi ini?” jawab si laba-laba
“Ooh jadi yang sedang kau rajut itu rumahmu ya. Hmmm kelihatannya kecil sekali dan mudah rusak rumahmu itu hahaha dengan sekali cakaranku pun pasti rumahmu itu akan hancur” ucap si kucing dengan nada sombong.


Si laba-laba pun tidak terima dengan ucapan si kucing, ia pun membalas perkataan si kucing dengan maksud agar tidak sombong
“Hei jangan asal ngomong kau cing! Rumahku memang terlihat lemah bagimu tapi bagiku ini rumah yang paling kuat sebab nyamuk, kupu-kupu ataupun lalat bisa terjerat disini!” ucap si laba-laba dengan nada tinggi.

“haha cuma itu saja? aku pun bisa tangkap tikus ataupun hewan lainnya dengan mudah tanpa harus bantuan jaring itu hahahaha” jawab kucing
“Sudahlah cing kau pergi saja, kau kan tak punya rumah jadi sebaiknya kau pergi jalan-jalan saja dan nikmati pagi yang indah ini” ucap laba-laba dengan nada menyindir
“Apa barusan kau bilang!” ucap kucing dengan nada marah.

Si kucing pun marah sekali dengan ucapan si laba-laba, si kucing pun berniat untuk melawan si laba-laba dengan meloncat kearah rumah si laba-laba namun si kucing tak sampai karena rumah si laba-laba yang terlalu tinggi dan akhirnya si kucing memprovokasi si laba-laba agar mau berduel dengannya.


“Aha aku ada ide, bagaimana kalau kita bertarung untuk menunjukkan siapa yang paling kuat diantara kita?” tanya kucing dengan nada arogan
“Apa kau yakin? Aku punya racun yang bisa ku sengat ke seekor mangsa dan kemudian ia akan mati dalam beberapa menit” jawab laba-laba dengan bijak
“Ah aku ini kucing kuat dan tak mungkin mati karena hanya karena gigitan racunmu itu hahahaha” ucap kucing dengan nada meremehkan
“Oke kalau begitu” ucap si laba-laba.


Dengan cepat laba-laba terjun kearah tepat di leher kucing dimana si kucing tidak bisa meraih si laba-laba. Tanpa basa-basi lagi si laba-laba pun langsung menggigit si kucing dengan racunnya yang mematikan.


“Ahh sakit sekali, apa yang barusan kau lakukan padaku?” ucap kucing dengan kesakitan
“Aku baru saja menggigitmu dengan racunku hahaha” ucap laba-laba dengan nada puas
Tiba-tiba si kucing menjatuhkan dirinya ke tanah dengan maksud membunuh si laba-laba, namun apa daya gerak laba-laba lebih cepat sehingga laba-laba sudah berhasil kembali keatas tembok dengan melontarkan jaringnya.


“Hahaha rasakan itu cing! rasakan nyeri yang hebat akibat perbuatan sombongmu itu” balas si laba-laba kepada kucing
“Ahh awas saja kau laba-laba! Akan ku balas perbuatan kau nanti” jawab kucing dengan merintih kesakitan
“Ohh tentu aku tunggu” balas lagi si laba-laba dengan santai.


2 menit setelah digigit laba-laba si kucing pun merasakan gejala-gejala aneh seperti mulai merasa pusing, mual, dan berjalan sempoyongan hingga mulai kehilangan kesadaran. Si kucing berusaha keras melawan semua rasa sakit itu dengan cara memakan rumput dan meminum air di sebuah kolam penuh air. Namun nahas, ia sudah tak mampu lagi melawan semua rasa sakitnya dan pada akhirnya ia terjatuh kemudian mati.


Manfaat yang bisa kita petik dari cerita ini adalah jangan sekali-kali kita berbuat sombong terhadap siapapun yang terlihat lebih lemah bagi kita, sebab kita tak tahu persis seperti apa dia. Dan janganlah berbuat sombong meski sedetikpun karena itu akan mencelakai diri kita sendiri.

The End
Penulis : Derrick Rahmadya Muhammad