Penampakan ponsel anyar Mi 8 dari Xiaomi.

Siapa tak kenal salah satu merek ponsel pintar buatan Tiongkok, Xiaomi jawabannya.  Belakangan ini Xiaomi sangat masif penjualannya di Indonesia, hal ini sebanding dengan data dari Statcounter bahwa Xiaomi menempati urutan kedua market share di Indonesia dengan presentase 18,49% satu peringkat di bawah Samsung yang masih merajai pasar Indonesia. Pasar dunia pun tidak kalah impresif, Xiaomi berhasil menempati urutan ketiga di bawah Samsung dan Apple dengan presentase 7,01%.

Hal ini sepertinya menjadi pertimbangan Xiaomi untuk merangsek masuk ke pasar mid-range, tentu saja Xiaomi harus melebarkan sayapnya karena sebelumnya hanya bermain di pasar low-range dan terbukti sukses. Salah satu faktor yang membuat harga ponsel Xiaomi terjangkau menurut hemat penulis adalah minimnya iklan dan CRM (Customer Relationship Management), untuk CRM sendiri sering dikeluhkan bahwa pelayanan after sales belum optimal, kedua hal tersebut mungkin saja dikorbankan demi harga ponsel yang lebih terjangkau.

Pada tahun 2018, Xiaomi resmi merilis ponsel mid-range nya dengan nama Xiaomi Mi 8, ponsel yang dibekali dengan jeroan ngebut seperti chip Snapdragon 845, dipadankan dengan RAM 6 GB, internal storage mulai dari 64 GB, 128 GB hingga 256 GB serta kapasitas baterai sebesar 3.400 mAh.

Dengan spesifikasi di atas, ponsel ini dibanderol dengan harga 5,8 juta Rupiah hingga 7,1 juta Rupiah untuk varian Mi 8, karena terdapat dua varian lagi. Harga tersebut memantapkan Xiaomi untuk masuk ke pasar mid-range karena jarang sekali Xiaomi mengeluarkan ponsel dengan kisaran harga tersebut.