Halooo Nabungholic! Apa kabar kalian semua? Jumpa lagi di artikel awal minggu ini. Bagaimana liburan long weekend kalian? Pastinya mengasyikkan dong! Sembari kita memulai rutinitas senin ini ada kalanya kita merefresh pikiran kita dengan informasi terupdate nih khususnya Pasar Modal Indonesia. Jadi di hari jumat minggu lalu gw membaca berita kalo menjelang akhir tahun ini Bursa Efek Indonesia kebanjiran perusahaan-perusahaan yang ingin IPO. Loh kok bisa? Sebenarnya IPO itu apa? Dan bagaimana mekanisme suatu perusahaan untuk bisa jadi go-public? Mari kita bahas satu-satu!

Dikutip dari CNBC Indonesia yang terbit tanggal 23 Oktober 2020,โ€Bursa Efek Indonesia mencatat masih ada 17 perusahaan yang berencana mencatatkan saham perdana lewat mekanisme penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO), periode November dan Desember 2020. Menurut Direktur penilaian perusahaan, I Gede Nyoman Yetna Setia, sampai dengan tanggal 22 Oktober 2020, BEI telah mencatatkan sebanyak 46 perusahaan tercatat atau emiten baru. โ€œMasih terdapat 17 perusahaan yang berencana akan melakukan pencatatan saham. Penawaran umum diperkirakan aksi IPO-nya akan terjadi di bulan November-Desember 2020,โ€kata Nyoman kepada awak media, Jumat(23/10/2020). BEI merinci, 17 Perusahaan tersebut terdiri dari 6 perusahaan di sektor perdagangan jasa dan investasi, 3 perusahaan di sektor property, real estate, dan konstruksi bangunan. Selanjutnya ada 2 perusahaan dari sektor industry barang consumer, 2 perusahaan masing-masing di sektor aneka industry dan perkebunan, sedangkan 2 perusahaan lainnya dari sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi serta perusahaan di sektor keuangan.

Dari kutipan singkat berita di atas kita bisa melihat bagaimana Pasar Modal Indonesia masih sangat menarik untuk para perusahaan yang ingin melakukan IPO. Walaupun saat ini sedang dalam pandemi covid-19, namun perekonomian Indonesia bisa dikatakan stabil sehingga membuat pasar modal Indonesia berpotensi untuk pulih lebih cepat. Lalu sebenarnya apa itu IPO? Bagaimana mekanisme suatu perusahaan untuk bisa IPO di Bursa Efek Indonesia?

Dikutip dari buku Yuk belajar saham untuk pemula karya investor saham pemula (ISP) Tahun 2017, secara bahasa go public artinya pergi ke masyarakat. Go Public atau sering dikenal dengan sebutan penawaran umum, adalah kegiatan yang dilakukan perusahaan guna menambah kekuatan dalam bentuk jumlah saham kepada masyarakat umum berdasarkan undang-undang pasar modal. Menurut pendapat pribadi gw, perusahaan go public adalah perusahaan yang memberikan penawaran umum yaitu penambahan modal berupa saham yang akan dilepaskan kepada masyarakat. Perusahaan yang go public juga di tuntut untuk transparansi baik dalam segi operational, laporan keuangan, atau hal-hal lainnya yang berkaitan dengan perusahaan. Terus kenapa di saat pandemi ini justru banyak perusahaan yang ingin go public?

Oke, alasan yang pertama itu adalah ekspansi usaha. Ekspansi usaha adalah perusahaan yang ingin meningkatkan kondisi ekonomi di perusahaan tersebut, seperti ingin meningkatkan laba perusahaan dan menambah pangsa pasar di beberapa daerah yang sebelumnya produk tersebut belum pernah sampai ke daerah lain. Caranya adalah dengan ekspansi usaha seperti menambah cabang-cabang, menambah gudang atau pabrik untuk produksi.

Alasan yang kedua tentunya menambah modal. Untuk melakukan ekspansi usaha perusahaan memerlukan modal yang tidak sedikit, maka dari itu banyak perusahaan yang melakukan IPO guna menambah modal dengan menjual beberapa saham kepemilikan perusahaan mereka. Dengan IPO mereka kemungkinan mendapatkan modal untuk membantu mencapai target mereka.

Lalu alasan terakhir adalah Pasar Modal Indonesia yang terus bertumbuh. Dikutip dari CNBC Indonesia yang terbit tanggal 23 Oktober 2020 dengan judul,โ€Jangan Kaget! Selama Pandemi Banyak yang jadi Investor Sahamโ€, Direktur Retail dan Treasury Mandiri Sekuritas, Theodora VN Manik mengatakan, di masa pandemi hampir 95% nasabah ritel melakukan transaksi secara daring. Perseroan juga mencatatkan peningkatan investor baru lebih dari 50% dibanding periode yang sama tahun lalu. Dari kutipan berita tersebut kita dapat mengetahui bahwa dimasa pandemi banyak orang Indonesia yang sadar dan perlu untuk berinvestasi dan menabung, sehingga membuat banyak perusahaan menjadi tertarik untuk melakukan IPO di tahun ini. Lalu syarat apa saja untuk perusahaan agar bisa IPO di bursa Efek?

Untuk yang pertama jelas perusahaan tersebut harus berbadan hukum dalam bentuk PT (Perusahaan Terbatas), lalu yang kedua perusahaan tersebut harus melampirkan laporan keuangan yang sudah di audit oleh auditor yang independen di Kantor Akuntan Publik, yang ketiga harus memiliki dokumen kelengkapan perusahaan seperti Akte perusahaan, NPWP, surat ajuan pemerintah (jika ada), neraca laba rugi, dan proyeksi kinerja. Yang keempat adalah memiliki struktur perusahaan yang jelas, lalu yang kelima adanya underwriter. Underwriter sendiri adalah pihak yang menjamin emisi efek, bisa dibilang sebagai perantara untuk perusahaan agar bisa go public di bursa efek. Setelah itu harus melampirkan kinerja perusahaan. Kinerja perusahaan haruslah baik dalam hal ini finansial perusahaan dalam keadaan sehat dan tidak tersangkut kasus hukum. Dan yang terakhir haruslah memiliki Sertifikasi AMDAL dan Ecolabelling. Sertifikat ini diperlukan untuk perusahaan yang bergerak di sektor pabrik.

Lalu bagaimana proses perusahaan bisa IPO di bursa efek Indonesia? Well, kita bahas di artikel minggu depan ya! Hahaha berhubung prosesnya agak panjang dan perlu dibuat detail namun singkat jadi diperlukan satu artikel khusus untuk membahas proses IPO.

Nah itu tadi pembahasan tentang perusahaan yang berlomba-lomba untuk IPO di Indonesia. Dalam artikel ini juga terselip bagaimana meningkatnya investor retail Indonesia saat pandemi ini. Meningkatnya investor retail ini juga menjadi salah satu alasan perusahaan untuk IPO karena memungkinkan mendapatkan dana lebih untuk modal mereka. Dibalik itu juga perusahaan yang ingin IPO harus memiliki syarat yang cukup banyak dikarenan BEI (Bursa Efek Indonesia) perlu menyeleksi perusahaan yang ingin IPO untuk dilihat laporan keuangan dan lainnya agar menghasilkan perusahaan yang berkualitas untuk masuk di Bursa Efek Indonesia.

Sampai disitu pembahasan kita tentang banyaknya antrian perusahaan yang ingin IPO di Indonesia. Baca juga artikel gw yang lainnya tentang pasar modal Indonesia tentunya hanya di barisandepan.com! gw pamit sampai ketemu di artikel selanjutnya. Tetap pakai masker, Tetap cuci tangan sesering mungkin, da tetap jaga jarak ya! See you!