Menjelang akhir tahun 2020 IHSG mencatatkan kenaikan yang positif di bulan November ini. Posisi IHSG saat ini sampai dengan tanggal 18 November 2020 adalah 5.557.518. Hal ini pun menandakan optimisnya market dalam menyambut tahun 2021. Menyambung di artikel bulan lalu tentang,”17 Perusahaan antri untuk IPO di Bursa Efek Indonesia” , bagaimana proses sebuah perusahaan untuk bisa menjadi IPO dan resmi melantai di bursa efek Indonesia? Let’s talk about this!

Di tahap pertama ada namanya tahap persiapan. Pada tahap ini perusahaan harus menyiapkan semua persyaratan yang diperlukan dalam proses go public ini. Tahap ini juga mengharuskan perusahaan untuk RUPS terlebih dahulu untuk mendiskusikan berapa persen saham yang dilepas ke public. Setelah perusahaan mendapatkan persetujuan dari RUPS dan nilai persen saham yang akan dilepas di publik perusahaan memerlukan bantuan dari beberapa pihak, diantaranya :
Underwriter
Under writer ini bertugas untuk bertanggung jawab menyiapkan segala dokumen yang diperlukan untuk menjadi perusahaan go public.
• Akuntan Publik dan konsultan hukum
Akuntan publik diperlukan sebagai jasa audit dalam laporan keuangan perusahaan tersebut, dikarenakan untuk menjadi perusahaan go public laporan keuangan perusahaan harusnya laporan keuangan yang sudah diaudit. Sementara Konsultan Hukum diperlukan untuk melakukan audit bisnis dalam perusahaan.
• Perusahaan penilai
Nah ini adalah pihak yang akan menilai seberapa besar aset perusahaan, nilai modal dan nilai perusahaan. Hal ini akan langsung tercermin dalam nilai harga saham pertama yang akan IPO.

Setelah tahap pertama selesai, kita menuju ke tahap kedua ya itu tahap pengajuan pendaftaran. Setelah dokumen persyaratan terpenuhi pihak underwriter akan membawa dokumen ke OJK. OJK akan melakukan seleksi dokumen termasuk hasil audit dan info penunjang lainnya. Lampiran seperti perkiraan harga saham dari penjamin emisi juga wajib dilampirkan secara jelas dan transparan.

Lalu di tahap ketiga ada tahap penjualan saham. Eits, pada tahap ini perusahaan belum resmi untuk IPO dan menjualkan sahamnya tapi pada tahap ini perusahaan harus menunggu pernyataan dari OJK. Dalam waktu 38 hari, OJK akan memberikan jawaban pernyataan perusahaan yang mendaftarkan untuk IPO. Jika dinyatakan efektif dan tidak ada koreksi kesalahan atau data yang kurang valid maka saham perusahaan tersebut sudah bisa melakukan penjualan di pasar perdana (IPO). Sampai tahap penjualan perdana atau IPO, perusahaan dinyatakan sebagi perusahaan publik dengan menambahkan kata TBK (Terbuka) pada belakang nama perusahaannya. Di pasar perdana ini, perusahaan hanya memiliki waktu dua sampai tiga hari, selanjutnya perusahaan akan melakukan pengajuan pencatatan di Bursa Efek Indonesia.

Dan ditahap terakhir adalah Pencatatan di Bursa Efek Indonesia. Nah di tahap ini saham perusahaan yang sudah sah untuk IPO akan di tentukan di dua papan. Pertama ada papan Main board. Papan Main board ini terdiri dari perusahaan yang memiliki kapitaliasi pasar yang besar. Lalu yang kedua ada Development Board. Papan untuk perusahaan yang masih berkembang.

Nah itu tadi beberapa proses yang harus di lewatin oleh perusahaan yang ingin IPO. Perlu di ingatkan karena perusahaan tersebut sudah IPO tentunya berita yang menyangkut tentang perusahaan tersebut akan lebih transparan. Baik itu berita positif atau negatif yang akan mempengaruhi pergerakkan harga saham.

Walaupun perusahaan yang IPO sudah melewati proses yang cukup panjang mulai dari OJK hingga pengesahan lainnya, kalian juga perlu bijak dalam melihat fundamental perusahaan tersebut. Jangan sampai kalian menjadi investor latah yang mengikuti arah arus pasar yang sedang booming atau dalam highlight berita. Setelah mendapatkan berita saringlah informasi tersebut dan ambilah keputusan yang bijak untuk arah investasi kalian.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya ya! Tetap pakai masker, tetap jaga jarak, dan tetap cuci tangan sesering mungkin! Keep safe and Healthy! Bye!