(source: muslim.or.id)

Tanpa disadari kita mulai memasuki bulan Rajab, bulan yang memiliki keutamaan. Apabila kita memaksimalkan ibadah kita di bulan ini maka kita akan mendapatkan pahala yang dilipat gandakan, begitupun dengan dosa yang kita lakukan di bulan Rajab ini, juga akan dilipat gandakan.

Namun, apakah ada amalan atau ibadah khusus yang dilakukan di bulan Rajab ini? Mengingat banyak sekali broadcast di whatsapp atau media sosial lainnya yang mengajak satu sama lain untuk berpuasa khusus di bulan Rajab ini.

Dilansir dari laman website Rumaysho.com, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Adapun melakukan puasa khusus di bulan Rajab, maka sebenarnya itu semua berdasarkan hadits yang seluruhnya lemah (dho’if) bahkan  palsu (maudhu’). Para ulama tidaklah pernah menjadikan hadits-hadits ini sebagai sandaran. Bahkan hadits-hadits yang menjelaskan keutamaannya adalah hadits yang maudhu’ (palsu) dan dusta.

Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Hadits yang menunjukkan keutamaan puasa Rajab secara khusus tidaklah shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.” (Latho’if Al Ma’arif, hal. 213). Ibnu Rajab menjelaskan pula, “Sebagian salaf berpuasa pada bulan haram seluruhnya (bukan hanya pada bulan Rajab saja, pen).

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Setiap hadits yang membicarakan puasa Rajab dan shalat pada sebagian malam (seperti shalat setelah Maghrib pada malam-malam pertama bulan Rajab, pen), itu berdasarkan hadits dusta.” (Al Manar Al Munif, hal. 49).

Nah, sekarang kita sudah mengetahui hukum amalan khusus atau ibadah khusus yang diperbincangkan masyarakat di bulan Rajab ini bahwa hadistnya bukan lagi lemah, melainkan palsu.

Apabila kita memiliki kebiasaan ibadah sunnah yang dilakukan setiap harinya, seperti shalat malam atau shalat tahajud, shalat dhuha dan lainnya, maka kerjakan saja seperti biasa, tidak perlu diniatkan khusus sebagai ibadah di bulan Rajab.

Begitupun dengan kebiasaan puasa sunnah, seperti puasa senin-kami, puasa Daud atau puasa tiga hari disetiap bulannya (Ayyamul Bidh) maka lakukanlah seperti biasa saja.