Halo semua para nabungholic! Ketemu lagi kita di edisi mid Week ini hahaha Apa kabar semuanya? Semoga sehat selalu ya. Kalian wajib pakai masker ya untuk keluar rumah dan selalu jaga jarak! Sering-seringlah untuk cuci tangan karena ini penting banget agar kita tidak tertular dengan Covid 19 ini. Oke, edisi mid week gw coba kasih materi yang mungkin agak berat dikit ya hehe setelah beberapa minggu kemarin gw memberikan materi artikel yang lebih ke pengertian dan garis besarnya tentang persahaman. Di artikel ini gw akan mulai memperkenalkan mengenai analisisnya. Yap, kita kenalan dengan analisis Fundamental dan analisis Teknikal.

Kalo kalian yang sudah follow gw di Instagram. Disitu ada postingan tentang analisis Fundamental. Mengenai teknikal gw masih belum begitu paham hehe mungkin baru dasar-dasarnya untuk bisa masuk membeli saham di harga yang murah. Kalo ngomongin Analisis Fundamental dan Analisis Teknikal analisis mana yang lebih penting?

Jadi beberapa waktu ini gw baru membedah membaca buku dari karangan Kak Dimas Raka Prayudha. Pengalamannya ini bener-bener bermanfaat banget. Judul bukunya itu,”Gaya Bokek Nabung Saham ala Mahasiswa”. Buku ini di terbitkan tahun 2019. Kenapa menarik? Karena dia memperlihatkan gaya nabung saham dari kacamata mahasiswa gitu. Yang uangnya terbatas, belum ada penghasilan Cuma penghasilan dari orang tua tapi dia keluar dari zona nyamannya dengan mengikuti kelas pasar modal di bursa efek dan ikut lomba guna mendapatkan uang dari hadiahnya.

Jadi kita balik lagi mana yang lebih penting antara Analisis Fundamental atau Analisis teknikal? Kita dari pengertiannya dulu ya. Analisis fundamental adalah suatu analisis dalam membeli atau menjual saham suatu perusahaan dengan menggunakan indicator ekonomi, keuangan, dan manajemen. Contohnya seperti menganalisis laporan keuangan, kondisi perekonomian suatu Negara, kinerja manajemen, kebijakannnya, dan sebagainya. Masyarakat yang investasi saham menggunakan analisis fundamental disebut dengan investor. Analisis fundamental juga membahas mengenai apakah suatu perusahaan tersebut layak untuk di investasikan atau tidak.

Sebaliknya, analisis teknikal adalah analisis dalam membeli atau menjual saham dengan menggunakan indicator grafik saham. Contohnya adalah menggunakan indicator MA, Stochastic, Bollinger Bands, MACD, dan indikator lainnya. Biasanya, masyarakat yang berinvestasi saham menggunakan analisis teknikal disebut sebagai trader.

Dari pengertiannya aja udah berat banget kan hahaha Kita buat jadi simpelnya aja ya. Analisis fundamental ini sangat perlu apabila kalian ingin menyimpan saham itu dalam jangka waktu yang lama. Karena kita perlu mengetahui kesehatan keuangan perusahaan dari laporan keuangan mereka. Sementara kalo teknikal itu diperlukan untuk mengetahui di harga berapakah kamu bisa masuk dan membeli atau menjual saham yang kamu mau atau yang kamu miliki. Keduanya ini sangat berkaitan erat. Kalo lu tanya gw gimana? Kalo gw menggunakan kedua analisis ini. Fundamental gw gunakan untuk membeli saham dan menyimpannya dalam waktu yang lama. Karena jujur, gw gak ada waktu untuk memperhatikan grafik. Jadi gw lebih suka beli dan ninggalin gitu aja karena gw gak mau repot. Kalo fundamentalnya bagus kemungkinan perusahaan itu akan terus berkembang. Kalo teknikal gw perlukan karena gw memerlukan untuk tau harga murahnya itu di harga berapa? Dan harga termahal untuk gw jual itu di harga berapa. Simpelnya seperti itu.

Lanjut membedah bukunya lagi ya. Kak Dimas lalu merangkum nih perbedaan antara teknikal dan fundamental menurut dia. Yang pertama dari segi prinsip, analisis fundamental memiliki prinsip beli dan tahan (buy and hold), karena memang prioritasnya adalah jangka panjang, diatas satu tahun. Sedangkan analisis teknikal berprinsip beli dan jual (buy and sell), karena prioritasnya adalah jangka pendek, bisa transaksi bulanan, mingguan, harian, bahkan perjam. Nah dari segi prinsipnya kita sudah tau kan perbedaan antara fundamental dan teknikal. Sama seperti yang gw jelaskan sebelumnya. Kalo Fundamental itu buy and hold kalo teknikal buy and sell.

Dari segi resiko, analisis fundamental memiliki tingkat resiko yang rendah. Kenapa? Karena dengan menganalisis kondisi keuangan suatu perusahaan tersebut dengan kondisi keuangannya yang bagus, investor akan jadi tenang dalam berinvestasi. Bahkan, faktanya jika kita berinvestasi saham secara jangka panjang risikonya akan kecil. Berbeda dengan analisis teknikal yang digunakan oleh trader, risikonya sangat besar. Mengapa? Karena fluktuasi harga saham di BEI sangat cepat dan kita menjadi gelisah dalam berinvestasi. Nah kalo kalian tim mana nih? Fundamental atau teknikal? Kalo gw boleh saran lebih baik fundamental karena tidak bikin jantung dak dik duk, tidak bikin naik darah, dan tidak bikin gelisah keringet dingin hahaha

Terus dari segi fokusnya, analisis fundamental berfokus pada kesehatan perusahaan. Sedangkan, analisis teknikal berfokus pada pergerakkan harga saham. Nah kalo kesehatan perusahaan kalian cukup hanya mantau sekali pada saat laporan keuangannya sudah keluar. Kalo analisis teknikal ini karena lebih memperhatikan grafik dan pergerakkan harga maka ini yang sering dibilang kalo lebih menyerupai judi.

Dari segi alat analisisnya, analisis fundamental menggunakan laporan keuangan sebagai acuan utama. Sedangkan analisis teknikal menggunakan harga saham masa lalu untuk menganalisisnya. Jadi yang seperti gw jelaskan sebelumnya kalo Fundamental selalu berpatokan pada laporan keuangan kalo teknikal lebih ke harga saham di masa lalu dan grafik.

Dari segi pemantauan sahamnya, analisis fundamental cenderung pasif dalam memantau saham, karena berfokus pada jangka panjang. Biasanya, investor yang menganut analisis fundamental memantau sahamnya satu tahun 4x, karena terbitnya laporan keuangan kuartalan yaitu bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Sedangkan analisis teknikal cenderung aktif dalam memantau saham, karena berfokus pada jangka pendek. Bahkan, dalam satu menit seorang trader dapat bertransaksi (beli-jual) lebih dari satu kali.

Nah itu beberapa perbedaan serta pengenalan kita dengan analisis fundamental dan analisis teknikal. Jadi kalian aliran mana? Kalo gw karena gw suka membaca laporan keuangan dan selalu kepo mau tau apa yang terjadi dengan perusahaan yang sahamnya gw beli jadi gw lebih ke aliran fundamentalist. Karena jujur sampai sekarang gw masih belajar untuk memahami teknikal lagi juga perlu waktu ekstra untuk mantau grafik dan perbedaaanya. Takut jatohnya menjadi haram juga, niatnya untuk nabung semata kok bukan untuk ingin jadi cepat-cepat kaya. Ingat Investasi itu memerlukan waktu. Tidak ada yang namanya instan kecuali Mie instan ya hahaha

Oke cukup sampai disitu aja dulu untuk artikel gw di tengah minggu ini. Di minggu depan gw akan mencoba sharing tentang rasio rasio keuangan yang dipakai untuk mengukur fundamental sebuah perusahaan. Jadi siap-siap untuk mencatat ya! Hahaha Terima kasih yang udah baca artikel gw di minggu ini. Tetap mantau barisandepan.com khususnya uploadan artikel gw ya! Hahaha karena gw akan terus memberikan ilmu dan sharing tentang dunia persahaman. Follow instagram gw juga di @getardikautama disitu gw ada postingan bermanfaat! Hehe sampai jumpa! See you on weekend! Stay Safe and stay healthy! Bye!

Baca Juga:  Mulai membuka Rekening Efek