Banyak rumus rasio keuangan, Pengetahuan, dan issue-isuee terkini yang sering kali dijadikan pedoman oleh investor dalam berinvestasi saham. Dalam beberapa buku yang saya baca ada satu teori yang menarik banget untuk di bahas di minggu ini. Masih dari Opa Warren Buffet, beliau biasa membeli saham dengan cara menilai dari Aktiva lancar saat ini. Bagaimana itu? Well, letโ€™s talk bout it!

Percaya atau tidak, pasar saham sering kali menyimpan sebongkah berlian yang menunggu untuk kita temukan. Pasar saham di ibaratkan sebagai sebuah pertambangan yang menyimpan beberapa harta yang berharga. Mulai dari emas, berlian, bahkan ruby sekali pun! Investor sebagai penambang bertugas untuk mencari harta-harta yang tersembunyi yang perlu di gali. Teknik penggalian ini bermacam-macam, mulai dari analisis teknikal, fundamental, issue yang berkembang dan berbagai macam lainnya. Buffet melakukan penambangan dengan cara menilai dari aktiva lancar perusahaan saat ini. Aktiva lancar sendiri adalah kas dan aset lainnya yang diharapkan dapat di konversikan menjadi uang tunai dalam setahun. Aktiva lancar meliputi persediaan, piutang, dan uang tunai.

Buffet mengurangi semua kewajiban, baik jangka panjang maupun jangka pendek dari aktiva lancar ini untuk menghasilkan nilai aktiva bersih saat ini. Dengan menggunakan teknik ini kita dapat menemukan perusahaan yang bernilai kurang dari nilai aktiva bersih saat ini. Lalu bagaimana dengan aset jangka panjangnya? Pendekatan ini mengabaikan nilai aset jangka panjang (jika tidak disebutkan sebagai aset tidak lancar atau aset tetap dalam bisnis tersebut). Aset-aset ini kita nilai dengan nominal nol. Ini adalah penilaian konservatif yang diambil secara ekstrem. Bisa saja aset jangka panjang ini berupa bangunan, kendaraan, tanaman, dan lainnya dengan harga nilai pasar yang signifikan. Namun dengan menggunakan rumus ini aset-aset tersebut diabaikan dan dihitung sebagai nominal Nol.

Dalam buku,โ€The Deals of Warren Buffetโ€ karya Glen Arnold untuk menggunakan rumus ini ada beberapa peringatan yang diterapkan untuk menggunakan rumus tersebut. Diantaranya :

1. Mengurangi persediaan dan piutang.
Mengurangi persediaan dan piutang biasa digunakan untuk membangun margin keamanan untuk penilaian inventaris kita. Contoh sebagai manajer, melalui akuntan perusahaan yang kita minati, mereka akan menyatakan angka tertentu pada tanggal akuntansi untuk nilai bahan baku di gudang, untuk barang setengah jadi di jalur produksi, dan untuk produk yang sudah selesai namun belum dijual ke pelanggan/costumer. Tapi tidak pernah terdengar dari para manajer untuk melihat hal-hal melalui kacamata lain. Kita sebagai investor nilai akan melihat melalui kacamata yang berbeda. Investor akan membangun batas keamanan dengan menolak memberikan nilai berdasarkan hasil terbaik. Contohnya beberapa stok lama mungkin sekarang sudah usang dan tidak bisa dijual dengan harga seperti aslinya. Sebagai orang luar yang mungkin kita tidak bisa mendapatkan akses lebih kita bisa untuk berada di sisi yang โ€œamanโ€, mengurangi nilai persediaan secara keseluruhan dengan mengatakan 33%. Persentase ini menjadi rekomendasi oleh Benjamin Graham.

Prinsip keamanan yang sama berlaku untuk piutang. Dikarenakan mungkin kita sebagai investor kurang mendapatkan akses tentang berapa persentase costumer/pelanggan yang tidak akan membayar atau sering disebut bad debt. Para manajer bisnis mungkin lebih optimis daripada kita dalam menebak proporsi costumer/pelanggan yang tidak membayar. Kalian bisa menggunakan angka piutang yang diturunkan sebesar 20%.


2. Periksa faktor-faktor kualitatif
Selanjutnya adalah menilai karakteristik perusahaan yang akan kita investasikan dengan menilai kualitatif. Penilaian kualitatif sebelumnya sudah saya beritahukan di artikel sebelumnya dengan judul,โ€Mengenal rumus Warren Buffetโ€. Menilai karekteristik perusahaan dapat diandalkan dengan berasumsi bahwa tindakan terbaik dari bisnis tersebut bukanlah likuiditas secara langsung tapi bisa dari :

โ€ข Prospek untuk bisnis
Bagi kalian yang ingin menyimpan saham yang kalian beli selama bertahun-tahun kalian wajib nih untuk melihat prospek bisnis perusahaan tersebut. Operasional bisnis ini akan menawarkan kita keuntungan untuk jangka menengah bahkan jangka panjang. Prospek bisnis bisa kita lihat dari โ€œKEKUATAN LABAโ€. Istilah yang diciptakan oleh Graham. Graham mengatakan bahwa salah satu indikator daya pendapatan masa depan adalah tingkat laba dan deviden lancar yang memuaskan atau tingginya laba dan deviden di masa lalu. Sebagai investor kita harus melakukan pemindaian melampaui data-data yang ada untuk melihat kerentanan terhadap gangguan bisnis di perusahaan yang sahamnya kita beli. Kekuatan laba bukanlah penghasilan saat ini, tetapi asal dari kombinasi pendapatan actual selama periode lima hingga sepuluh tahun kedepan, katakanlah kalian bisa mulai dari 5 tahun terlebih dahulu untuk mengukur prospek bisnis perusahaan yang akan kalian beli sahamnya.

โ€ข Kualitas Manajemen
Untuk kualitas manajemen kalian bisa menilai dari Kompetensi dan Orientasi pemegang saham. Kompetensi ini untuk mengukur pernyataan-pernyataan dari manajemen yang kita periksa dan dibandingkan untuk mengukur kinerja jangka panjangnya. Sementara orientasi pemegang saham kita gunakan untuk menilai sebuah bisnis dengan manajemen yang berintegritas, khususnya yang berkaitan dengan melayani kepentingan pemegang saham.

โ€ข Stabilitas
Stabilitas bisa dibilang sebagai salah satu kunci sebelum kita membeli suatu saham perusahaan. Pertanyaan yang digunakan sebagai tolak ukur stabil tidaknya perusahaan adalah Apakah operasional bisnisnya cukup stabil? Apakah tingkat hutang yang dibawa oleh perusahaan secara signifikan mempengaruhi prospek stabilitasnya? Investor jelas tidak ingin berinvestasi pada perusahaan yang memiliki hutang yang tinggi.

Rumus ini juga suka saya gunakan sebelum membeli saham yang saya inginkan. Biasanya saya mulai menghitung rasio-rasio keuangan yang mendukung untuk mengukur fundamental suatu perusahaan dan mencari info-info atau fakta-fakta yang ada dalam perusahaan dan mendukung minat saya dalam membeli saham tersebut. Sebagai investor tentunya kita tidak ingin menaruh uang kita di sembarang tempat bukan?

Itu tadi beberapa ilmu yang bisa kita serap dari pengalaman Warren Buffet dan gurunya yaitu Benjamin Graham. Memang agak teoritis dan seperti perkuliahan, namun percayalah rumus ini sangat amat berguna dan kalian, dan kalian akan berterima kasih setelah menerapkan rumus ini. Kita jumpa lagi di artikel selanjutnya ya! Tetap pakai masker, Tetap jaga jarak, Tetap cuci tangan sesering mungkin ya! Sampai Jumpa!