Hai….jumpa lagi sobat plantania, apa kabar?Semoga kalian tetap sehat & segar bugar yaa..

Masih dengan tema yang sama seperti sharing saya sebelumnya, yakni monstera adansonii, kali ini kita akan sharing bagaimana cara propagasi/perbanyakan/pembudidayaan tanaman yang satu ini.

Apalagi jika kalian berniat dan berminat untuk memulai bisnis tanaman hias, maka tak ada ruginya jika ingin mencobanya. Karena tak ada kata terlambat untuk memulai sebuah usaha, siapa tau kalian memang berbakat. Yang penting tekun, sabar dan jangan gampang menyerah.

Awal cerita, saya hanya memiliki satu pohon saja (itupun pemberian dari adik ipar saya, hehee). Dan kala itu masih sangat kecil, hanya memiliki beberapa lembar daun yang ukurannya juga minimalis. Mungkin karena kecintaan saya dalam merawat tanaman, akhirnya sekarang sudah berkembang menjadi banyak, menjadi beberapa pot dengan versi yang berbeda-beda.

Sebenarnya hal ini terjadi karena faktor ketidaksengajaan, yakni patah pada bagian batangnya. Tanpa pikir panjang, saat itu asal aja saya tancapkan langsung ke media tanah di pot. Ternyata alhamdulillah hidup subur dan akhirnya tumbuh tunas baru.

Nah, dari sinilah saya mulai bersemangat untuk memperbanyaknya dengan lebih serius dan tidak asal-asalan.

Lantas bagaimana caranya?

1. Dengan cara stek batang.
Ketika tanaman monstera adansonii kita batangnya sudah mulai memanjang & menjulur, maka inilah saatnya kita panen untuk memperbanyaknya.

Jadi gini, karena monstera adansonii ini jenis tanaman merambat & memanjat, maka biasanya di setiap ruas daun, tepatnya di bagian node/titik tumbuhnya, akan ada akar anginnya.

Yang perlu diperhatikan saat melakukan pemotongan, jangan sampai mata pisau mengenai titik nodenya. Karena di bagian inilah nantinya tunas baru akan tumbuh. Kita lakukan pemotongan dengan hati-hati di antara ruas daunnya ya. Jika ingin mendapatkan hasil propagasi yang lebih banyak, maka kita bisa potong per ruas daun dan kemudian kita tanam.

2. Perhatikan akar anginnya.

Jika berwarna putih segar, ini pertanda bahwa akar tersebut muda & aktif. Artinya, kemampuan untuk menyerap makanan sangatlah bagus. Jadi, setelah kita potong batangnya, bisa langsung ditancapkan ke media tanah.

Namun jika akar tersebut berwarna hijau kecoklatan dan pendek, biasanya akar tersebut sudah tua & tidak aktif. Solusinya, kita pakai tehnik “water propagation” terlebih dahulu, supaya merangsang akar aktifnya tumbuh.

Caranya, masukkan batang ke dalam air (bisa air hujan, air mineral, air tetesan ac) hingga nodenya terendam air. Beberapa minggu kemudian akarnya sudah tumbuh banyak, dan siap untuk dipindah ke media tanah.

3. Gunakan media tanam yang porous, supaya air penyiraman tidak ada yang mengendap di media tanam. Kita bisa mencampur sendiri tanah kompos + sekam + pupuk kandang. Perbandingannya 1:2:1

4. Tempatkan di lingkungan yang teduh selama proses propagasi. Jangan terkena sinar matahari langsung dan juga hujan, supaya batangnya tidak membusuk.

5. Pada penyiraman awal, campurkan air dengan vitamin B1 untuk merangsang pertumbuhan akar, juga supaya tanaman tidak mengalami stres.
Atau bisa juga diolesi dengan Rapid root di bagian batang bernode yang akan ditanam.

6. Selanjutnya lakukan penyiraman secukupnya saja, jangan over water. Terlebih jika akar yang tidak aktif yang kita tanam, dikhawatirkan dia belum mampu menyerap nutrisi dari dalam tanah. Maka ketika over water, kemungkinan akar menjadi busuk.

7. Setelah kita melakukan pemotongan/stek batang pada indukan, beberapa minggu kemudian biasanya akan muncul tunas baru di node terdekat dengan tempat kita memotong tadi. Namun terkadang, energi untuk menumbuhkan tunas baru bisa juga berpindah ke titik tumbuh/node di bagian batang yang lain. Jadi jangan kaget, ketika terkadang, tiba-tiba muncul tunas-tunas baru pada satu indukan, tapi bukan di posisi kita memotong. Jumlahnya tergantung berapa kali kita pernah melakukan pemotongan. Bisa jadi satu indukan akan ada tiga tunas.

Kalau ini terjadi, maka biarkan dulu tunas baru tersebut tumbuh & berkembang. Malah yang saya alami, tunas-tunas baru tersebut justru lebih bagus dari indukan aslinya. Daunnya lebih lebar dan lebih panjang. Ini sangat menguntungkan, karena bisa kita jadikan sebagai bibit unggul untuk indukan selanjutnya. Nah, ketika tunas baru tersebut sudah memiliki akar aktif yang panjang, maka bisa dilakukan pemisahan dari indukannya.

Tahap selanjutnya, kita tinggal merawatnya secara rutin dan baik. Jangan terkena panas matahari langsung yang berlebih, jangan over water, dan beri pupuk secara berkala.

Sobat plantania, begitulah cara saya memperbanyak tanaman monstera adansonii. Kalaupun ada beberapa yang mati/gagal, itu sudah biasa. Never give up! Try again!

Jadi, teruslah menanam. Karena hadiah terindah untuk bumi adalah tanaman.

Salam hijau, salam sejuk dan salam damai.

Penulis : Dina DM