Holaaa para nabungholic! Apa kabar kalian semua? Mohon maaf ya untuk weekend kemarin seharusnya gw menerbitkan Analisis teknikal dasar namun belum bisa terpenuhi. Karena masih gw sempurnakan dan gw masih membutuhkan resources yang lebih terpercaya untuk lebih meyakinkan hehe Okee, sebagai gantinya di awal pekan ini gw membuat,”Hal-hal apa aja yang mempengaruhi pasar modal indonesia?” Bukan dari perspektif grafik namun gw mencoba memberi gambaran yang lebih luas yaitu dari makro ekonomi Indonesia. So ada apa aja diantaranya?

Dari pengertiannya dulu nih apa itu makro ekonomi Indonesia? Merujuk dari buku Gaya bokek nabung saham ala mahasiswa yang di tulis kak Dimas Raka Prayudha, Makro ekonomi adalah pembahasan yang membahas ekonomi secara keseluruhan di suatu negara. Berbeda dengan mikro ekonomi yang hanya membahas lingkup perusahaan saja. Terus faktor apa saja yang mempengaruhi Pasar modal Indonesia dari makro ekonomi?

Yang pertama ada Pertumbuhan Ekonomi dalam hal ini Gross Domestic Product (GDP)/Produk domestik bruto. Tidak bisa dipungkiri kalo Pertumbuhan ekonomi ini sangatlah penting dalam pasar modal di suatu negara. Pertumbuhan ekonomi juga merupakah indikator penting sebagai tolak ukur perekonomian suatu negara secara keseluruhan.

Lalu yang kedua ada rasio hutang terhadap PDB. Kalian pasti sering mendengar dimana hutang negara Indonesia selalu naik di setiap tahunnya dan sering menjadi highlight pemberitaan di media. Lalu hutang seperti apa yang dimiliki oleh Indonesia? Rasio hutang terhadap PDB Indonesia meningkat karena adanya keperluan pendanaan untuk membiayai infrastruktur yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah. Kalau hutang tersebut digunakan untuk infrastruktur dan investasi lainnya tentu sangat baik bagi suatu negara untuk jangka panjang. Karena infrastruktur hasilnya tidak bisa langsung kita dapatkan. Namum memerlukan waktu beberapa tahun agar hasilnya bisa dirasakan.

Lanjut yang ketiga ada Inflasi. Nah ini yang lagi sering kita dengar di berita tentang inflasi. Dimana saat pandemi ini inflasi kita cenderung menurun. Dari segi pengertiannya dulu nih apa itu inflasi? Inflasi adalah proses meningkatnya harga secara umum dan terus menerus sehubungan dengan mekanisme pasar yang dipengaruhi banyak faktor, seperti peningkatan konsumsi masyarakat, likuiditas pasar yang berlebihan sehingga memicu konsumsi atau spekulasi, hingga ketidaklancaran distribusi barang. Dari awal tahun 2020 hingga bulan September 2020, Pada bulan Januari inflasi Indonesia diangka 2.68 namun di bulan September menjadi 1.42, Ini menandakan kurang bergairahnya daya beli masyarakat pada saat pandemi ini. Faktor-faktor tersebut diantaranya terjadinya pengurangan dan pemutusan kerja (PHK) di masyarakat sehingga pendapatan masyarakat menjadi turun. Jadi secara garis besar inflasi tidak selamanya buruk bahkan juga diperlukan dalam perekonomian.

Yang keempat ada faktor dari Nilai tukar. Kita tau perekonomian dunia dalam keadaan yang kurang baik. Sebelum adanya pandemi virus corona sudah terlebih dahulu terjadinya perang dagang antara Amerika serikat dan China yang mengakibatkan rupiah melemah terhadap dollar AS. Hal ini wajar adanya dikarenakan Indonesia masih tergolong sebagai negara berkembang.

Yang kelima ini juga sering menjadi highlight di berita-berita ekonomi awal bulan yaitu BI 7-Day repo rate (BI Rate). Sebelumnya kita lebih mengenal dengan nama BI Rate, namun sekarang menjadi BI 7-Day Repo Rate (BI 7-DRR), Sejak 19 Agustus 2016. BI 7-DRR merupakah suku bunga acuan bagi perbankan dalam menentukan tingkat bunganya dan juga untuk menjaga stabilitas negara. Naik turunnya BI 7-DRR ini akan berdampak langsung pada perbankan melalui meningkatnya kuantitas nasabahnya. Terlepas dari sektor perbankan, sektor yang lain pun juga berdampak dikarenakan biaya bunga atas pinjaman kepada bank menjadi berkurang ataupun bertambah.

Dan yang terakhir atau yang keenam ada Foreign Direct Investment (FDI). Foreign Direct Investment adalah investasi langsung dari luar negeri dan menjadi tolak ukur mengenai seberapa menariknya investasi di Indonesia di mata dunia. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya FDI disuatu negara, seperti kondisi perekonomian, kondisi politik, prospek suatu negara, dan lainnya.

Nah itu tadi beberapa faktor yang mempengaruhi pasar modal indonesia dari sisi makro ekonomi. Lebih luas bukan? Ini menandakan perekonomian kita dengan negara lainnya saling terhubung dan saling mempengaruhi. Kita tidak bisa mengandalkan dari negara kita tapi kita juga membutuhkan bantuan perekonomian dari negara lain.

Well, sampai disitu dulu untuk artikel pembuka di minggu ini. Mengenai analisisnya teknikalnya gw akan mencoba membahas secepat mungkin yaa! Untuk yang udah jadi pembaca artikel gw mulai dari awal hingga sampai yang terakhir ini terima kasih dan terima kasih juga untuk viewers positifnya. Mohon maaf yang udah nunggu podcast nabungholic udah lama gak upload sabar ya! Kalian pantau dulu aja artikel yang selalu terbit di website barisandepan.com ini. hehehe 

Jangan lupa untuk respon artikel ini baik itu happy, surprise, atau sad. Gw berharap kalian kasih respon happy dengan artikel ini karena tentunya nambah ilmu buat kalian hehe dan comment juga dibawah bagaimana pendapat kalian tentang makro ekonomi indonesia saat ini? Apa ada pendapat lain? Stay safe buat semua! Stay healthy! Jangan lupa untuk sering cuci tangan, jaga jarak dan selalu gunakan masker! See you on next artikel ya! Bye!

Baca Juga:  Mulai membuka Rekening Efek