(source : vidio.com)

Sudah banyak orang yang mengetahui fenomena body shaming ini. Seakan tidak kenal jera para pelaku body shaming terus saja melakukannya dengan tenang tanpa dosa. Padahal sudah banyak korban yang hingga mengambil jalur hukum untuk membuat para pelakunya jera.

Body shaming adalah sebuah tindakan yang merugikan orang lain secara psikologis. Tindakan ini termasuk kepada kasus bully dengan cara verbal. Mengkritik bentuk tubuh seseorang yang memiliki berat berlebih atau terlalu kurus, terlalu pendek, terlalu tinggi, serta mengkritik bentuk wajah atau warna kulit seseorang dan lain-lainnya termasuk tingkatan body shaming yang akan berdampak buruk bagi orang lain.

Pelaku tindakan body shaming terkadang bukan dari orang luar, bahkan secara tidak sadar keluarga atau orang terdekat pun bisa menjadi pelaku tindakan body shaming. 

(source : www.google.com)

Body shaming sendiri akan berdampak tekanan psikologis pada korbannya. Tidak sedikit mereka yang menjadi korban body shaming menjadi tidak percaya diri dan memiliki ketakutan untuk bersosialisasi dengan orang lain.

Sudah ada pasal hukum yang mengatur mengenai ancaman pidana bagi pelaku body shaming, pelaku di media sosial dapat dijerat dengan pasal 27 ayat 3 (jo), pasal 45 ayat 3 (jo) UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) yang kini menjadi UU No 19 Tahun 2016 dengan ancaman penjara paling lama 4 tahun dan denda paling banyak 750 juta.

Mari galakkan stop body shaming karena akan berdampak buruk bagi orang lain. Karena setiap orang berhak memilih bagaimana ia akan menjadi dirinya sendiri.