Selamat tahun baru 2021 untuk pembaca setia Hot Issue! Tidak terasa Hot Issue sudah sampai di Chapter 10 dan selalu menjadi favorit kalian semua. Di awal tahun 2021 ini, kita akan coba ulas teknologi 5G yang sedang menjadi pusat persaingan sektor telekomunikasi di Indonesia. Apa ya keunggulan dari Teknologi 5G ini? Kenapa menjadi pusat persaingan utama di tahun 2021 khususnya sektor telekomunikasi? So People, Let’s Talk Bout This!

Dikutip dari CNBC Indonesia Rabu 23 Desember 2020,”Saat 5G masuk ke Indonesia akan membuat pengalaman berselancar di dunia maya jauh lebih baik. Salah satunya adalah menonton streaming seperti platform Netflix akan terasa berbeda untuk tiap kualitas gambar.” Mungkin di handset yang kecil enggak terlalu terasa, tetapi kalau kita nonton Netflix di layar lebih lebar terasa antara HD dan bukan HD, bahkan mungkin ada Ultra HD,” kata Director & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, saat Digital Media Update Kesiapan XL Axiata menuju 5G, Rabu (23/12/2020). Dia menambahkan pengalaman bermain gaming pun juga akan meningkat. Saat 5G hadir, gaming online bisa dimainkan tanpa lagging. Selain itu di perangkat Internet of Things (loT), 5G akan mengembangkan lebih baik lagi, menurutnya bisa menghubungkan ribuan hingga jutaan perangkat nantinya. Termasuk device wearable dan mengontrol koneksi dalam skala yang lebih besar. Menurutnya penggunaan 5G juga menjadi jauh lebih hemat energi. Saat ini dia menuturkan jika technologi owner banyak yang mengurangi konsumsi listrik pada perangkatnya. “Artinya mereka menerapkan teknologi yang baru untuk mengurangi power consumption. Di 5G lebih signifikan lagi penurunannya sekitar 90 persen dibandingkan apa yang dimiliki sekarang” ujar Darmayusa.

Dari penjelasan singkat dari teknologi 5G ini memang bisa dibilang sangat menguntungkan khususnya untuk penyedia jaringan internet. Bagi kalian yang langganan Netflix, Disney, HBO, Fox TV dan lainnya tentunya akan dimanjakan sekali dengan tampilan yang lebih HD pada TV atau smartphone kalian. Tidak kalah untuk para Gamers, 5G ini akan memiliki kecepatan yang lebih baik sehingga mengurangi langging atau istilah ngelag saat dalam permainan. 5G ini juga akan mengurangi konsumsi listrik pada smartphone kalian karena adanya penurunan signifikan sebesar 90 persen dari power consumption dari biasanya.

Namun agar Indonesia bisa memiliki internet 5G ada syarat khusus yang harus dimiliki. Dikutip dari CNBC Indonesia Rabu, 23 Desember 2020, Director & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan,”Frekuensi 2,3 GHz merupakan spectrum yang sudah sering digunakan di beberapa Negara untuk 5G. Namun menurutnya harus dilihat lagi dari lebar bandwidth yang disediakan. Paling ideal minimal lebarannya 40 Mhz dengan begitu pengalaman 5Gnya lebih terasa lagi. Kurang dari itu nanti rasanya seperti 4G saja, ideal tapi lear bandwidth-nya harus optimal.” Ungkapnya.

Secara tidak langsung pak Gede menginformasikan bahwa untuk mencapai internet 5G infrastruktur penunjangnya harus lebih di optimalkan. Seperti menara pemancar yang digunakan untuk memaksimalkan pancaran dari frekuensi internet 5G. XL sendiri sebagai salah satu penyedia provider telekomunikasi di Indonesia sudah mengembangkan Voice over LTE atau Volte. Pak Gede juga mengatakan Volte akan bertahan di masa keemasan 5G untuk layanan voice. Di masa depan pihaknya juga akan bekerja sama dengan manufaktur handset yang bisa melakukan Volte. Volte sendiri adalah percakapan atau telepon melalui jaringan data LTE. Dengan Volte, layanan suara menjadi lebih jernih.

Lalu bagaimana dengan upaya Pemerintah untuk mendorong komunikasi Indonesia ke era 5G?

Kembali di kutip dari CNBC Indonesia, Rabu 30 Desember 2020,”Menteri Kominfo, Johnny Plate mengatakan sebagai awalan akan nada beberapa tempat pariwisata, industri dan kota mandiri yang menggunakan jaringan 5G. “Mengawali di beberapa spot pariwisata utama kawasan industri ataupun kota mandiri dari segi ekosistem dinilai telah siap dengan 5G,” kata Johnny, Rabu (30/12/2020). Selain itu Johnny menambahkan persiapan lainnya adalah mengatur spectrum frekuensi yang memadai. Dengan begitu operator seluler memiliki kemampuan dan viabilitas yang lebih matang. “Sehingga bisa memulai deployment 5G coverage, wilayahnya tentu sangat tergantung dengan ekosistem yang bisa mendukung kelayakan investasi,”jelasnya. Pemilihan teknologi juga dianggap penting saat pengadaan 5G nanti. Salah satunya, Johnny mengatakan adalah kecepatan data pada 5G adalah hal penting jadi pemilihan teknologi menjadi sesuatu yang sangat diperhatikan. Persiapan 5G ini juga terlihat karena program Analog Switch off akan dilaksanakan pada 2 November 2022. Program digitalisasi penyiaran tersebut menghemat 112 MHz yang bagian dari spectrum 700 Mhz. Menurut Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo, Ismail, band tersebut akan melayani masyarakat dengan jangkauan lebih luas dibandingkan band frekuensi di atasnya. “Analog Switch Off membuka ruang percepatan 5G di Indonesia dan dapat meningkatkan kualitas layanan broadband mobile atau seluler di tanah air,”Jelas Ismail.

Dari kacamata seorang investor perpindahan dari teknologi dari 4G ke 5G ini bisa dimanfaatkan. Tentunya dengan mulai mengoleksi emiten Telekomunikasi yang sudah go Public. Mari kita lihat pergerakkan emiten Telekomunikasi pertanggal 30 Desember 2020 ini.

Kita mulai dari PT XL Axiata



Secara garis besar XL sudah membat Wave di grafiknya. Untuk jangka pendek trader bisa memperhatikan pergerakkan harga saham XL sambil menunggu harga saham XL yang sebentar lagi akan breakout di harga terdekat adalah Rp 3.000. Untuk saat ini XL Axiata terkena aksi taking profit yang menyebabkan harga sahamnya turun sebesar 4,21% ke harga Rp 2.730.

Lalu yang kedua ada saham TLKM atau Telkom.



Seperti yang sudah dijelaskan pada “The Profile” akhir minggu lalu, saat ini saham TLKM mulai bergerak sidelines. Jadi untuk trader bisa memanfaatkan dengan akumulasi buy dan cut loss bila melewati harga Rp 3.250. Sementara untuk investor jangka panjang ini saatnya kalian membeli saham TLKM. Seperti penjelasan The Profile minggu lalu saham TLKM ini cukup menjanjikan apalagi selain jaringan 5G adapula produk Indihome yang membuat perubahan dari TV Analog ke TV digital.

Dan yang terakhir ada ISAT.



ISAT adalah kode emiten dari Indosat Tbk. ISAT saat ini sedang mendapatkan angin segar akibat adanya proses merger dengan 3. Saham ISAT langsung naik secara signifikan ke level Rp.5000 yang sebelumnya di level Rp 2.000n. Investor melihat kalo ISAT akan menjadi pesaing utama untuk TLKM di masa yang akan datang. Dengan aset yang meningkat setelah proses merger dengan 3 membuat ISAT dijagokan untuk menjadi pesaing dari TLKM. Untuk ISAT sendiri setelah terkena Suspend dari BEI kemungkinan sahamnya masih akan turun akibat terkena aksi taking profit. Kita mungkin akan melihat saham ISAT yang sebenarnya di harga Rp 4.000n.

Nah, kembali lagi kepada kalian. Saham mana yang menjadi favorit kalian untuk di koleksi khususnya untuk jangka panjang. Baiknya kalian melakukan analisis sendiri sambil membandingkan dengan analisis dan berita lainnya sehingga menghasilkan keputusan yang bijak untuk di ambil.

Kita jumpa lagi di Hot Issue selanjutnya ya! Terima kasih untuk support dan kesetian kalian dalam membaca terbitan Hot Issue setiap minggunya! Tetap pakai masker, Tetap jaga jarak, dan Tetap rajin cuci tangan yaa! Sampai jumpa!