Holaaa Nabungholic! Apa kabar kalian semua? Welcome to Hot Issue minggu ini! Setelah di minggu lalu kita membahas tentang issue yang lagi panas di pasar modal yaitu Mergernya Bank Syariah, di minggu ini engga kalah menariknya nih dari hot issue sebelumnya. Yaitu “Apakah saham komoditas menarik?” Tanpa nunggu lama-lama mari kita bedah yuk di artikel pekan ini!

Berangkat dari acara CMSE 2020 (Capital Stock Market Expo) yang diselenggarakan dari tanggal 19 Oktober 2020 sampai 24 Oktober 2020 secara virtual. Banyak ilmu-ilmu yang bermanfaat yang bisa kalian ambil di acara tersebut. Gw engga akan membahas semua yang ada di CSME 2020 tapi gw akan coba membahas salah satu webinar yang gw ikutin dengan narasumbernya Bapak Lo Kheng Hong di acara tersebut. Ilmu apa aja yang sudah diberikan? Gw rangkum secara singkat di artikel ini.

Di CMSE 2020, Pak Lo (sapaan akrab dari Lo Kheng Hong) menceritakan bagaimana kehidupan dan pekerjaan dia sebelum menjadi investor sukses sampai saat ini. Pak Lo Kheng Hong juga sering disebut sebagai Wurrent Buffetnya Indonesia. Pak Lo Kheng Hong bekerja di Tata usaha di salah satu bank Indonesia dengan gaji dibawah 500 ribu perbulan. Dia pun berkuliah di kampus yang gedungnya menyewa di sekolah lainnya. Perkenalannya dengan saham di mulai hanya karena ikut-ikutan teman kantornya pada saat itu. Pada saat awal terjun berinvestasi saham pak Lo mengalami kerugian karena kurangnya analisis dan hanya ikut-ikutan temannya. Setelah kejadian itu Pak Lo langsung tersadar dan mulai belajar tentang pasar modal Indonesia dan investasi saham walaupun jurusan yang dia ambil adalah jurusan sastra bukan ekonomi. Pak Lo juga memberikan beberapa nasihat dan saran dalam melakukan investasi saham, diantaranya seperti yang ditunjukkan lewat foto waktu webinar pak Lo sedang memeriksa laporan keuangan suatu perusahaan dengan kaca pembesar! Ini membuktikan seberapa telitinya Pak Lo hingga tidak ingin salah dalam melakukan perhitungan. Pak Lo juga menyarankan lebih baik menjadi investor saham di bandingkan menjadi trader dikarenakan investor saham memiliki tingkat resiko yang lebih rendah daripada menjadi seorang trader. Pak Lo lebih sering berinvestasi pada sektor komoditas atau energi dibandingkan dengan sektor lainnya. Lalu seberapa menarikkah sektor tersebut?

Kita bahas secara singkat ya mengenai teknikalnya, untuk fundamentalnya kalian bisa cek sendiri di laporan keuangan perusahaannya, apalagi laporan keuangan kuartal 3 nya sudah keluar tanggal 27 Oktober 2020. Kita ambil beberapa sampel emiten komoditas mengenai teknikalnya.



Ini adalah data dari Emiten komoditas pertanggal 2 November 2020 pada penutupan siang hari. Dari analisis grafik singkatnya kita bisa melihat bagaimana fluktuatifnya sektor komoditas ini. Banyak faktor yang mempengaruhi harga dari sektor pertambangan seperti geopolitik, faktor nilai tukar rupiah sampai dengan faktor cuaca pun ikut mempengaruhi. Yang terbaru saat ini adalah dikarenakan saat ini dunia sedang melakukan perubahan energi menjadi lebih ramah lingkungan dan adanya pembuatan mobil listrik, komoditas Nikel saat ini menjadi primadona untuk bahan baku pembuatan baterai. Beberapa emiten yang tidak hanya memproduksi Batubara dan Emas tetapi Nikel pun ikut terangkat karena issue ini. Issue yang terbaru juga mengatakan bahwa perusahaan Tesla akan membuka pabriknya di Indonesia membuat harga saham emiten yang memproduksi Nikel seperti Antam dan Inco menjadi naik.

Lalu bagaimana kita menyikapi issue tersebut? Well, pertama yang kembali perlu di ingat adalah belilah saham perusahaan yang kalian mengerti bisnisnya itu apa, bukan karena ikut-ikutan issue yang berkembang di pasar modal. Karena apabila kalian mengerti bisnis perusahaan itu kalian pasti memahami apa yang sebenarnya terjadi di lapangan bukan hanya dari issue liar yang saat ini berkembang. Karena gw tidak mengerti akan sektor ini maka dari itu gw tidak membeli saham emiten komoditas, karena gw sendiri kurang paham bisnis batubara dan lainnya.

Lalu yang kedua apabila kalian trader kalian bisa memanfaatkan issue tersebut untuk mendapatkan keuntungan dari fluktuatifnya sektor ini. Dan lagi kembali gw mengingatkan apabila kalian tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengamati grafik yang ada, kalian lebih baik menghindari hal tersebut karena kalian akan melewatkan beberapa momentum yang harusnya bisa kalian dapatkan karena kalian kurang memiliki waktu sehingga mengakibatkan kalian melewatkan momentum tersebut.

Bagaimana untuk jangka panjang? Apakah saham komoditas ini bisa kita manfaatkan? Well, untuk jangka panjang kalian bisa mulai dengan mencari harga terendah dari emiten tersebut. Pak Lo pun rajin mencari informasi tentang harga komoditas dan meneliti laporan keuangan untuk melihat apa yang terjadi dan prospek dari emiten yang sahamnnya di beli.

Dari kesimpulan dari sektor komoditas ini adalah belilah saham perusahaan yang kalian tau dan mengerti bisnisnya itu apa jangan hanya ikut-ikutan semata dan kalian tidak tau bisnis dari saham perusahaan yang kalian beli. Hal ini sama saja kalian membeli kucing dalam karung. Untuk para trader ini adalah waktu yang tepat bagi kalian untuk memanfaatkan momen dari issue tersebut untuk masuk dan mulai membeli saham komoditas ini.

Nah itu tadi pembahasan Hot Issue Jilid 2 yang gw buat minggu ini. Pesan gw adalah bijaklah dalam membeli saham. Bukan karena Pak Lo membeli saham emiten ini, kita harus ikut-ikutan membeli saham yang beliau beli. Cermatilah bisnis dan laporan keuangannya juga! Sampai jumpa di hot issue selanjutnya! Tetap Pakai Masker, Tetap Jaga Jarak, dan Rajinlah mencuci tangan ya! Bye!