Beberapa dari kalian mengajukan pertanyaan tentang IHSG yang sudah menembus level 6.100. Apakah tidak terlalu cepat? Kalo turun kembali ke level 5.000 bahkan ke 4.000 lagi bagaimana? Pertanyaan ini sering banget menghiasi DM instagram dan beberapa message di Whatssapp. Kita coba bahas yuk di hot issue minggu ini! So People, Let’s Talk bout this!

Sampai dengan hari Jumat tanggal 18 Desember 2020, IHSG saat ini berada di level 6.104.324 atau mengalami koreksi sebesar 0,15%. Kita coba cek grafiknya.


Dari analisis singkatnya, IHSG saat ini dalam posisi uptrend dan Bullish. Dalam jangka pendek IHSG masih akan naik, namun perlu di waspadain beberapa koreksi yang akan terjadi dalam waktu dekat. Koreksi ini terbilang wajar dan masih sehat karena stokastik IHSG saat ini berada pada posisi 80 atau bisa dibilang di posisi overbought dan rawan aksi taking profit.

Lalu outlook IHSG sampai akhir tahun ini bagaimana?

Dikuti dari CNBC Indonesia Selasa 15 Desember 2020,”Dimana menko Marves Luhut B. Pandjaitan memerintahkan Gubernur Anies Baswedan untuk kembali memperketat pembatasan sosial berskala besar di DKI Jakarta. Sikap pemerintah pusat ini disampaikan Luhut pada Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim dan Bali secara virtual di Kantor Maritim pada hari Senin (14/12/20). Lebih rinci, Luhut meminta kepada Anies Baswedan untuk mengetatkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home) hingga 75%. “Saya juga minta pak Gubernur untuk meneruskan kebijakan membatasi jam operasional hingga pukul 19:00 dan membatasi jumlah orang berkumpul di tempat makan, mall, dan tempat hiburan,”pintanya.”

Dari berita yang pertama, kita bisa mengetahui bahwa selama natal 2020 dan tahun baru 2021 PSSB kemungkinan akan diperketat kembali guna mengurangi penularan virus corona. Namun berita negatif ini kurang mempengaruhi pergerakkan harga pasar saham di minggu ini. IHSG masih menunjukkan kenaikan di minggu ini. Kenapa pasar tidak terpengaruhi Issue kembali di perketatnya PSSB di Jakarta?


Berita ini sudah dijawab di awal bulan Desember 2020, dimana Vaksin Covid-19 sudah tiba di Indonesia Minggu 6 Desember 2020. Vaksin tersebut diangkut dengan menggunakan pesawat milik maskapai PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), pesawat jenis Boeing 777-300ER tersebut mendarat pada hari minggu 6 Desember 2020. Vaksin ini diangkut menggunakan container khusus bertuliskan ENVIROTAINER berkode RAP81179PC. Environtainer merupakan container khusus dengan pengaturan suhu untuk angkutan Udara.

Kedatangan vaksin ini membuat investor nyaman walaupun Jakarta kembali memperketat PSBB jelang natal 2020 dan tahun baru 2021. IHSG masih bisa melesat dan naik melewati level psikologisnya di 6.100. Masih dari kabar baik tentang vaksin dimana presiden Joko Widodo lewat video yang di unggah hari Rabu, 16 Desember 2020 mengatakan bahwa vaksin Covid-19 akan dibagikan secara gratis! Hal ini disambut baik oleh pasar. Secara logika uang masyarakat yang seharusnya dibeli untuk membiayai vaksin justru digunakan untuk membeli kebutuhan pokok dan lainnya sehingga membuat daya beli masyarakat kembali naik dan roda perekonomi kembali berjalan.

Sekarang kita coba mengulas perbandingan IHSG pertanggal 2 Januari 2020 dengan 18 Desember 2020.



Pada tanggal 2 Januari 2020 IHSG berada pada posisi 6.283 sedangkan sampai hari jumat tanggal 18 Desember 2020 IHSG berada di kisaran 6.104. IHSG saat ini hanya berselisih 0,97 dari awal tahun 2020! Namun secara year to date IHSG masih terkoreksi -2,95%.

Lalu apa yang mendorong IHSG cepat sekali recovery?

Dikutip dari CNBC Indonesia hari Senin, 14 Desember 2020,”Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi mengatakan, meskipun IHSG mengalami tekanan di awal tahun, tapi tahun 2020 adalah periode kebangkitan investor ritel dalam negeri di pasar modal Indonesia. Hasan memaparkan, dari sisi pertumbuhan SID (Single Investor identification) baru saham yakni sebesar 488.088 SID baru saham, jumlahnya naik sebesar 93,4% dari total pertumbuhan SID baru saham di tahun lalu sebesar 252.370 SID baru saham di 2019. Lanjut Hasan, saat ini dominasi kepemilikan investor domestik pada saham scripless tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Dari Rp 3.491 triliun jumlah kepemilikan saham yang tercatat di BEI, 50,44% merupakan milik investor ritel domestik, sedangkan 49,56% dimiliki investor asing.”

Sebagai warga Indonesia, saya turut bangga dan mengappresiasi kalian semua setelah ikut berpartisipasi untuk memajukan pasar modal Indonesia. Sisi positifnya adalah apabila ada gangguan eksternal yang terjadi pasar modal Indonesia bisa meminimalisir efek dari faktor eksternal tersebut, dikarenakan pasar modal Indonesia kini sudah dimiliki oleh investor lokal.

Jadi bagaimana untuk calon investor dan investor pemula yang ingin masuk?

Well, untuk saat ini memang banyak saham yang sudah kembali ke harga normal sebelum pandemi datang, namun masih banyak juga kok saham-saham yang belum kembali ke harga sebelum pandemi datang. cara mengetahuinya bagaimana? Kalian bisa mantau saham-saham yang masih murah di hot issue setiap minggunya ya! Kita akan coba bahas mulai dari yang terpenting fundamental dan analisis teknikal untuk mengetahui harga awal untuk kita masuk.

Sebelum kita tutup artikel ini kita coba buat kesimpulan singkatnya. IHSG saat ini memang sudah mulai mendekati harga pada awal tahun dengan selisih 0,97 namun secara year to date IHSG masih minus sekitar 2% yang menandakan IHSG masih murah dan bisa menjadi referensi untuk kembali membeli saham. Dari issue-issue yang terjadi bulan ini, semua issue tersebut berbuah positif. Mulai dari vaksin dan investor lokal menjadi raja di rumah sendiri.

Kalaupun kalian masih takut IHSG tiba-tiba anjlok, kalian bisa nih menerapkan strategi yang sering saya pakai. Saya menggunakan porsi 60:40 atau 70:30 dimana 60% dan 70% saya investasikan di saham dan 40% atau 30% di taruh dan mengendap di rekening efek secara sengaja. Kenapa? Apabila IHSG mendadak anjlok kalian bisa langsung bergerak cepat untuk menyerok kembali saham di harga bawah, sehingga harga rata-rata di portofolio kalian menjadi turun.

Okee, kita ketemu lagi di hot issue selanjutnya ya! Tetap pantengin dan stay tune terus di barisandepan.com, kalo perlu kalian langganan agar mendapatkan notifikasi berita terbaru setiap minggunya. Kita ketemu di artikel selanjutnya! Tetap pakai masker, Tetap Jaga Jarak, dan Tetap cuci tangan sesering mungkin! Sampai jumpa!