Beberapa hari ini IHSG sedang di guncang oleh berita negatif perihal perkembangan virus covid-19. Di minggu lalu IHSG terkoreksi sebesar 1,57% ke level 6.008.709. Para ilmuwan menemukan bahwa virus Covid-19 sudah bermutasi dan lebih berbahaya daripada virus Covid-19 yang biasanya. Lalu kenapa virus ini berdampak pada pasar modal? So People, welcome to Hot issue this week! Let’s talk bout this!

Varian baru virus Covid-19 ditemukan di Inggris dan dikabarkan memiliki 70% peluang penularan lebih tinggi dibandingkan strain awalnya. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah mengidentifikasi virus tersebut di Denmark, Belanda, dan Australia. Dikutip dari CNBC Indonesia Senin 21 Desember 2020,”Rusia menyusul Negara-negara lain akhirnya mengumumkan penerbangan dengan Inggris selama satu minggu ke depan karena munculnya jenis virus Covid-19 varian baru yang lebih ganas. Ada beberapa Negara yang melarang kedatangan orang dari wilayah Inggris ke Wilayahnya. Negara-negara itu pun tersebar di benua Amerika, Eropa, Asia dan Afrika.

Informasi ini pun langsung membuat bursa dunia anjlok. Pada perdagangan 21 Desember 2020 Indeks Dow Jones Industrial Average ambrol 512 poin (-1,7%) dan sempat kehilangan 600 poin. Indeks S&P 500 dan Nasdaq ambles masing-masing sebesar 1,9% dan 1,3%. Sentimen stimulus yang terjadi di Amerika Serikat seharusnya menjadi sentiment positif diabaikan oleh pemodal yang sedang diterpa kekhawatiran seputar temuan mutasi virus Corona di Inggris yang memicu karantina wilayah (lockdown) London dan beberapa bagian Tenggara Inggris, serta pelarangan aktivitas kumpul-kumpul untuk merayakan natal dan tahun baru.

“Yang menjadi soal adalah jika vaksin akhirnya bisa mengubah protein di permukaan (virus) hingga tak bisa dikenali oleh antibody yang sudah kita miliki, dan kita harus meng-update vaksin kita,”Ujar Scott Gotlieb, mantan komisioner Balai Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/FDA) AS. Menurut dia protein dalam virus Covid memungkinkan tidak bermutasi secepat flu musiman, sehingga vaksin yang sekarang beredar masih bisa menciptakan antibodi virus tersebut, hanya saja bakal perlu diupdate setiap tiga tahun.

Info terbaru yang di dapatkan kalo varian baru virus Corona ini membuat anak-anak sama rentannya dengan orang dewasa. Dikutip dari CNBC Indonesia Selasa, 22 Desember 2020,”Para peneliti dari New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group atau NERVTAG menyatakan jika varian baru ini berbeda dengan jenis virus yang ada sebelumnya. “Sekarang kami memiliki kepercayaan yang tinggi jika varian ini memiliki keunggulan transmisi dibandingkan dengan varian virus yang sudah ada di Inggris,” ungkap ketua NERVTAG dan Profesor penyakit menular Universitas Oxford, Peter Horby, dikutip Reuters, Selasa (22/12/2020).” Profesor NERVTAG lainnya, Wendy Barclay mengatakan adanya perubahan cara masuk virus pada saat masuk sel manusia yang membuatnya anak-anak menjadi rentan.

Sangat mengkhawatirkan bukan melihat perkembangan virus Corona ini? Studi terbaru di Inggris juka mengatakan kalo Mutasi Corona Inggris meningkatkan Risiko Kematian. Melansir penelitian Centre for Mathematical Modelling of Infectious Diseases (Pusat Permodelan Matematika Penyakit Menular) di London School of Hygiene and Tropical Medicine, varian ini 56% lebih menular dibanding jenis lainnya. Bloomberg dan Medicalxpress juga menulis hal ini.”Para peneliti, yang berfokus pada Inggris Tenggara, Timur dan London, mengatakan masih belum pasti apakah strain yang bermutasi itu lebih atau kurang mematikan daripada pendahulunya”,tulis penelitian itu dikutip Jumat (25/12/2020).”Namun demikian, peningkatan penularan kemungkinan akan menyebabkan peningkatan besar dalam insiden, dengan rawat inap dan kematian Covid-19 diproyeksikan mencapai tingkat yang lebih tinggi pada tahun 2021 daripada yang diamati pada tahun 2020.

Kalo kita melihat mengenai update mutasi virus corona ini memang sangat mengkhawatirkan. Pasar sepertinya cukup kaget mendengar berita mutasi virus tersebut. Vaksin yang ditemukan juga saat ini sedang dalam tahap produksi untuk vaksinasi massal bahkan ada beberapa vaksin yang saat ini masih tahap pengujian. Pasar sepertinya masih akan menunggu update perkembangan virus tersebut dan menanti hasil uji klinis apakah vaksin yang di produksi bisa mengatasi mutasi virus corona terbaru. Efek dari mutasi virus ini pun bisa kita lihat investor menarik dananya untuk mengamankan profit yang sudah didapatkan.

Hal ini dapat tercermin dari pergerakkan IHSG di minggu lalu yang terkena koreksi akibat taking profit.

Lalu bagaimana dengan update terbaru mengenai vaksin Covid-19?

ada update terbaru dari vaksin yang dibeli oleh Pemerintah Indonesia yaitu Sinovac. Dikutip dari Reuters yang melansir Wall Street Journal Selasa (22/12/2020), Institut Butantan di Negara bagian Sao Paulo yang menyelenggarakan uji coba tahap akhir melaporkan kemanjuran suntikan. Selain Brasil vaksin ini juga tengah di uji di Turki dan Indonesia. “Hasil dari uji coba Brasil menempatkan CoronaVac di atas ambang batas 50% yang dianggap perlu oleh ilmuwan internasional untuk melindungi manusia, kata laporan itu. Meski demikian, Sinovac belum memberikan tanggapan lagi. Pada pekan lalu pertengahan Menkes Brasil mengatakan vaksi Sinovac mungkin siap digunakan pertengahan Februari. Sementara itu, sejumlah ilmuwan mengharapkan kemanjuran vaksin bisa sebanding dengan vaksin lainnya yang telah mengumumkan terbukti 95% efektif. Setidaknya vaksin buatan Pfizer/BioNTech dan Moderna sudah membuktikan itu.

Kita coba lihat perkembangan vaksin sampai dengan 27 Desember 2020.

Kalo kita lihat 4 dari 5 vaksin yang sudah ditemukan berada di kisaran efektivitas 90%. Dikarenakan Sinovac masih dalam tahap uji klinis dan kita masih menunggu tanggapan dari Sinovac Bontech Ltd, Coronavac. Hal ini dapat menjadi perhatian para investor dalam bertransaksi di pasar. Dengan Efektifivas sebesar 90% membuat vaksin ini akan manjur dalam menghadapi virus Corona.

Lalu apa yang harus diperhatikan oleh investor selanjutnya?

Yang pertama adalah Pemberitaan mutasi virus Corona yang sudah sampai di Negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Dr Noor Hisham Abdullah, mengatakan jenis baru Corona ditemukan adalah A70IB. Mirip dengan mutasi Corona di Afrika Selatan. “Ini mirip dengan jenis yang ditemukan di Afrika Selatan, Australia, dan Belanda.” Katanya di dalam konferensi pers harian, dikutip dari Strait Times. “Covid-19 selalu bermutasi, dan kami selalu memantau dan meneliti implikasi dari strain yang berbeda terhadap populasi.”tuturnya. Pihak Malaysia masih belum bisa memastikan apakah mutasi Corona satu ini lebih menular atau memperparah gejala. Dr Noor Hisham pun menyebut Malaysia ikut mewaspadai dan memantau varian baru Corona dari Inggris. Lalu di Singapura pasien dengan varian baru datang ke Singapura dari Inggris pada 6 Desember 2020, telah dikarantina pada saat kedatangan dan dinyatakan positif pada 8 Desember 2020. Semua kontak dekatnya telah ditempatkan di karantina dan dinyatakan negatif pada akhir masa karantina mereka. Singapura telah memblokir pengunjung dengan riwayat perjalanan baru-baru ini ke Inggris untuk mencegah penyebaran virus baru di Negara kota yang telah melaporkan hampir tidak ada infeksi lokal baru setiap hari.

Setelah beberapa Negara tetangga kita sudah mengkonfirmasi bahwa sudah ada ancaman dari mutasi virus corona ini kita patut mewaspadain kemungkinan IHSG akan kembali terkoreksi di minggu ini, dikarenakan ada kekhawatiran dari para investor dengan potensi bahwa mutasi virus tersebut sudah masuk ke Indonesia.

Dalam jangka pendek kemungkinan terjadinya koreksi pada IHSG masih mungkin terjadi. Lalu apa yang harus dilakukan oleh para investor? Tentunya adalah menyiapkan dana darurat untuk kembali membeli saham yang berfundamental baik. Kenapa? Dikarenakan kita memiliki beberapa vaksin yang siap di vaksinasi ke masyarakat luas sehingga dalam jangka menengah bahkan jangka panjang virus Corona ini akan dapat segera di atasi.

Yang kedua adalah kemungkinan adanya permasalahan dalam distribusi vaksin. Para investor mungkin harus mewaspadai koreksi yang akan terjadi dalam jangka menengah untuk melihat potensi adanya masalah distribusi vaksin. Koreksi yang mungkin akan terjadi pada IHSG dapat dimanfaatkan untuk kembali membeli saham yang berfundamental baik.

Bagi kalian yang berinvestasi atau nabung saham kalian dapat menggunakan formasi 60:40 atau 70:30 dalam portofolio kalian. 40 dan 30 ini di ibaratkan adalah uang cash yang harus siap sedia pada rekening efek kalian untuk memanfaatkan kepanikan pasar yang mungkin terjadi. Buffet sering kali bilang,”Jadilah Serakah disaat market panik dan jadilah takut disaat yang lain Serakah.”

Kita jumpa lagi di hot issue selanjutnya ya! Tetap Gunakan Masker disaat kalian beraktivitas, Tetap Jaga Jarak, dan Tetap Cuci Tangan sesering mungkin! Sampai Jumpa!