Kondisi demokrasi di Indonesia darurat.

Semua warga negara Indonesia dipastikan tahu sistem apa yang negara kita anut, ya tentu saja sistem demokrasi pancasila lebih tepatnya. Sistem demokrasi inilah yang memungkinkan kita mengemukakan pendapat secara bebas, namun ironi terjadi di Indonesia di mana proses mengemukakan pendapat dapat dibilang sudah kelewat batas wajar. Mengapa?

Proses mengemukakan pendapat sejatinya sangat baik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, di satu sisi rakyat mendapat haknya dalam menyampaikan aspirasi, di sisi lain pemerintah juga bisa mendapat masukkan demi kebaikan bersama.

Belum lama ini viral seorang anak remaja yang mengunggah berdurasi 19 detik di YouTube berisi tentang hinaan hingga ancaman kepada Presiden Joko Widodo, pemuda tersebut mengancam Presiden untuk menangkapnya dalam tempo 24 jam. Jika dalam waktu tersebut tidak ada penangkapan, pemuda tersebut merasa dirinyalah yang keluar sebagai pemenang.

Nasib burukpun datang, pemuda tersebut ditangkap pihak kepolisian kurang dari 24 jam dan tengah menjalani proses hukum dengan ancaman hingga beberapa tahun. Pemuda tersebut mengklarifikasi bahwa perbuatannya hanya sebatas candaan dan tidak ada niat ingin menghina atau bahkan mengancam Presiden Joko Widodo.

Dari kasus di atas dan beberapa kasus serupa sebelumnya mengindikasikan bahwa proses menyampaikan pendapat sudah kelewat batas jauh di luar etika, butuh tindakan tegas pemerintah untuk menyikapi fenomena ini supaya sistem demokrasi kita digunakan sebagai media penyampaian pendapat dengan baik dan benar.