Kebanyakkan orang Indonesia lebih menyukai dengan kata saving daripada berinvestasi. Mereka lebih memilih untuk menjadi saving dikarenakan mereka tidak siap untuk melihat uang mereka berkurang. Padahal selama mereka melakukan saving harta yang mereka kumpulkan dan ditabung akan berkurang. Berbeda dengan berinvestasi dimana uang mereka akan bertumbuh dalam jangka panjang. Nah, di artikel minggu ini kita akan membahas “kesadaran berinvestasi” ala Warren Buffet yang bisa kalian contoh. So People,Let’s talk bout this!

Sebagai seorang investor kita akan kesulitan dalam memprediksi Market atau lebih sering dibilang Buffet adalah Mr Market. Kompleksitas ekonomi nasional dan internasional sering sekali membuat seorang investor menjadi manajemen keuangan penuh waktu. Gunanya adalah memprediksi arah market secara keseluruhan baik itu jangka pendek, menengah hingga panjang. Manajer keuangan yang baik tidak dapat mempertahankan studi sekuritas per minggu atau bahkan perhari.

Kita coba mengingat kembali tujuan kita membeli saham adalah berinvestasi. Investasi dalam buku,”The Deals of Warren Buffet” adalah tentang memahami bisnis, maka dari itu kita perlu untuk mengadakan analisis yang menyeluruh. Pergerakan saham jangka pendek atau bahkan jangka menengah di pasar saham biasanya tidak terkait dan tidak relevan dengan apa yang terjadi di dalam bisnis. Dalam jangka panjang, pasar akan mengenali nilai intrinsik, tetapi selama berbulan-bulan (bertahun-tahun), kita dapat memastikan bahwa pasar atau market akan melakukan beberapa hal yang sangat aneh.

Kita coba telaah maksud dari pernyataan tersebut. Kebanyakkan investor retail Indonesia adalah memilih menjadi trader dan cenderung panik di saat market menjadi down. Banyak diantara mereka yang belum siap ketika melihat uang mereka berkurang. Padahal investasi saham itu adalah membeli bisnis perusahaan. Kita sebagai investor memilih perusahaan berdasarkan prospek perusahaan tersebut dengan cara melihat laporan keuangan dan analisis fundamental lainnya. Namun banyak retailer pasar saham Indonesia yang ikut terjun di pasar modal dikarenakan faktor ikut-ikutan dan berdasarkan feeling semata. Padahal dengan membeli saham dengan asal-asalan bisa di bilang investor tersebut bertindak spekulatif atau menjadi gambler.

Dengan memulai untuk memiliki kesadaran berinvestasi, dapat diawali dengan melakukan analisis pada bisnis, bukan pada pergerakkan pasar saham. Kita bisa memulai dengan membuat margin keamanan. Margin keamanan ini bisa kita mulai dengan membeli perusahaan yang memiliki merek produk yang kuat, sehingga memiliki basis tertinggi untuk costumer yang setia dalam membeli produk tersebut. Setelah itu kalian bisa mencari return yang wajar. Dengan return yang wajar ini kalian bisa menargetkan keuntungan yang didapat dalam berinvestasi saham. Contoh untuk pemula kalian bisa mulai dengan menargetkan keuntungan sebesar 10%. Apabila saham perusahaan yang kalian beli sudah mendapatkan keuntungan 10% kalian bisa menjualnya dikarenakan kalian sudah mendapatkan keuntungan sesuai dengan target yang sudah ditargetkan sebelumnya. Setelahnya pahami dan manfaatkan suasana hati Mr Market daripada berpartisipasi didalamnya. Maksudnya kalian bisa menjadi serakah ketika pasar dalam keadaan down dan jadilah penakut apabila pasar naik secara signifikan. Disaat pasar down kalian diwajibkan menjadi serakah dikarenakan keadaan pasar yang panik. Padahal banyak perusahaan yang memiliki track record yang bagus dan fundamental yang bagus di harga yang murah. Sementara itu jadilah takut apabila pasar naik secara signifikan. Kenapa? Tentunya disaat pasar naik secara signifikan rawan akan aksi taking profit.

Poin pembelajaran yang kita bisa ambil dalam Kesadaran berinvestasi yang pertama adalah Suasana pasar saham yang mungkin saja tidak dipahami oleh seorang investor pemula. Kehati-hatian dalam berinvestasi saham sangat diperlukan. Disaat pasar naik secara signifikan kita harusnya menjadi waspada dan tidak memasukkan uang cash secara keseluruhan di pasar saham. Kenapa? Disaat pasar down karena faktor aksi taking profit kita hanya bisa melihat harga saham yang kita miliki menjadi turun. Apabila kita memiliki uang cash untuk berjaga kita bisa menjadi serakah dan melakukan top up kembali pada saham-saham perusahaan yang memiliki fundamental yang bagus. Seperti yang sudah saya jelaskan di hot issue sebelumnya, kita bisa menggunakan strategi 70:30 atau 60:40 pada portofolio kita. 70 persen atau 60 persen adalah saham yang beredar dan dimiliki dalam portofolio kita dan 30 atau 40 persen adalah uang cash yang siap mencover dan siap sedia di rekening efek kita apabila pasar mengalami crash atau down.

Lalu yang kedua adalah saldo uang tunai (cash) yang banyak merupakan kebijakan yang cocok dalam berinvestasi ketika hanya ada sedikit investasi yang menyediakan margin keamanan yang baik. Berinvestasi saham bukan berarti kita all out mengeluarkan uang yang kita miliki untuk membeli saham. Kita bisa menggunakan diversifikasi aset untuk membantu menambah kemaksimalan investasi saham kita. Kalian bisa berhenti sejenak apabila menurut analisis yang kalian gunakan menemukan hasil dimana banyak perusahaan yang kurang bagus. Kalian bisa melawan arus apabila mendapati keadaan pasar yang kurang baik dari kacamata analisis pribadi kalian.

Dan yang terakhir adalah berperilakulah dengan integritas dan ketekunan terhadap saham yang kalian miliki. Apabila kalian memiliki dana yang terbatas kalian bisa disiplin untuk terus menabung dengan membeli satu lot setiap bulannya secara disiplin. Cara selanjutnya kalian bisa aktif untuk memantau kondisi market seperti lewat pemberitaan, analisis laporan keuangan di setiap kuartal laporan keuangan yang di keluarkan.

Kesadaran berinvestasi akan mulai tumbuh dari diri kalian sendiri. Kesadaran investasi akan muncul disaat kalian ingin mencapai suatu target kedepannya. Seperti kualitas hidup yang lebih baik untuk beberapa tahun kedepan dengan memiliki rumah sendiri, menikah, atau financial freedom dalam beberapa tahun yang akan datang. Tentukanlah target pribadi yang ingin kalian capai dalam berinvestasi saham.

Itu tadi ulasan tentang kesadaran berinvestasi. Milikilah target yang ingin di capai untuk kedepannya. Kita jumpa lagi di artikel berikutnya ya! Tetap pakai masker, tetap jaga jarak, dan Tetap rajin cuci tangan sesering mungkin! Sampai jumpa!