Haloo semua! Welcome to the thread kedua dari Masde AnimaStory. Hari ini saya akan menceritakan sebuah cerpen tentang kisah bijak seekor semut, simak terus yaa teman-temanku semua!


Alkisah di sebuah padang rumput yang luas, ada seekor semut bersama koloninya sedang mencari makanan untuk disimpan disarangnya. Mereka begitu semangat untuk mengumpulkan makanan mengingat musim hujan akan tiba dalam waktu yang dekat dan harus cukup untuk 5 hari kedepan selama musim hujan.


Gwen, sebut saja nama salah satu seekor semut itu. Dia adalah pemimpin di koloninya, terkenal karena kata-katanya yang penuh hikmah, bijak, tangguh, dan adil. Bahkan Gwen hampir diangkat menjadi komandan peleton karena ketangguhannya namun ia menolak dan menjadi semut pekerja saja. Tatkala ia sedang mengumpulkan makanan, terjadilah suatu masalah dimana temannya yang bertugas membawa makanan diserang oleh seekor belalang.

“Gwen, tolong aku! Aku diserang belalang!” ucap salah satu temannya yang bernama Fred
“Bersabarlah aku segera menolongmu!” ucap Gwen.
Gwen kemudian menarik tubuh temannya tersebut dan berhasil selamat dari serangan belalang, namun belalang yang lain ternyata ada di sekeliling mereka dan mengepung mereka.


“Apa yang harus kita lakukan gwen?” ucap temannya yang lain.
“Ah aku tak tau, kita dikepung saat ini” ucap Gwen
“Bagaimana jika kita bersembunyi dibalik batu yang ada dipojok itu? Mungkin kita bisa selamat?” tanya Fred.
“Nah itu bagus, tapi kita harus mengelabui para belalang dahulu agar saat kita lari kita tak diserang oleh mereka” balas Gwen
“Setuju!” ucap Fred dan kawanan koloni lainnya.

Mereka akhirnya bepikir membuat rencana untuk bersembunyi dibalik batu agar selamat, namun mereka juga harus berpikir 2 kali agar tak diserang oleh belalang. Akhirnya Gwen mengeluarkan kalimat bijaknya agar mereka semua bisa selamat, yaitu menyamar dengan menggunakan daun.


“Oke baiklah semuanya sudah mengenakan daun yang sudah aku suruh?” tanya Gwen.
“Sudah bos” ucap Fred dan teman-temannya.
Oke kalau begitu, kalian tetap disini dahulu, biar aku duluan yang menuju ke batu itu dan aku akan memberi aba-aba kepada kalian jika aku telah sampai disana” balas Gwen.
“Siap paham Gwen” ucap Fred.


Gwen pun berjalan dengan perlahan menuju batu tersebut agar tak terdeteksi oleh belalang, setelah berjalan cukup pelan akhirnya Gwen pun sampai di batu tersebut dengan aman dan memberikan aba-aba selanjutnya untuk Fred dan teman-teman yang lainnya. Gwen memberikan aba-aba “kemari” kepada teman-temannya untuk segera kemari.

“Oke kalian tetap disini,sementara aku akan jalan duluan” ucap Fred.
“silahkan, hati-hati Fred” ucap temannya Fred.
“Baiklah” balas Fred.


Nasib sial ternyata menimpa Fred, dia diserang lagi oleh belalang dan lantas berteriak minta tolong. Gwen yang sadar temannya meminta tolong itu langsung berpikir bagaimana cara menolong dia, tanpa pikir panjang Gwen langsung melempar kerikil kepada belalang dan belalang itu pun pergi dan Fred bisa diselamatkan.


“cepat kesini kau Fred! Berlarilah!” ucap Gwen yang ada dibalik batu.
“iya baik” balas Fred.


Kemudian Gwen mengecek tubuh Fred apakah ada yang luka, ternyata kaki kiri Fred mengalami patah tulang karena dihempaskan oleh si belalang, namun Gwen dengan sigap langsung memberikan pertolongan pertama pada Fred.


“Terimakasih Gwen telah menolongku” ucap Fred.
“Sama-sama kawan” ucap Gwen.
“Nah kalian yang masih disana, segera kesini kebalik batu! Kondisi sudah lebih aman saat ini” ucap Gwen.
“Baik Gwen kami berangkat” ucap teman-teman sekoloninya untuk menuju ke balik batu.

Syukur semuanya sudah berada dibalik batu dengan aman. Mereka kini harus berpikir bagaimana kembali ke sarang mereka yang berjarak 5 meter dengan aman tanpa diserang oleh belalang kembali. Gwen yang dikenal penuh bijak dan adil menyuarakan pendapatnya kali ini.


“Aku ada ide namun ideku belum tentu sependapat bagi kalian, aku ingin menggali tanah dan membuat lorong untuk menuju sarang kita kembali, bagaimana?” tanya Gwen.
“tapi kita tak tau dibawah tanah itu ada apa, mungkin saja ada batu atau kerikil yang tak bisa kita gali” pungkas Fred.


“Iya benar juga ya, tapi kalau kita lihat diluar sana masih ada banyak belalang yang menunggu kita untuk jadi bahan santapan mereka” balas Gwen.
“kita siap gali tanah untuk menuju ke sarang Gwen, kita ini bawa banyak makanan untuk persediaan musim hujan nanti” balas teman koloninya yang lain.
“Yasudah kalau gitu kita akan gali tanah, apapun resiko didalam tanah nanti akan kita lewati bersama-sama, jangan pernah menyerah dan tetap semangat kawan-kawanku semua!” ucap Gwen dengan nada tegas dan bak pemimpin.
“Siap laksanakan!” balas Fred dan teman-temannya.

Mereka pun akhirnya menggali lubang di tanah sedikit demi sedikit menuju sarang mereka, syukur akhirnya mereka pun sampai di sarang dengan selamat dan menuju tempat penyimpanan makanan.


“Syukur kita sudah sampai di sarang. Fred, simpan makanan yang kau bawa itu ditempat penyimpanan makanan” ucap Gwen.
“Oke” balas Fred.

Ketika mereka lagi berjalan menuju tempat penyimpanan, tiba-tiba ratu semut yang sedang inspeksi mingguan melihat Gwen dan kawan-kawannya sedang menyimpan makanan, sontak membuat ratu kaget dan bertanya kepada mereka apa yang barusan mereka lakukan.


“Apa yang sedang kalian lakukan disini? Dari koloni mana kalian berasal?” tanya sang ratu
“Kami dari koloni A1 yang mulia, kami baru saja ditugaskan oleh komandan untuk mengumpulkan makanan demi mempersiapkan musim hujan yang sebentar lagi tiba” Ucap Gwen dengan bijaksana.


“Baiklah kalau begitu. Aku mendengar bahwasannya koloni A1 memiliki pemimpin yang tangguh, bijaksana, dan adil, benar bukan? Dimana dia? Aku ingin bertemu dengannya” tanya sang ratu.
“Saya yang mulia” balas Gwen
“Kau rupanya, aku mendengar banyak kisah dari semut yang lain bahwasannya kau adalah pemimpin yang adil dan bijaksana dalam kolonimu dan aku sangat bangga bisa memilikimu. Aku akan memberikanmu sebuah penghargaan tertinggi untukmu karena kamu telah menyelamatkan nyawa temanmu dan seluruh anggota kolonimu, selamat Gwen” balas ratu dengan bangga.


“Wah terimakasih yang mulia” ucap Gwen dengan senang
Sang ratu memberikan kalung yang terbuat dari rajutan daun kelapa sebagai tanda bukti keberanian dan ketangguhan Gwen dalam memimpin kelompoknya. Dan Gwen pun ditawarkan oleh sang ratu untuk menjadi komandan peleton. Fred dan teman-temannya memberikan tepuk tangan yang meriah kepada Gwen atas keberhasilannya.


“Selamat Gwen, dengan begitu aku menawarkan jabatan baru bagimu yaitu menjadi komandan peleton. Apakah kau mau menerimanya?” pinta sang ratu.
“Mohon maaf yang mulia, aku tidak bisa menerimanya karena aku dan kawan-kawanku sudah lebih dari 1 tahun selalu bersama, merekalah yang membantuku, menolongku dan kita selalu melewati rintangan bersama. Aku ingin selalu terus bersama mereka” Jawab Gwen.

“Hmm baiklah kalau begitu tidak masalah. Aku mendukungmu dan teruslah menjadi semut yang bijaksana dan adil bagi kolonimu dan bagi seluruh koloni semut yang ada disini, niscaya suatu saat kau pasti jadi seorang pemimpin yang hebat” balas sang ratu dengan nada menasihati.“Baik terimakasih wejangannya yang mulia”.

Akhirnya Gwen, Fred dan teman-teman sekoloninya merayakan keberhasilan Gwen dengan makan bersama di ruang tidur mereka. Mereka tak masalah Gwen menjadi pemimpin di koloninya karena memang mereka mengakui bahwasannya Gwen bijak dalam mengambil keputusan demi kebaikan koloninya.

Hikmah yang bisa kita petik adalah ketika kita mengambil keputusan untuk kebaikan bersama, ambillah keputusan yang paling bijak dan tidak merugikan yang lain, sebab itulah artinya keadilan bagi seorang pemimpin terhadap anggotanya.

The End

Penulis : Derrick Rahmadya Muhammad