Fimosis pada bayi yaitu keadaan dimana kulup melekat pada kepala penis dan tidak bisa ditarik kembali dari sekitaran ujung penis. Apabila sudah infeksi maka dinamakan balanitis.

Hal ini wajar terjadi pada bayi dan anak laki-laki yang belum sunat. Setelah diperiksa dan dilihat oleh dokter ahli kalau memang ini adalah fimosis, biasanya dokter akan menganjurkan untuk sunat.

Pada sebagian kasus ada yang seiring waktu akan semakin terbuka atau menjadi longgar sehingga dapat ditarik kebelakang, namun pada sebagian lain ini akan menetao dan tidak bisa ditarik lagi, sehingga akan menyebabkak gangguan yang lebih serius lagi.

Fimosis bukan penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus, tapi ini adalah bawaan dari lahir yang tidak memerlukan perawatan khusus, namun hindari menarik kulup penis bayi terlalu keras karena akan menimbulkan luka yang akan menjadi peradanganperadangan kepala penis yang sudah kita sebut tadi yaitu balanitis.

Dokter ahli yang memeriksa akan menilai mengenai fimosis pada bayi. Tindakan yang mungkin akan dokter lakukak adalah memberikan krim kortikosteroid yang oleskan 3 kali dalam sehari selama 1 bulan, gunanya untuk mengendurkan kulit. Selain itu tindakan sunat juga menjadi pilihan dan ini adalah pilihan terbaik untuk menyembuhkan fimosis.

Gejala yang biasa ditimbulkan karena fimosis ini yaitu :

1. Kulup penis atau kulit penis tidak dapat ditarik untuk dibersihkan, atau bahkan kadang sudah menutupi lubang untuk mengeluarkan air seninya

2. Air seni tidak keluar secara sempurna seluruhnya, karena kesulitan itu maka bayi biasanya akan menjadi sangat rewel karena sakit untuk mengeluarkan air seninya

3. Apabila sudah menjadi infeksi maka biasanya bayi juga akan menjadi demam, maka bisa jadi itu sudah dibarengi dengan infeksi saluran kemih (ISK)

Maka dari itu kita sebagai orang tua harus sangat teliti dalam melihat tanda dan gejala pada bayi. Apabila bayi sudah sangat rewel apalagi pada saat BAK, mungkin ibu harus segera membawa bayi ke dokter ahli.

Berita sebelumyaPentingnya Konsultan Pajak Menangani Perpajakan Anda
Berita berikutnya4 Hal yang Menandakan Anda Belum Siap Menjalin Hubungan Baru