(source: merdeka. com)

Menjelang pemilu 2019 berbagai persiapan mulai dilakukan untuk mensukseskan berlangsungnya pemilu 2019, termasuk surat suara yang menjadi vital dalam pemilu.

Di berbagai daerah mulai dilakukan pelipatan surat suara yang melibatkan 250 orang untuk melipat surat suara. Mereka dibagi menjadi 25 kelompok dengan masing-masing satu kelompok terdiri dari 10 orang.

Pembagian kelompok ini dilakukan agar tidak adanya rasa bersaing di antara mereka, sehingga menyebabkan tidak profesionalnya kerja dan tidak rapih dalam melipat kertas suara demi target pekerjaan.

(source: merdeka.com)

Proses penyortiran dan pelipatan surat suara oleh pekerja lepas ini diawasi oleh KPU daerah masing-masing, demi menjaga kualitas dan kerapihan surat suara yang akan dipergunakan nanti.

Apabila ada surat suara yang rusak dan tidak layak, maka akan segera dilaporkan dan langsung dilakukan pergantian surat suara yang baru.

Mereka yang ingin bekerja menjadi pelipat surat suara ini sebelumnya sudah melewati tahap pemeriksaan sebelum masuk ke dalam tempat bekerja, dan juga mereka tidak boleh membawa tas dan juga telpon genggam yang tidak boleh dibawa masuk ke area tempat mereka akan melipat surat suara.

Honor yang mereka dapat dari melipat selembar surat suara adalah Rp. 100 rupiah dan mereka di targetkan melipat 1500 lembar dalam sehari, maka mereka akan mengantongi RP. 150.000 rupiah dalam sehari.

Kegiatan melipat surat suara ini dilakukan dari pukul 08.00 WIB pagi hingga pukul 16.00 WIB dan ditargetkan dalam dua pekan ini akan selesai, namun bergantung pada kebijakan setiap daerahnya masing masing.

Baca Juga:  Peran Kaum Millenial pada Pemilu 2019