Hai hai hai sobat plantania. Kita jumpa lagi yaa semoga masih tetap semangat & sehat selalu. Edisi kali ini kita akan ngobrolin tentang si imut cantik menggemaskan Portulaca. Tapi hanya sebatas pengalaman saya saja ya. Karena saya bukan pakar tanaman atau ahli pertanian hehe.

Apa itu Portulaca ?

Portulaca adalah nama ilmiah dari tanaman kecil mungil Krokot/Gelang/Moss Rose.
Tanaman ini banyak sekali jenisnya, dan sering tumbuh di tanah pekarangan, bahkan kadang dianggap sebagai gulma/tanaman liar. Padahal sebetulnya tanaman ini sangatlah cantik, dengan bunganya yang warna warni, minim perawatan dan mudah memperbanyaknya. Maka tak heran jika portulaca ini juga banyak diburu para pecinta tanaman hias.

Ada juga yang menyebut tanaman ini dengan bunga pukul sembilan. Karna pada pukul 9 pagi inilah bunga-bunganya bermekaran. Dan pada sore hari, biasanya sudah menguncup kembali. Bagi kalian yang baru memulai hobi tanam-tanaman, maka inilah tanaman yang paling tepat untuk ajang coba-coba. Karna tidak ribet cara menanamnya, gampang hidup dan murah meriah.

Lalu bagaimana cara menanamnya ?

Kalian yang belum memiliki tanaman krokot ini sebelumnya, maka kalian harus mulai menanamnya dari biji. Biji-biji krokot ini bisa dibeli di toko tanaman hias/toko pertanian. Bisa juga didapatkan melalui toko-toko online.

Karena tanaman ini termasuk tanaman yang mungil, maka siapkan pot (boleh juga polybag) yang berukuran kecil hingga sedang. Kemudian media tanamnya bisa kalian pakai tanah humus/kompos. Cukup buat lubang-lubang kecil di media tanam, lalu masukkan 2-3 biji krokot di tiap-tiap lubang, kemudian tutup kembali. Tempatkan di lingkungan yang teduh, lakukan penyiraman secukupnya, dan tunggu hingga tanaman tumbuh.

Bagi kalian yang sudah memiliki tanaman ini sebelumnya, maka tinggal lakukan perbanyakan dengan cara stek batang.

Caranya sangat mudah yaitu tinggal potong batangnya (pilih yang masih aktif/bagus ya) lalu tancapkan ke media tanam yang baru, kemudian siram secukupnya. Supaya terlihat rimbun, tancapkan beberapa batang, menyesuaikan dengan besar kecilnya pot.

 Oh ya sobat plantania, ketika portulaca ini mulai berbunga, maka dia akan terus berbunga sampai lelah. Hingga akhirnya menua, ditandai dengan daunnya yang semakin mengecil, menguning & kemudian rontok. Juga batangnya yang terlihat kerdil, dan enggan berbunga lagi.

Nah, jangan tunggu sampai mati ya, sayang kan kalau harus kehilangan tanaman yang menggemaskan ini.


Terus apa yang harus dilakukan? Plant rescue, Caranya bagaimana? Replant! Gimana tuh?

1. bongkar tanaman, keluarkan krokot dari pot.
2. gemburkan lagi media tanamnya dengan cara diaduk-aduk (ini kalo media tanamnya masih bagus ya)
3. ganti saja dengan media tanam yang baru kalo media yang lama sudah mengeras & nggak subur lagi.
4. pilih krokot yang masih memungkinkan bisa diselamatkan.
5. potong akarnya beberapa senti, sehingga menyisakan batang yang masih bagus.
6. tancapkan lagi batangnya ke media tanam (bukan akarnya lho ya, awas keliru !!).
7. lakukan penyiraman secukupnya…

Nah sobat, semoga dengan cara ini kalian masih bisa menikmati keindahan portulaca yang memikat.

Oh iya, tanaman ini sangat menyukai panas matahari langsung. Jadi jangan ragu untuk meletakkan tanaman ini di luar ya. Bahkan pengalaman saya pribadi, ketika baru saja selesai replant dan propagasi, sama sekali nggak ada masalah dengan krokot ini meski langsung diletakkan di bawah sinar matahari (asal jangan full ya).

Siiipplah. Jadi kesimpulannya, lakukan stek batang dan juga replant secara rutin ketika krokot kita masih bagus/belum parah banget ya sobat….

Lakukan penambahan media tanam ketika tanahnya mulai berkurang karena hanyut terbawa air saat penyiraman. Juga pemupukan secara berkala. Supaya bunganya yang warna warni terus bermekaran dan menceriakan hidup kita.

Oke, seberapapun murahnya tanaman yg kita miliki, asal dirawat dengan baik & penuh cinta, maka akan selalu mendatangkan kebahagiaan untuk kita. Karena bahagia itu sederhana.

Sekian dulu ya sharing kita kali ini. Kita bertemu lagi di next artikel.
Sampai jumpa.

Penulis : Dina DM