Pada dasarnya manusia saat mengalami perdarahan, semakin lama darah akan berhenti. Proses berhentinya darah ini dikarenakan darah mengalami pembekuan darah, atau yang dinamakan koagulasi. 

Darah akan menggumpal dan membentuk bekuan darah (gumpalan) untuk menghentikan perdarahan dan menutup luka.

Namun, ada kasus dimana seseorang sulit mengalami pembekuan darah ini pada saat mengalami perdarahan. Ini adalah sebuah penyakit yang dinamakan Hemofilia.

Hemofilia adalah gangguan pembekuan darah akibat kekurangan faktor pembekuan darah, terjadi akibat kelainan genetik (source: hemofilia.or.id)

Penyakit ini lebih banyak menyerang pria. Mungkin ada wanita yang juga mengidap hemofilia ini, namun wanita hanya bersifat carrier saja, yang membawa gennya adalah pria. Apabila wanita seorang carrier maka kemungkinan besar akan menurunkan pada anak laki-lakinya.

Bagi seseorang yang tidak memiliki riwayat keluarga hemofilia, bukan berarti dapat terbebas dari penyakit ini. Ada sekitar 30% orang yang terkena hemofilia tanpa ada riwayat keluarga. Hal ini bisa terjadi karena perubahan genetik atau mutasi spontan.

Bagaimana cara mendeteksi Hemofilia?

  1. Sering mengalami memar, nyeri sendi dan lebam tanpa sebab yang jelas.
  2. Jika berdarah akan sulit berhenti
  3. Ada keluarga yang memiliki gejala yang sama
  4. Jika perdarahan pada sendi dan otot akan ditemukan gejala kesemutan, panas, nyeri yang hebat dan bengkak.

Mendiagnosis Hemofilia perlu dilakukan tindakan medis yang lebih dalam. Dengan cara dilakukannya tes darah setelah mengetahui apabila ada riwayat keluarga yang memiliki hemofilia. Setelah tes kesehatan dasar dan pengambilan darah untuk dilakukan tes lebih mendalam, maka dokter akan mencocokkan dengan tanda dan gejala yang diderita.

Apabila ternyata memang mengidap hemofilia atau mengetahui bahwa orang yang terdekat anda mengidap hemofilia dan sedang mengalami perdarahan, maka pertolongan pertama yang harus anda lakukan adalah dengan RICE (source: hemofilia.or.id), yaitu :

  1. (Rest), istirahatkan
  2. I (Ice), kompres dengan es untuk mengurangi nyeri
  3. C (Compression), tekan kemudian bebat untuk mengurangi perdarahan
  4. E (Elevation), letakkan lebih tinggi dari pada dada

Yang perlu diingat adalah tindakan RICE ini hanyalah tindakan pertolongan pertama saja. Dalam waktu kurang dari jam, pasien haru segera mendapatkan suntikan pembekuan darah dan transfusi komponen darah.

Hemofilia ini dapat menyebabkan komplikasi, seperti kerusakan sendi karena perdarahan berulang, anemia berat, dapat tertular berbagai penyakit karena akan sering melakukan transfusi darah, Hematuria, perdarahan saluran pencernaan, dan lain sebagainya.

Maka, apabila anda atau keluarga anda memiliki tanda dan gejala yang sama, maka segera periksakan diri anda ke Rumah Sakit yang memiliki fasilitas lengkap untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.