(Source : blogspot.com)

Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) jatuh pada tanggal 21 Februari, HPSN ini diperingati setiap tahunnya. Banyak masyarakat di setiap daerah dan provinsi di Indonesia memperingati Hari Peduli Sampah Nasional ini dengan cara bergotong royong membersihkan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya.

Dengan adanya peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) ini diharapkan masyarakat Indonesia semakin sadar akan pedulinya untuk mejaga lingkungan dengan salah satunya membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi konsumsi sampah plastik.

Sampah plastik masih menjadi dilema tersendiri bagi Indonesia, karena terlalu banyaknya konsumsi plastik oleh masyarakat. Sampah plastik adalah salah satu sampah yang sangat sulit terurai. Sampah plastik membutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun kemudian agar dapat terurai.

Sampah plastik menghasilkan emisi karbon yang sangat tinggi sehingga dapat mengakibatkan perubahan iklim yang membuat bumi menjadi lebih panas.

Selain itu juga sampah plastik dapat mengganggu manusia, seperti salah satunya banyak masyarakat yang masih menggunakan cara membakar untuk memusnahkan sampah plastik ini, padahal hasil dari pembakarannya tersebut akan menghasilkan bahaya bagi manusia itu sendiri, seperti asap yang menggangu pernafasan dan hasil bakaran yang akan membuat gas karsinogen, yaitu salah satu pemicu kanker.

Sedangkan pada lingkungan, sampah plastik yang dibuang sembarangan akan menyumbat banyak saluran pembuangan air, yang akan menyebabkan banjir apabila curah hujan sedang tinggi.

Saat ini mulai banyak daerah di setiap provinsi Indonesia yang mulai menerapkan diet kantong plastik di setiap pusat perbelanjaan. Seperti di Bogor, Depok dan Balikpapan yang mulai ketat menerapkan diet kantong plastik.

Selain itu masyarakat juga mulai digalakkan untuk membawa botol minum sendiri untuk mengurangi penggunaan botol minum kemasan dan membawa wadah untuk makanannya, mengingat masih banyak penjual yang menjual makanannya menggunakan styrofoam. 

Ayo, mulai sadar dan peduli terhadap lingkungan kita, kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Bantu anak dan cucu kita agar dapat menikmati indahnya Bumi kita yang kaya ini.