Jumpa lagi sobat plantania, apa kabar? Semoga hari ini kalian sehat dan berbahagia ya..

Pada kesempatan kali ini, kita akan sharing tentang salah satu tanaman, yang menurut saya pribadi, sungguh amat sangat manja banget dibandingkan dengan tanaman-tanaman saya yang lain. Karena bila salah sedikit saja, maka langsung ngambeklah si tanaman ini. Sebegitu manjanya yaa…hehee

Kenapa bisa demikian…?

Bagi saya pribadi, Calathea merupakan tanaman daun yang bukan saja sangat cantik, tapi juga sangat susah merawatnya. Beberapa kali mengalami kegagalan dan berakhir pada kematian. Beberapa kali membuat saya patah hati. Beberapa kali membuat saya pesimis untuk merawatnya lagi. Entah apa penyebabnya. Karena media tanam sudah sesuai, pupuk secara berkala, tambahan vitamin, penempatan yang direkomendasikan, juga treatment yang rutin dilakukan. Tapi masih juga tak bisa diselamatkan.

Namun karena saking cintanya saya pada tanaman ( juga karena rasa penasaran sih…hehe), maka kembali dan kembali ingin mencobanya lagi. Sampai suatu saat, saya berhasil menyelamatkan calathea saya yang sudah sekarat. Yakni ketika daunnya mengering & menggulung, hidup segan mati tak mau, dan terlihat sangat tidak menarik.

Nah sobat plantania, di sini kita akan berbagi pengalaman, berbagi cerita, bagaimana saya menangani calathea yang sudah hampir mati ini. Simak hingga tuntas yaa….

Faktanya, daun calathea yang tiba-tiba mengering & menggulung, bukan semata-mata disebabkan oleh paparan sinar matahari secara langsung (suhu terlalu tinggi) ataupun sebaliknya (penempatan pada ruangan yang bersuhu sangat rendah).

Menurut referensi yang pernah saya baca, kesalahan air saat penyiraman, ternyata juga bisa berakibat fatal. Air dengan kandungan mineral tinggi, tidak bagus untuk si calathea ini. Air kran/air PAM yang biasa kita manfaatkan, mengandung klorin yang juga tidak baik untuk calathea. Salah satu akibatnya ya ini, daun mengering & menggulung. Kalau ini dibiarkan, tentu kita akan kehilangan salah satu tanaman hias kesayangan bukan..

Just info yaa, kalau kita terpaksa menggunakan air PAM untuk penyiraman (terutama untuk tanaman hias yang sangat alergi klorin), maka yang bisa kita lakukan adalah mengurangi/menetralkan kadar klorin dalam air tersebut. Cara yang mudah & murah adalah jangan menyiram langsung air PAM ke tanaman. Tetapi, tampung air dalam wadah terlebih dahulu, biarkan kurang lebih semalaman (1×24 jam), barulah kita pakai untuk menyiram.

Jadi gimana kalau calathea kita mengalami kejadian yang sangat menegangkan seperti kisah di atas? Apa yang mesti kita lakukan untuk menyelamatkannya?

Ini dia cara saya :
Pertama-tama, pindahkan tanaman ke tempat yang suhunya normal – sedang (tidak terlalu panas/dingin).

Selanjutnya, gunting bagian daun yang kering & menggulung, supaya tidak menular ke bagian lain yang masih bisa diselamatkan.
Kemudian, cek media tanamnya. Bila sudah mulai kering, siram hingga lembab. Atau kalau media tanam sudah mengeras/tidak gembur lagi, sebaiknya diganti dengan media tanam yang baru.

Yang terakhir, lakukan penyungkupan pada calathea tersebut. Dengan menggunakan plastik bening, kita bungkus calathea yang mati suri ini seluruhnya hingga ke bagian bawah pot. Hal ini untuk mengurangi penguapan, juga untuk memberi kehangatan, supaya calathea bisa kembali sehat. Selain itu, dengan menggunakan plastik bening, kita bisa melihat langsung perubahannya setiap saat.

Progres baik akan terlihat hari demi hari. Bahkan tunas baru & anakan baru bisa juga muncul. Ketika dirasa sudah cukup sehat dan kuat (kira-kira sebulan penyungkupan), maka saatnya calathea ini hidup normal. Buka kembali plastik sungkupannya, letakkan di tempat yang teduh, dan lakukan perawatan dengan baik.


Nah sobat plantania, simpel kan…?

Semoga dengan cara ini, kita masih bisa mempertahankan & menyelamatkan calathea kesayangan kita ya. Jangan takut untuk mencoba.

“Karena menyelamatkan satu tanaman, itu berarti memberi kesempatan kepada makhluk lain yang ada di semesta ini untuk
menikmati keindahan”.

Semoga bermanfaat…

Penulis : Dina DM