Jumpa lagi sobat plantania, semoga kalian semua sehat & berbahagia yaa..

Masih berkutat di tema tanaman hias, kali ini kita akan berbagi pengalaman tentang media tanam hydrogel. Masih terdengar asing? Atau justru sudah tak asing lagi? Media tanam berbentuk gel bulat kecil berwarna-warni, yang mampu menyerap air & nutrisi, lalu melepaskannya secara perlahan sesuai yang dibutuhkan tanaman.

Bagi yang hobi tanaman hias tapi enggan bersentuhan dengan tanah, maka ini adalah salah satu solusinya. Juga bagi yang lebih fokus pada sisi estetika, maka ini adalah pilihannya. Karena media ini sangat bagus dijadikan sebagai dekorasi ruangan/rumah anda.

Dengan tampilan mengkilap seperti kristal dan juga warnanya yang cerah, dipadukan dengan tanaman hias yang cantik, jadilah pajangan hidup yang terkesan natural namun ceria di dalam rumah.

Beberapa jenis tanaman hias yang bisa bertahan di media hydrogel yaitu jenis tanaman yang terbiasa dengan kondisi kelembaban/kadar air tinggi, umumnya tidak berbatang kayu, dan tidak membutuhkan sinar matahari secara langsung (indoor plants). Contohnya : jenis bambu hoki, jenis sirih hias, sansivera, syngonium, beberapa aglonema dan anthurium.

Beda dengan jenis tanaman aquatic ya sobat plantania, seperti eceng gondok dan lotus/teratai. Tanaman jenis ini, meskipun habitatnya memang di air, tapi tetap membutuhkan sinar matahari langsung. Jadi tanaman dari jenis ini tidak bisa menggunakan media hydrogel dalam jangka waktu yang lama.

Hydrogel kering bisa dibeli di toko-toko online, biasanya dikemas dalam plastik dengan berat 5/10 gram. Ada yang dikemas satu warna, ada juga yang mix/campur. Harganya pun juga nggak mahal, berkisar antara 5 ribu sampai 15 ribu. Jadi yang pingin mencoba media ini, jangan ragu-ragu.

Lantas apa saja yang harus dipersiapkan, dan bagaimana caranya?

1. Siapkan wadah/baskom yang berisi air (bisa air sumur, air hujan, air mineral). Jangan air yang berkaporit yaa.

2. Air boleh dicampurkan dengan pupuk yang sudah dilarutkan. (Saya memakai pupuk NPK mutiara 16:16:16. Komposisi larutan, 1 liter air : 1/5 (seperlima) sendok makan pupuk). Aduk rata sampai larut & menyatu.

3. Masukkan hydrogel kering, rendam hingga kurang lebih 6 jam sampai gel jenuh. Hydrogel ini akan mengembang berkali-kali lipat dari saat masih kering.

4. Tiriskan hingga tak ada lagi air yang menetes.

5. Siapkan wadah untuk menanam. Karna tujuan hydrogel untuk memperindah dekorasi di dalam rumah/ruangan, maka tentu saja wadah yang kita pakai adalah yang bening/transparan, supaya butiran-butiran gel nya kelihatan. Bisa memakai vas mika atau yang berbahan kaca. Atau bisa juga memakai gelas kaca, botol bekas air mineral yang dipotong bagian bawahnya, dll.

6. Tanaman yang akan kita pakai, sebaiknya sudah berakar. Karna akar ini nantinya yang akan menyerap air & nutrisi dari hydrogel.

7. Masukkan hydrogel ke dalam wadah, kira-kira setengahnya. Lalu masukkan tanamannya, kemudian tuang lagi sisa hydrogel hingga menutupi akar dan wadah hampir penuh.

8. Tempatkan di dalam ruangan, sesekali dipindah ke sisi yang ada cahaya matahari.

9. Tidak perlu melakukan penyiraman. Kecuali jika hydrogel sudah mengecil, maka kita lakukan perendaman lagi kurang lebih 2 jam (sampai mengembang kembali)

Nah sobat plantania, itu dia cara praktis menanam di media hydrogel. Gampang kan?

So, tunggu apalagi… Karena tak ada lagi alasan untuk tidak mencintai tanaman. Tak ada halaman, di dalam rumahpun jadi. Tak ada tanah, hydrogel pun jadi.

Ok, selamat mencoba dan selamat berkreasi ya!

Penulis : Dina DM