Hallo sobat plantania… Apa kabar semuanya ? Semoga selalu sehat dan tetap semangat ya meski masih dalam situasi pandemi.

Kali ini kita akan sharing tentang “Piper Ornatum” atau Sirih Merah. Berbagi cerita berdasarkan pengalaman saya bertahun-tahun merawat dan membesarkan si sirih merah ini.

Sirih merah atau nama ilmiahnya Piper Ornatum, termasuk jenis tanaman herbal merambat yang banyak kita jumpai ditanam di halaman/pekarangan rumah. Selain karena manfaat & khasiat dari daunnya, warna daunnyapun sangat cantik. Khas corak merah muda di bagian urat-urat daunnya, membentuk pola yang apik di antara warna hijau. Gurat merah muda ini semakin terlihat jelas ketika daunnya masih muda. Di sinilah letak pesona keindahan si sirih merah.

Konon, menurut para ahli, daun sirih merah juga berfungsi sebagai antiseptik seperti halnya daun sirih hijau. Sebagaimana kita tahu, tanaman sirih hijau sudah tidak diragukan lagi manfaatnya bagi kesehatan.

Selain itu, masih menurut para ahli, air rebusan daun sirih merah ini, bisa juga untuk mengobati beragam jenis penyakit. Seperti diabetes melitus, asam urat, hepatitis, menurunkan kolesterol, mencegah stroke, nyeri sendi, maag dll.

Namun, sepanjang saya merawat tanaman ini yang sudah bertahun-tahun, baru sekali saja mencoba merasakan air rebusan daun sirih merah tersebut. Dan ternyata, wow pahit sekali. Akhirnya kapok dan tak ingin lagi, hahaa….

Tapi di sini, kita tidak akan membahas tentang manfaatnya bagi kesehatan ya.. Biarlah bagian itu menjadi wewenang yang berkompeten. Kita sharing aja tentang manfaatnya bagi “kesehatan yang lain”. Artinya, yang membuat hati menjadi bahagia karena merawatnya dengan penuh cinta, yang membuat rumah menjadi sejuk karena rimbunnya, yang membuat mata segar karena menatap keindahannya.

Lantas, bisakah tanaman sirih merah ini kita jadikan sebagai tanaman hias yang bisa menambah kecantikan taman/rumah kita ?

Jawabnya bisa !

Lalu caranya….. ?

Kita tinggal memperbanyaknya, kemudian kita tata sesuai selera. Bisa dirambatkan secara alami di pohon atau di pagar. Bisa ditanam di pot biasa, pot tempel dinding, atau di pot gantung.

Memulai propagasi/perbanyakan :

1. Proses propagasi sirih merah bisa dengan tehnik ‘water propagation’ terlebih dahulu.
Kita potong batang di antara ruas daun yg ada akar anginnya, lalu kita masukkan ke media air. Setelah akarnya tumbuh banyak, barulah dipindahkan ke media tanah.

2. Perbanyakan dengan sistem merunduk.
Yang dibutuhkan di sini adalah pot baru beserta media tanamnya.
Caranya, dengan memilih batang dari indukan yang sudah menjulur panjang, lalu posisi akar anginnya diletakkan di pot baru yang berisi media tanam dan kemudian ditutup kembali dengan tanah. Untuk menahan supaya tanaman tidak terlepas/terangkat, bisa ditaruh batu kecil di atasnya, atau bisa juga dijepit menggunakan sedotan bekas. Kira-kira 3-4 minggu dan dirasa akar sudah menancap kuat di media tanah, barulah dipotong si batang ini dari indukannya. Nah, jadilah individu baru sirih merah.

Oh ya sobat plantania, saya tidak menyarankan untuk perbanyakan sirih merah dengan cara stek batang lalu langsung ditancapkan ke media tanah ya. Karena cara ini kemungkinan besar banyak mengalami kegagalan.

Jadi kalau memilih cara stek batang, lebih baik dipadukan dengan tehnik water propagation, supaya merangsang akar aktifnya tumbuh terlebih dahulu.

Nah, kalau proses propagasi selesai dan mendapatkan individu-individu yang banyak, tinggal kita menatanya sesuai keinginan. Mengacu pada tujuan untuk menghadirkan sirih merah sebagai tanaman hias, maka kita harus menatanya seestetis mungkin.

Berikut beberapa alternatif penataannya :

1. Bisa menanamnya di pot.
Dengan catatan, sebaiknya pot diletakkan pada posisi yang lebih tinggi. Ini karena karakter tanaman merambat, bahwa semakin tinggi/panjang tanaman, maka akan menjuntai ke bawah (bila tidak ada tempat untuk merambat).

2. Bagus juga ditanam bersama turus/tiang sulur, sehingga ada tempat untuk merambat dan tanaman terlihat lebih rapi & indah.

3. Ditanam di pot tempel di dinding. Ketika ujung tunasnya sudah menjuntai ke bawah, maka akan terlihat sangat menarik.

4. Ditanam di pot gantung. (Pada dasarnya sama seperti pot tempel)
Hal yang sangat penting diperhatikan supaya sirih merah ini terlihat menawan adalah rimbunnya daun. Semakin rimbun daunnya menunjukkan bahwa tanaman tersebut sehat dan subur.

Tips supaya sirih merah kita terlihat rimbun :

1. Dalam satu pot, kita tanam beberapa individu-individu baru hasil propagasi. Sehingga ketika mereka tumbuh bersamaan, akan cepat terlihat rimbun.

2. Harus rajin melakukan pruning/pemangkasan secara berkala. Karena dengan cara dipangkas secara rutin, maka akan muncul tunas-tunas baru di tiap-tiap ruas daun.

3. Perawatan lainnya seperti penyiraman & pemupukan jangan diabaikan, supaya tanaman lebih subur.
Nah sobat plantania, kalau sudah rimbun begini, maka dua manfaat sirih merah, baik sebagai tanaman obat maupun tanaman hias bisa kita dapatkan bukan…..??

Okelah, segitu dulu ya acara berbagi pengalaman kita kali ini. Semoga masih ada kesempatan untuk sharing lagi di lain waktu.

“Tetap cintailah tanaman, sebagai wujud bakti kita pada alam. Ketika alam bahagia, kitapun pasti ikut merasakannya”.
Salam hijau..

Penulis : Dina DM