Hand of businesswoman point the goal chart.

Banyak orang berpendapatan jalan untuk menjadi seorang investor fundamentalist itu sulit, ribet, harus bisa menghitung dan membaca laporan keuangan. Nyatanya analisis Fundamental itu sangatlah mudah. Tidak perlu semua laporan keuangan itu kita baca. Hanya beberapa rasio yang kita gunakan. Terus keuntungan menjadi fundamentalist itu apa? Nah untuk fundamentalist itu tentunya kalian engga perlu setiap harinya memantau harga pergerakkan saham kalian. Cukup duduk dan kerja seperti biasa. Biarkanlah uang kalian yang bekerja untuk kalian hahaha Terus ada berapa rasio keuangan yang dipakai? Kita bahas satu persatu ya!

1. Rasio Likuiditas
Rasio ini berbicara apakah perusahaan itu dapat membayar hutang jangka pendeknya dengan aset lancarnya (likuid) atau tidak. Berbahaya jika perusahaan tidak likuid karena bisa menyebabkan kebangkrutan. Biasanya, rasio yang sering digunakan adalah current ratio. Rumusnya adalah aset lancer dibagi dengan hutang jangka pendek.

Current Ratio : Aset Lancar / Hutang Jangka Pendek

Rasio ini sebaiknya di atas 1x atau 100%, karena mencerminkan perusahaan itu likuid. Perusahaan likuid itu bagus dalam kelangsungan hidup perusahaan.

2. Rasio Solvabilitas
Di rasio ini kita berbicara apakah perusahaan dapat melunasi seluruh hutangnya (solvent) atau tidak (insolvent). Ini adalah salah satu rasio yang penting dalam investasi saham, karena kalau rasio ini tidak bagus akan menyebabkan kebangkrutan. Rasio yang biasa digunakan adalah Debt to Equity Ratio (DER). Rumusnya adalah Total hutang dibagi dengan total modal.

Debt Equity Ratio : Total Hutang / Total Modal

Rasio ini adalah rasio yang wajib kita ketahui ketika mau berinvestasi saham. Normalnya, rasio DER nilainya tidak melebihi 1x atau 100%, karena menunjukkan perusahaan tersebut solvent. “Terus kalau rasionya di atas 1x, itu jelek?” Ingat khusus untuk perbankan dan konstruksi itu dikecualikan, karena perbankan itu menyimpan uang nasabah. Jadi, kalau nasabah menyimpan uang di bank, dari segi bank itu sendiri merupakan utang kepada nasabah. Kalau konstruksi ada yang berbicara sebaiknya dibawah 3x, karena proyek konstruksi menggunakan sistem turnkey. Sistem turnkey itu perusahaan mengerjakan proyek terlebih dahulu, baru dibayarkan seluruh uang proyek tersebut ketika proyek sudah selesai.

3. Rasio Profitabilitas
Dirasio ini, kita berbicara mengenai apakah perusahaan tersebut dapat menghasilkan keuntungan (profitable) atau tidak. Dari segi pemegang saham, kita selalu menginginkan keutungan yang tinggi. Biasanya, rasio yang sering digunakan oleh investor adalah return on Equity (ROE) dan ini adalah rasio yang sangat penting. Rumusnya adalah laba bersih dibagi dengan total modal.


Return on Equity : Laba Bersih / Total Modal

Rasio ini mencerminkan kemampuan manajemen mengalokasikan modalnya secara efektif dan efisien. Sebisa mungkin rasio ini di atas 15% dan bertumbuh setiap tahunnya karena mencerminkan perusahaan tersebut efektif dan efisien dalam mengelola modalnya. Kalo ROE negatif, itu menunjukkan perusahaan tersebut sedang merugi atau tidak memperoleh laba. Kita sebagai pemegang saham tidak mau kan investasi di perusahaan yang selalu rugi? Justru sebaliknya, kita sebagai investor saham menginginkan perusahaan yang dapat mencetak laba setiap tahunnya.

4. Rasio Pasar
Di Rasio pasar ini paling penting adalah Dividend Yield (DY), Price Earning Ratio (PER), dan Price to Book Value (PBV). Intinya, dalam rasio pasar kita membahas mengenai harga saham tersebut mahal (overvalue) atau murah (undervalue). Pertama, kita membahas Dividend Yield (DY). Rasio ini membahas seberapa besar deviden per saham yang dibagikan ke pemegang saham dibandingkan dengan harga pasarnya. Rumusnya adalah deviden persaham dibagi dengan harga saham perusahaan.

Deviden per saham : Pembayaran Deviden / Jumlah saham yang beredar

Deviden Yield : Deviden per saham / Harga saham

Rasio DY sangat penting nih buat investor jangka panjang, karena pendapatan seorang investor jangka panjang adalah dari deviden. Ada beberapa perusahaan yang membagikan devidennya dua kali dalam setahun, tapi ada juga yang tidak memberikan deviden. Sebisa mungkin, nilai DY lebih besar dari 3% karena tergolong besar dan carilah perusahaan yang konsisten membagikan dividen setiap tahunnya.

Kemudian rasio pasar kedua adalah Price Earning Ratio (PER). Rasio PER intinya membahas apakah harga saham tersebut murah atau mahal. Rumusnya adalah harga saham dibagi dengan Earning per share (EPS).

Earning per Share : Laba Bersih / Jumlah saham yang beredar

Price Earning Ratio : Harga Saham / Earning per share

Kalian sebenarnya tidak perlu pusing mencari EPS, karena EPS sudah tersaji dalam laporan keuangan di bagian laporan laba rugi. Nilai EPS tertera setelah laba bersih komprehensif. Nah, kalo PER ini sebaiknya di antara 1x hingga 15x atau dibawah PER rata-rata perusahaan di bursa efek Indonesia. Kalo PERnya negatif itu mengindikasikan perusahaan tersebut mengalamai kerugian atau labanya minus. Jangan cari perusahaan yang PER-nya minus, itu tidak baik.

Rasio pasar terakhir yang penting adalah Price to Book Value (PBV). Rasio ini sebenarnya sama saja seperti rasio PER interpretasinya, untuk menentukan harga saham tersebut mahal (overvalued) atau murah (undervalue). Rumusnya adalah harga saham dibagi dengan book value atau nilai buku suatu perusahaan.


Book Value : Total Modal / Jumlah saham yang beredar

Price Book Value : Harga Saham / Book Value

Jadi, PBV itu unutk menilai harga wajar perusahaan berdasarkan nilai akuntansinya. Sebaiknya, nilai PBV suatu perusahaan dibawah 1x, karena menandakan harga sahamnya murah.


Nah itu tadi adalah rasio-rasio yang menurut gw sangat penting untuk kalian perhatikan. Kalo target kalian untuk jangka panjang sebaiknya kalian memperhatikan rasio-rasio yang tadi gw jelasin, kenapa? Tentunya biar kalian tidak terjebak dengan saham gorengan. Kalo fundamental perusahaan tersebut sehat kalian tidak perlu khawatir dan harus memperhatikan terus kenaikkan dan penurunan harga sahamnya.

Udah di akhir artikel minggu ini aja nih hehe Semoga artikel yang gw share ini bermanfaat dan berguna untuk kalian para investor receh dan investor pemula di luar sana. Mohon maaf kalo misalnya gw beberapa minggu ini telat memberikan artikel tentang nabung saham yahh hahaha. Oke semoga kalian sehat selalu, tetap pakai masker, tetap jaga jarak dan sering-seringlah mencuci tangan kita ketemu lagi di edisi mid week ya. Sampai ketemu lagi dan Stay Healthy!


Baca Juga:  Mulai menabung Saham