Hai hai hai nabungholic! Apa kabar kalian semua? Gw harap kalian semua baik-baik aja dan tetap semangat di penghujung tahun ini. Ketemu lagi di thread artikel minggu ini ya! Dari judul artikelnya aja udah ada Supermarketnya. Eits, tunggu dulu! Supermarket disini bukan di artikan kita membeli saham supermarket ya tapi lebih ke portofolio kita yang ramai kayak supermarket. Loh kok bisa? Kita coba bahas secara tuntas ya!

Seperti yang sudah gw bilang sebelumnya saham supermarket disini bukan membeli saham supermarket tapi lebih kepada gemuknya portofolio kalian karena banyaknya saham yang dibeli. Pada saat kita memulai membeli dan berinvestasi saham lalu menjadi investor pemula, perlu kalian cermati untuk tidak membeli saham yang terlalu banyak. Kata banyak disini, lebih gw artikan tidak lebih dari lima. Karena berdasarkan pengalaman pribadi, gw sendiri menerapkan hanya lima perusahaan yang ada dalam portofolio gw.

Gw merasakan kok sebagai investor pemula kita sering sekali merasakan dilema dan keinginan untuk ikut membeli saham yang sedang naik sehingga membuat portofolio kita memiliki jumlah emiten yang banyak, seperti ada sepuluh, dua puluh bahkan tiga puluh. Keuntungan hasil dari banyaknya emiten yang kalian beli menjadi tidak maksimal karena adanya plus minus dari keuntungan dan kerugian yang di dapat dari emiten saham yang kalian beli terlalu banyak.

Gw mencoba kasih contoh ya! Contoh ada seorang investor A memiliki saham di portofolionya sebanyak 3 Emiten dengan total keuntungan yang diterima sebesar 10 juta rupiah hasil dari 2 saham yg mendapatkan keuntungan, sementara satu saham mendapatkan kerugian. Lalu ada seorang Investor B yang memiliki hanya 1 saham namun berhasil meraup keuntungan sebesar 11juta karena satu saham itu berhasil meraup keuntungan yang maksimal karena metode average yang digunakan menjadi lebih fokus terhadap satu saham. Sementara investor C memiliki 15 emiten di portofolionya dengan meraup keuntungan sebesar 5 juta rupiah akibat 60% saham yg dipegang mandapatkan kerugian.

Dari contoh diatas bisa kita simpulkan bagaimana investor B jauh lebih fokus dalam melakukan maintance sahamnya, dikarenakan hanya fokus terhadap satu saham yang dimiliki. Untuk investor A kerugian yang diterima salah satu emiten yang dibeli masih bisa diatasi karena keuntungan yang diterima dari dua emiten lainnya, sementara untuk investor C portofolionya bisa dibilang agak kacau dikarenakan investor tersebut kesulitan dalam melakukan fokus sehingga mempengaruhi keputusan-keputusan yang diambil untuk mendapatkan hasil maksimal pada portofolionya.

Kita perlu menyadari bahwa tingkat kefokusan manusia memiliki batasan, semakin banyak hal yang di pikirkan maka secara otomatis akan membuat tingkat fokus seseorang menjadi terpecah karena terlalu banyak saham yang harus diperhatikan di portofolionya.

Kita bisa melihat dari contoh diatas dimana perbedaan jumlah saham yang dimiliki oleh ketiga investor tersebut. Bagi investor yang hanya membeli satu atau dua saham, mungkin secara logika masih sangat mudah untuk memantaunya setiap hari, sehingga investor tersebut bisa lebih fokus dan bijak dalam melakukan pengambilan keputusan. Entah itu harus cutloss atau tetap di tahan (hold) terlebih dahulu.

Jika kalian ingin menjadi seorang trader atau investor jangka panjang, sebaiknya menghindari saham “SUPERMARKET”. Karena dari tingkat ke fokusan, kalian memerlukan tingkat fokus yang sangatlah tinggi serta mengakibatkan kurang maksimalnya keuntungan yang akan kalian dapatkan. Lalu berapa banyak saham yang harus dimiliki oleh seorang investor?

Gw menjawab berdasarkan pengalaman yang gw rasakan ya. Jadi waktu pertama kali gw terjun di pasar modal gw memiliki saham sebanyak enam emiten. Namun karena gw rasa itu terlalu banyak dan juga gw menjadi sulit fokus karena banyak emiten yang berwarna merah akibat terjadinya penurunan, gw membuang dua emiten yang membuat portofolio gw menjadi berat dengan cara cutloss. Setelah itu pada akhir pekan gw melakukan identifikasi terhadap emiten yang gw pilih. Apakah fundamentalnya bagus, bagaimana deviden yieldnya dan juga pertimbangan lainnya. Pada akhirnya membuat gw memilih empat emiten yang menurut gw itu yg terbaik. Di akhir cerita gw sukses membukukan keuntungan untuk menggantikan cutloss emiten yang sebelumnya gw jual karena cutloss. Setelah itu gw mengerti ternyata idealnya portofolio gw adalah empat emiten dengan tingkat kefokusan yang gw punya.

Nah itu beberapa pengalaman gw tentang saham “SUPERMARKET”. Jadi gw menyarankan kalian untuk tidak memiliki saham yang terlalu banyak karena akan mengakibatkan portofolio kalian menjadi berantakkan dan tidak fokus dalam mengambil sebuah keputusan.

Kita ketemu di thread artikel selanjutnya. Terima kasih yang sudah baca mampir untuk baca artikel gw di setiap minggunya. Kita ketemu lagi di artikel selanjutnya ya! Kalo kalian ada pertanyaan atau ingin sharing dengan gw bisa email di [email protected] atau follow instagram gw di @getardikautama. Kalo perlu kalian comment dan berikan juga respon untuk artikel gw setiap minggunya. Tetap pakai masker, Tetap Jaga Jarak, Tetap Cuci Tangan Sesering Mungkin ya! Sampai jumpa lagi! Bye!