Mungkin sebagian dari kalian sangat familiar dengan emiten yang satu ini. Produk yang dihasilkan dari emiten ini sering sekali di tabung oleh ibu-ibu, sering di buru pada saat krisis, bahkan sering sekali di pakai untuk seserahan akad nikah. Apa itu? Yes, betul sekali! Antam. Saham emiten satu ini sedang menjadi target pemburuan oleh para investor. Kenapa? Well people, welcome to the Profile this week! Let’s talk bout ANTM!

Kita mulai dari sejarahnya ANTM itu Sendiri. Aneka Tambang (persero) Tbk (Antam) dengan kode emiten ANTM didirikan dengan nama “Perusahaan Negara (PN) Aneka Tambang” tanggal 5 Juli 1968 dan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 5 Juli 1968. Kantor pusat Antam berlokasi di gedung Aneka Tambang, Jl Letjen T.B Simatupang No.1, Lingkar Selatan, Tanjung Barat, Jakarta, Indonesia.

Pemegang saham pengendali Aneka Tambang (persero) Tbk adalah Pemerintah Republik Indonesia, dengan memiliki satu saham preferen (Saham seri A Dwiwarna) dan 65% di saha seri B. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan ANTM adalah di bidang pertambangan berbagai jenis bahan galian, serta menjalankan usaha di bidang industri, perdagangan, pengangkutan dan jasa lainnya yang berkaitan dengan galian tersebut. Kegiatan utama Antam meliputi bidang eksplorasi, Eksploitasi, Pengolahan, Pemurnian serta pemasaran bijih nikel, feronikel, emas, perak, bauksit, batubara dan jasa pemurnian logam mulia.

Pada tanggal 27 November 1997, ANTM memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ANTM (IPO) kepada masyarakat sebanyak 430.769.000 saham (seri B) dengan nilai nominal Rp500 per saham dan Harga Penawaran Perdana sebesar Rp1.400 Per-saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 27 Nopember 1997.

Bagi kalian yang kurang familiar dengan ANTM itu tadi adalah ulasan singkat mengenai sejarah Antam dari mulai berdiri hingga terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Kita coba lihat bagaimana grafik ANTM sampai dengan perdagangan di hari Rabu 23 Desember 2020.



Secara analisis teknikal saham ANTM ini dalam posisi uptrend. Sempat terkoreksi sebesar 2,45% di harga Rp1.790 perlembar saham, ANTM ini masih dalam koreksi wajar dikarenakan aksi taking profit. Saham ANTM ini pernah berada di posisi Rp400 Perlembar di saat covid-19 mulai menyerang Indonesia di bulan Maret 2020. Lalu apa yang mendorong saham ANTM ini hingga mencetak harga tertingginya sepanjang sejarah ANTM? Mari kita cek Issue yang berkembang di ANTM ini!

Issue pertama adalah rumor perusahaan milik Elon Musk yaitu Tesla yang ingin membuka pabriknya di Indonesia. Dikutip dari CNBC Indonesia hari Sabtu tanggal 12 Desember 2020,”Ditelpon Jokowi, Bos Tesla bakal kirim Tim ke Indonesia”. Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B.Panjaitan pada Jumat, (11/12/2020) menelpon CEO Tesla Elon Musk. Pemerintah dan Tesla berbincang mengenai potensi peluang investasi di perusahaan mobil listrik di Indonesia. Pembicaraan ini membahas mengenai peluang investasi perusahaan mobil listrik Tesla di Indonesia,”mengutip keterangan resmi Biro Komunikasi Kemenko Maritim dan Investasi, Sabtu,(12/12/2020). Kedua belah pihak bertukar pandangan mengenai industri mobil listrik dan komponen utama baterai listrik. Selain itu, Presiden RI Joko Widodo juga mengajak Tesla untuk melihat Indonesia sebagai launching pad Space X. CEO Tesla Elon Musk menanggapi undangan Presiden RI Joko Widodo dengan rencana mengirimkan timnya ke Indonesia pada bulan Januari 2021 untuk menjajaki semua peluang kerjasama tersebut.

Issue pertama ini ditanggapi positif oleh para investor dengan memburu saham ANTM. Kenapa membeli saham ANTM? Seperti yang dijelaskan pada sejarah singkat perusahaaan ANTM, selain emas ANTM juga memproduksi bijih Nikel yang digunakan untuk membuat baterai mobil listrik. Apabila rencana Tesla untuk membuka pabriknya di Indonesia terlaksana maka saham ANTM akan kembali diburu dikarenakan ANTM sebagai BUMN, akan memasok keperluan Nikel untuk perusahaan Tesla di Indonesia. Lanjut kita beralih ke issue kedua.

Masih di kutip dari CNBC Indonesia,”Persaingan Motor Listrik Makin Ketat”. Setelah mobil listrik, persaingan sepeda motor listrik di pasar Indonesia juga kian ketat. Pemain sepeda United kini sudah masuk ke bisnis motor listrik. Hal ini tentu makin meramaikan persaingan motor listrik di Indonesia yang sudah di masuki oleh Honda PCX Hybrid, Viar Q1, Viar E-Cross, Selis, hingga Gesits. Munculnya produk baru dari segmen motor listrik menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindarkan. Founder and Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Palubu menilai perkembangan motor listrik akan kian masif pada tahun-tahun ke depan. “Motor listrik nggak akan bisa terlewatkan, kita masuk ke era sana, tahun depan moda transportasi kendaraan ringan kayanya sudah mulai ramai akan bergerak. Instansi-instansi dari BUMN, Pemerintah bahkan pemda Jabar sudah beli motor dengan versi mesin listrik, artinya nggak akan dihindari dan jadi satu era baru,”kata Jusri kepada CNBC Indonesia, Senin (14/12).

Di Issue yang kedua ini, kita dapat melihat selain mobil listrik ada Motor listrik yang juga sedang di gerakkan oleh pemerintah dan pihak swasta. Orang Indonesia lebih senang menggunakan sepeda motor di karenakan untuk memecah kemacetan di Jalanan sehingga lebih cepat sampai ke tujuan. Dengan harga yang lebih murah ketimbang mobil listrik, motor listrik bisa menjadi alternatif masyarakat Indonesia dalam menunjang mobilitas mereka. ANTM selaku pemasok biji Nikel bisa mensupply pembuatan motor listrik. Jadi selain mobil listrik ANTM juga bisa mensupply baterai listrik untuk sepeda motor.

Dan di issue terakhir ada RI Bisa jadi Raja Baterai Mobil Listrik. Kembali di kutip dari CNBC Indonesia Senin 14 Desember 2020”,Head of Indonesia Research & Strategy JP Morgan Indonesia Henry Wibowo menilai keberadaan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dapat membawa Indonesia menjadi The Next Asia Manufacturing Hub.Fokus utama adalah baterai kendaraan listrik (EV battery).” Sektor bisa bervariasi. Taiwan semi conductor hub, Vietnam basic material product jadi tech. Indonesia bisa garap EV battery, nickel processing karena hype-nya EV. Impact ke ekonomi akan besar. Sekretaris kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengungkapkan bukan mustahil Indonesia menjadi hub manufaktur di Asia. Menurut dia, Pemerintah menyiapkan dorongan, tidak hanya dari sisi kementerian perindustrian (Kemenperin).

Untuk issue terakhir ini kita bisa mengetahui besarnya potensi nikel di Indonesia. Dengan melimpahnya sumber daya alam yang dimiliki membuat potensi Indonesia untuk mensupply nikel di asia bahkan di dunia sangatlah besar. ANTM sebagai BUMN yang dimiliki pemerintah memiliki potensi besar untuk nikel selain emas dan batubara yang juga di produksi.

Lalu bagaimana untuk fundamental ANTM sendiri? Apakah aman untuk di koleksi dalam jangka panjang?



Kita coba perhatikan market cap dari tahun 2017 sampai dengan kuartal ketiga 2020. Market cap terus mengalami peningkatan. Bahkan di kuartal ketiga mencapai 34 Triliun Rupiah. Untuk Net Profit di kuartal ketiga tahun 2020 mengalami peningkatan setelah sebelumnya di tahun 2019 mendapatkan 193 Milyar Rupiah. Current ratio masih 1 dan DER pun cukup baik karena terus di maintance dibawah satu. Namun, perlu diketahui untuk PER dan PBV menunjukkan kalo saham ANTM ini sudah sangat mahal apabila di ukur dari fundamentalnya.

Walaupun fundamentalnya terlihat biasa saja kenapa para investor rela membayar mahal saham ini?

Tentunya adalah prospek kendaraan listrik yang sangat menjanjikan untuk beberapa tahun kedepan. Hal ini kita bisa lihat dari Market Cap ANTM yang terus mengalami pertumbuhan. Apabila Tesla tidak jadi membuka pabriknya di Indonesia ANTM masih akan mensupply kebutuhan nikel untuk baterai kendaraan listrik sehingga membuat investor rela membayar mahal untuk saham ini.

Jadi bagaimana apakah kalian tertarik untuk membeli saham ANTM ini? Kita ketemu lagi di artikel “THE PROFILE” Selanjutnya ya! Tetap pakai masker, Tetap jaga jarak, dan Tetap Cuci Tangan Sesering Mungkin ya! See you!