Happy Weekend guys! Welcome to The Profile minggu ini! Bagaimana kabar kalian semua? Semoga sehat selalu yaa! Sesuai dengan polling yang kita adain kemarin di hari Kamis dan Jumat. Kita memberikan kalian pilihan untuk mengisi emiten untuk segmen di The Profile kali ini. Pilihan kalian pun jatuh kepada Indosat dengan kode saham ISAT. Sebenarnya ada apa dengan ISAT ini? Kenapa kalian tertarik untuk ISAT dibahas di segmen “THE PROFILE” kali ini? So people, Let’s talk bout it!

Indosat didirikan pada tahun 1967 sebagai sebuah perusahaan penanaman modal asing pertama di Indonesia yang menyediakan layanan telekomunikasi internasional melalui satelit internasional. Seiringnya waktu indosat berkembang menjadi perusahaan telekomunikasi internasional pertama yang dibeli dan dimiliki 100% oleh Pemerintah Indonesia. Pada tahun 1994 Indosat menjadi perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan New York Stock Exchange, Pemerintah Indonesia 65% dan publik 35%. Indosat mengambil alih saham mayoritas Satelindo dan SLI di Indonesia lalu mendirikan PT Indosat Multimedia Mobile (IM3) sebagai pelopor jaringan GPRS dan layanan multimedia. Pada tahun 2003 Indosat bergabung dengan tiga anak perusahaan, yaitu Satelindo, IM3 dan Bimagraha untuk membentuk operator seluler di Indonesia. Pada tahun 2009 Qtel membeli saham seri B sebanyak 24,19% dari publik sehingga menjadi pemegang saham mayoritas Indosat dengan kepemilikan sebesar 65%. Pada tahun yang sama Indosat memperoleh lisensi tambahan frekuensi 3G dari Kementerian Komunikasi dan Informatika serta memenangkan tender untuk lisensi WiMAX yang diadakan pemerintah. Setahun kemudian, Indosat melakukan transformasi untuk menjadi perusahaan yang lebih fokus dan efisien dengan restrukturisasi organisasi, modernisasi dan ekspansi jaringan seluler serta inisiatif untuk mencapai keunggulan Operasional.

Nah, itu tadi sejarah singkat ISAT dari awal berdiri hingga kini. Ternyata ISAT sudah lama go public di Bursa Efek Indonesia ya. Perusahaan ini pun terus memberikan layanan yang baik, memodernisasi mulai dari infrastruktur dan jaringan telekomunikasinya agar dapat membuat pelanggannya menjadi puas dengan layanan ISAT.

Sekarang mari kita coba lihat grafik dari ISAT sampai dengan Jumat, 8 Januari 2021.


Untuk grafiknya Indosat ini sedang dalam posisi uptrend. Hingga perdagangan terakhir di tanggal 8 Januari 2021 Saham Indosat berada di harga Rp 5.900 perlembar. Namun saham ini masih dalam suspensi Bursa Efek Indonesia diakibatkan pergerakkan sahamnya yang masuk kategori tidak wajar.

Lalu apa yang membuat harga saham ISAT melonjak tajam? Apakah ada issue yang menarik?

Yang pertama adanya issue Merger Indosat-Tri yang semakin dekat. Dikuti dari Ipotnews, Selasa 29 Desember 2020,”Wacana merger antara PT Indosat Tbk (ISAT) dan Tri Indonesia tampaknya bukan sekadar rumor belaka. Sejumlah tanda menunjukkan sepertinya aksi korporasi itu bakal terjadi. Belakangan Indosat memang ramai dikabarkan merger dengan Tri. Perusahaan global CK Hutchison Ltd Hongkong, yang memiliki Tri Indonesia dikabarkan sedang mendekati kesepakatan dengan QPSC Ooredoo Qatar. “CK Hutch sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk menggabungkan bisnis telekomunikasi Indonesia dengan PT Indosat.” Kata sumber Bloomberg seperti dikutip selasa (22/12/2020). Rencana merger pun semakin dekat. Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Ooredoo QPSC dan CK Hutchison Holdings Limited. Ooredoo QPSC telah menandatangani MoU eksklusif dan tidak mengikat secara hukum dengan CK Hutchison. Itu dilakukan sehubungan dengan potensi transaksi untuk menggabungkan bisnis telekomunikasi masing-masing di Indonesia, Indosat dan Hutchison 3 Indonesia. “Periode ekslusivitas MoU ini berlaku hingga 30 April 2021,” jelas pernyataan Ooredoo dalam keterangan yang diterima detikcom.

Issue pertama ini bisa dibilang sebagai motor pengerak utama dari saham ISAT ini. Merger yang terjadi antara ISAT dan Tri bisa dibilang bukan hanya isapan jempol semata, tapi sudah terlihat dengan adanya MoU yang disepakati. Saham ISAT yang sebelumnya Rp2.000n perlembar di bulan Desember 2020 kini menjadi Rp.5.900 sampai hari ini. Tri yang menjadi salah satu operator yang lolos verifikasi jaringan 5G menjadi keuntungan tersendiri bagi ISAT.


Untuk issue yang kedua adalah issue Indosat dan Tri jajaki konsolidasi bisnis. Dikutip dari Ipotnews, Selasa 29 Desember 2020,” Pernyataan resmi pemegang saham Indosat yang berbasis di Doha pada 28 Desember 2020, Ooredoo Asia Pte Ltd menjelaskan, Ooredoo dan Hutchison Holdings Limited (CK Hutchison) telah menandatangani nota kesepahaman terkait rencana penggabungan bisnis telekomunikasi antara Indosat dan Tri. MoU ini berlaku hingga 30 April 2021. Saat ini, Ooredoo tengah memulai mengkaji manfaat dari rencana transaksi potensial tersebut. “Sebagai bagian dari strategi perusahaan kami, kami secara teratur meninjau prioritas strategi dan porsi pasar kami, serta kontribusinya terhadap Grup Ooredoo,”demikian tulis pemegang saham sebanyak 65% tersebut.”

Dari Issue kedua ini kita dapat menilai proses merger sedang dilakukan bertahap antara ISAT dan Tri. Proses merger kemungkinan akan rampung pada 30 April 2021. Waktu ini pun diperlukan, untuk menghitung dan mengukur lagi bagian dari strategi perusahaan selanjutnya pasca merger. Ooredo juga sedang melakukan pengkajian dari manfaat merger perusahaan tersebut. Kalo dilihat dari sisi investor, ini bisa dibilang cukup menarik.

Lalu yang ketiga ada Issue Indosat (ISAT) dan Tri Indonesia bakal merger, Fundamental akan meningkat. Dikutip dari Kontan.co.id Senin, 28 Desember 2020,”Merespon kepastian merger antara Indosat Ooredo dengan Tri Indonesia, Wakil Direktur Utama PT Hutchison 3 Indonesia mengatakan saat ini proses diskusi internal masih terus berjalan. “Sesuai dengan MoU, kedua belah pihak akan mulai melakukan pembahasan dan diskusi secara ekslusif untuk merampungkan proses ini,”jelas Danny Buldansyah saat dihubungi Kontan.co.id Senin (28/12). Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, pasar digital di Indonesia makin berkembang pascamerger yang dilakukan PT Indosat Tbk (ISAT) dengan Tri Indonesia. Tak hanya itu, dia juga menilai ekspansi bisnis berupa merger, mampu meningkatkan kinerja fundamental emiten. “Stabilitas dan kecepatan akses internet sangat dibutuhkan. Maka secara garis besar, ekspansi bisnis bagus untuk meningkatkan kinerja fundamental emiten,”kata Nafan.

Untuk issue ketiga ini adalah fundamental perusahaan. Sama seperti yang terjadi pada saham BRIS, saham ISAT tentunya akan mendapat tambahan nilai dari sisi fundamentalnya pasca merger dengan Tri Indonesia. Hal ini pun tentunya menjadi nilai plus untuk investor jangka panjang dikarenakan perusahaan ini tentunya akan menjadi saingan berat dalam sektor komunikasi bagi para kompetitor.

Lalu untuk ukurang fundamental saham ISAT sekarang ini bagaimana? Yuk kita bedah!


Untuk Market Capnya terjadi penurunan dari tahun 2017 ke tahun 2018. Market cap tahun 2017 dengan nominal 26,1 triliun turun di tahun 2018 menjadi 9,2 Triliun lalu naik kembali di tahun 2019 namun market cap ISAT di tahun 2019 masih kecil dibandingkan tahun 2017. Untuk Net Profit pun mengalami hal yang sama namun bedanya net profit di tahun 2019 lebih tinggi dibandingkan Net Profit pada tahun 2017. Untuk current ratio dan Debt Equity Ratio (DER) kurang baik karena Current ratio nya dibawah satu dan DERnya diatas satu. Ini menandakan kemampuan membayar hutangnya kurang baik. Hutang di 2018 lebih dikarenakan salah satunya adanya hutang proyek yang meningkat. Sepertinya hutang proyek ini terjadi akibat pembangunan infrastruktur untuk menara pemancar dan infrastruktur penunjang lainnya, dikarenakan ISAT saat ini sedang bersaing dalam market 5G.

Nah kembali lagi kepada pilihan kalian yaa! Lebih baik lagi kalian menganalisis kembali sebelum kalian mengambil keputusan dalam berinvestasi saham. Ingat Disclaimer on! 

Kita kembali lagi di “THE PROFILE” minggu depan! Terima kasih bagi yang sudah vote buat menentukan judul artikel. Tentunya kita akan terus saling berinteraksi dalam membuat artikel. Agar kita tau kebutuhan informasi apa yang kalian butuhkan dalam berinvestasi saham. Jadi jangan sampai ketinggalan ya!

Tetap pakai masker, Tetap Jaga Jarak, Tetap Cuci Tangan Sesering Mungkin ya! Sampai Jumpa!