Happy weekend semua! Balik lagi di The Profile! Artikel yang membahas tentang emiten mulai dari fundamental, teknikal dan issue yang berkembang. Di minggu-minggu ini kita di hebohkan dengan pergerakkan yang dilakukan oleh pak Lo Kheng Hong di pasar modal Indonesia. Beliau ternyata memiliki saham GJTL. Sebenernya apa itu GJTL? Dan bagaimana fundamentalnya sehingga beliau tertarik membeli saham ini? So People, Let’s talk bout it!

PT Gajah Tunggal Tbk dengan kode saham GJTL adalah salah satu perusahaan pembuat ban di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada 1951 dengan memproduksi dan mendistribusikan ban luar dan ban dalam sepeda. Selanjutnya perusahaan ini berkembang memperluas produksi dengan membuat variasi produk melalui produksi ban sepeda motor tahun 1971, diikuti oleh ban bias untuk mobil penumpang dan niaga pada tahun 1981. Awal tahun 90-an, perusahaan mulai memproduksi ban radial untuk mobil penumpang dan truk. Pada saat ini Gajah Tunggal mengoperasikan 5 pabrik ban dan ban dalam untuk memproduksi ban radial, ban bias, dan ban sepeda motor, serta 2 pabrik yang memproduksi kain ban dan SBR (Styrene Butadiene Rubber) yang terkait dengan fasilitas produksi ban. Ditahun 1990 juga PT Gajah Tunggal Tbk terdaftar dalam Bursa Efek Jakarta.

 


Dari sejarah singkat diatas kita bisa mengetahui kalo PT Gajah Tunggal Tbk ini bergerak pada sektor manufaktur yaitu Ban. GJTL memproduksi Ban Motor, Ban Mobil, Bus dan juga ban Truk. GJTL juga sudah lama menjadi perusahaan terbuka atau Tbk yaitu dari tahun 1990.

Lalu bagaimana dengan grafik GJTL sampai dengan Jumat 15 Januari 2021?


Kalo kita lihat grafik GJTL mengalami kenaikan yang sebelumnya bulan Maret 2020 berada di bawah Rp 400 namun sampai awal tahun 2021 ini GJTL sudah berada di Rp 850 yang sebelumnya sempat hampir menyentuh Rp 1.000. Saat ini GJTL sedang mengalami koreksi akibat taking profit yang terjadi.

Lalu ada issue apa di saham GJTL sehingga harga sahamnya meningkat?

Yang pertama ada issue dimana Gajah Tunggal (GJTL) membeli lahan Rp 242 Miliar untuk perluasan fasilitas produksi. Dikutip dari Kontan Senin, 31 Agustus 2020,”PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) membeli lahan untuk pengembangan dan perluasan fasilitas produksi. Emiten ban ini membeli lahan yang berlokasi di dekat fasilitas produksi yang sudah ada sehingga lebih efisien dari segi utilitas transportasi dan pengawasan sehingga akan menurunkan biaya. Gajah Tunggal telah membeli sebidang tanah dengan luas 80.020 meter persegi beserta bangunan diatasnya. Aset tetap ini terletak di Jalan Raya Serang KM 7, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Provinsi Banten. GJTL akan menggunakan tanah dan bangunan tersebut untuk gudang dan perluasan fasilitas produksi ban jenis komersial dengan konstruksi radial yaitu truck bus radial.

Dari issue pertama ini adalah penyebab saham GJTL melonjak pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2020. Saham GJTL sempat bangkit dari sebelumnya di harga RP 400 menjadi Rp 600. Ekspansi yang dilakukan oleh GJTL direspon positif oleh investor. Ekspansi ini dilakukan untuk memperkuat pangsa pasar untuk ban mobil truk dan bus.

Di issue kedua ada kabar diserok Lo Kheng Hong, saham GJTL langsung ARA. Dikuti dari CNBC Indonesia Jumat 8 Januari 2021,”Nama Investor kawakan Lo Kheng Hong tiba-tiba muncul sebagai pemegang saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), yang dikendalikan oleh keluarga pengusahan Sjamsul Nursalim. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Lo Kheng Hong menggengam 176,48 juta saham atau setara dengan 5,06% kepemilikan. Data ini muncul pada laporan KSEI pada Kamis (7/1/20). Sementara itu, pada hari sebelumnya, Rabu (6/1/2020) nama LKH belum muncul pada daftar kepemilikan GJTL di atas 5%. Hal ini mungkin terjadi, karena kepemilikan LKH sebelumnya masih di bawah 5% sehingga tak tercatat di Laporan KSEI.

Issue kedua ini kita bisa melihat gebrakan yang dilakukan oleh Warren Buffetnya Indonesia yaitu pak Lo Kheng Hong. Investor yang terkenal menggunakan value investing ini melihat kalo GJTL sedang salah harga. Beliau langsung memborong saham ini sehingga kepemilikan di GJTL menjadi 5%. Issue kedua ini menjadi motor naiknya saham GJTL hingga ARA pada bulan Januari 2021.

Yang ketiga adanya issue Gajah Tunggal (GJTL) siapkan belanja modal dua kali lipat di 2021. Emiten produsen ban, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga dua kali lipat di sepanjang 2021. Adapun belanja modal ini sudah dirinci untuk sejumlah kebutuhan salah satunya pelunasan akuisisi tanah PT Softex Indonesia untuk ekspansi. Sekretaris perusahaan GJTL, Kisyuwono menjelaskan Perseroan menganggarkan belanja modal sekitar US$ 30 juta sampai dengan US$ 40 Juta. Belanja modal ini kurang lebih dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. “Fokus capex ini pada perawatan dan peremajaan mesin-mesin dan alat berat, serta pelunasan akuisisi tanah PT Softex Indonesia,”jelasnya kepada Kontan.co.id Senin (11/1). Mengenai ekspansi yang dimaksud adalah untuk Plant Truck and Bus Radial (TBR) tire secara

Untuk issue yang ketiga ini adalah lanjutan dari issue yang pertama. Setelah membeli sebidang tanah dari PT Softex Indonesia bulan Agustus 2020, GJTL langsung menganggarkan modal untuk melanjutkan ekspansi dan rencana mereka untuk produksi ban pangsa pasar ban mobil truck dan bus.

Lalu untuk fundamental GJTL ini bagaimana? Apakah bagus untuk dikoleksi dalam jangka panjang?



Untuk GJTL sendiri market cap perusahaannya terjadi penurunan di setiap tahunnya. Khusus di 2020 kita bisa melihat recovery yang terjadi di setiap kuartalnya. Net Profit perusahaan juga mengalami naik turun, namun di 2019 net profit berhasil mencetak nilai tertinggi selama 3 tahun dari 2017. Current ratio cukup baik karena di atas 1 yang menandakan perusahaan ini likuid. Untuk Debt equity Ratio perusahaan ini bisa dibilang kurang baik dikarenakan diatas angka 1. DER ini terjadi karena adanya kerugian kurs dikarenakan bahan mentah produksi GJTL masih impor. ROE perusahaan kecil bahkan minus, ini menandakan kesempatan untuk mendapatkan deviden perusahaan sangat kecil. PER dan PBV bisa kalian bandingkan dengan perusahaan sejenis, untuk melihat harga perusahaan tersebut mahal atau tidak.

Setelah kita melihat fundamental perusahaan GJTL menjadi salah satu perusahaan yang terkena dampak Covid-19. Turunnya penjualan mobil mengakibatkan keuntungan yang didapat tahun lalu bisa dikatakan kurang baik. Namun di setiap kuartalnya kita bisa melihat sudah terjadi recovery. Lalu kenapa pak Lo Kheng Hong tertarik dengan saham ini? Bisa dilihat dari gerakkan agresif GJTL dalam melakukan ekspansi. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan kembali market cap perusahaan yang sedang turun setiap tahunnya, sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang lebih baik. Pak Lo mungkin juga melihat prospek kendaraan listrik dimana pesanan ban kedepannya akan semakin meningkat.

Kembali lagi kepada kalian, referensi diatas diberikan untuk memberikan gambaran bagi kalian sebelum membeli saham perusahaan. Ada baiknya kalian melakukan analisis sendiri, sehingga mendapatkan keputusan yang terbaik. Dikarenakan uang pribadi yang kalian gunakan adalah tanggung jawab kalian sendiri.

Kita jumpa lagi di “THE PROFILE” selanjutnya! Semoga artikel The Profile minggu ini bisa menjadi referensi buat kalian. Tetap pakai masker, Tetap Jaga Jarak, dan Tetap Rajin Cuci Tangan Sesering mungkin! Sampai Jumpa!