Happy weekend semua! Selamat datang di The Profile mingu ini. Bagaimana kabar portofolio kalian semua? Tenang, badai pasti berlalu kok. Kalo kalian berinvestasi saham di fundamental perusahaan yang bagus tentunya kalian engga perlu worry. Tapi tahukah kalian disaat IHSG memerah ada satu saham yang terkena ARA atau auto reject atas? Saham apakah itu? So, people let’s talk bout it!

Perjalanan Hypermart merintis langkahnya di Indonesia tak bisa dikatakan singkat. Mulai beroperasi pada 2004, Hypermart yang kala itu hadir sebagai peritel paling bungsu, mengejar ketertinggalannya untuk menunjukkan kepada publik inilah peritel asli Indonesia yang lahir dari Bumi Pertiwi dan mampu bersaing dengan peritel asing. Ide besar itu berawal dari toko kecil bernama Mickey Mouse, lebih dari 50 tahun silam. Matahari berdiri dibawah bendera PT Matahari Putra Prima Tbk, mulai beroperasi sejak 24 Oktober 1958. Toko pertamanya Mickey Mouse yang didirikan Hari Darmawan. Toko ini menempati gedung dua lantai seluas sekitar 150 meter persegi di Pasar Baru, Jakarta. Inilah perusahaan ritel asli pertama di Indonesia. Pada tahun 1972, Matahari berhasil menjadi pelapor konsep toko serba ada (toserba) di Indonesia. Keberhasilan itu membuat Matahari optimis untuk mengembangkan sayap dengan membuka Sinar Matahari di Bogor pada tahun 1980. Ekspansi bisnis matahari yang pertama ditandai dengan mengoperasikan supermarket Super Bazaar pada 14 Juli 1991. Pada tahun 2000, Super Bazaar berganti nama menjadi Matahari Supermarket. Pada tahun 2002, Matahari memisahkan bisnis inti menjadi bisnis independen demi kemajuan perusahaan dengan mengembangkan bisnis perusahaan baru seperti Matahari Supermarket. Pada tanggal 29 November 1992, MPPA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham MPPA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 8.700.000 dengan nilai nominal Rp1.000 per saham dengan harga penawaran Rp 7.150 per saham. Saham-saham tersebut dicatat pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 21 Desember 1992.


Dari sejarah singkat Hypermart kita bisa tau bahwa Hypermart adalah ritel yang berasal dari Indonesia. Hypermart suah ada sejak tahun 1958. Hypermart sudah merasakan gejolak dari industry Ritel. Hypermart sudah IPO sejak 21 Desember 1992. Bisa dibilang Hypermart adalah salah satu emiten lama di Bursa Efek Indonesia.

Setelah kita mengenal sejarah singkat dari Hypermart mari kita lihat grafik saham perusahaan tersebut!



Secara grafik saham dari MPPA ini bergerak turun dari yang sebelumnya diatas 240 turun menjadi 116. Untuk di minggu ini MPPA terjadi kenaikan yang signifikan bahkan terkena ARA (Auto Reject Atas) disaat banyak saham terkena ARB (Auto Reject Bawah). Kira-kira ada issue apa sehingga membuat MPPA ini menjadi naik?

Yang pertama adalah Temasek Masuk, saham emiten pengelola Hypermart (MPPA) Melonjak. Dikutip dari Bisnis.com Jumat, 29 Januari 2021,”Saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) melonjak seiring dengan masuknya Anderson Investments Pte.Ltd. Entitas usaha Temasek Holdings (private) limited, yang mengambil alih 19 persen saham perseroan. Sementara itu, saham PT Multipolar Tbk (MLPL) turut menguat 19,3 persen atau 11 poin menuju Rp68. Adapun, MPPA merupakan entitas grup Lippo di bawah kendali MLPL. Sekretaris Perusahaan Multipolar Natalie Lie menyampaikan pihaknya telah melakukan perjanjian penempatan Hak Tukar tanggal 13 Januari 2013 dengan Prime Star Investment Pte. Ltd. (PSI) dan Anderson, yang kemudian diubah oleh perjanjian kerja sama pada 2 Februari 20218. PSI merupakan anak usaha yang 100 persen sahamnya dimiki Multipolar. Berdasarkan perjanjian kerja sama, PSI menerbitkan equity linked instrument tanpa bunga yang disebut Exchangeable Rights (ER) dengan jumlah pokok sebesar US$300.

Di issue pertama ini kita bisa lihat dimana Anderson Investments membeli saham MPPA sebesar 19% persen. Issue pertama ini membuat saham MPPA menjadi naik hingga menyentuh ARA. Pembelian saham ini mendapat respon positif dari market.

Lalu di issue kedua ada MPPA Optimis Tahun Ini Kinerja Bisa Tumbuh Hingga 9 persen. Dikutip dari Ipotnews Rabu, 27 Januari 2021,”Meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Maryarakat (PPKM) di beberapa kota termasuk Tangerang resmi diperpanjang hingga 8 Februari 2021, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) optimis kinerja akan membaik. Menurut Head of Public Affairs MPPA Fernando Repi, tahun 2021 ini pihaknya tetap optimis dapat tumbuh sekitar 8% sampai 9%. MPPA saat ini juga masih fokus untuk melakukan efisiensi dan penghematan biaya secara keseluruhan. Ia juga mengatakan, sebagai langkah efisiensi dalam beroperasi, ada beberapa gerai yang dihentikan sementara dalam situasi yang tidak pasti saat ini. Diantaranya adalah gerai atau toko di Bali dan beberapa lokasi lainnya.”wajar kita lakukan penutupan gerai sementara karena untuk mensiasati dampak dari adanya pandemic Covid-19 ini. Ini juga sebagai salah satu langkah untuk mengelola operasional kita,”jelas Fernando seperti dikutip KONTAN, Selasa (26/1). “Kami fokus intensif dalam mengembangkan strategi omnichannel, seperti penjualan online via Hypermart online, Chat n Shop, Park & Pickup, serta kerjasama di platform Grabmart & Shopee serta tersedia di e-commerce seperti Blibli.com,”jelasnya.

Di issue kedua ini kita bisa melihat bahwa Hypermart melakukan perubahan strategi dan effisiensi untuk menghadapi pandemic covid-19. Hypermart sudah menutup beberapa gerai dalam melakukan effisiensi operasional perusahaan dan juga lebih mengutamakan dalam penjualan via online. Hypermart melakukan banyak kerjasama dengan para e-commerce untuk mengenjot penjualan mereka.

Di issue ketiga ini kita akan melihat kerja sama Hypermart dengan salah satu e-commerce besar Indonesia. Dibulan Desember 2020 kemarin Hypermart mengandeng Tokopedia untuk membantu mengejot penjualan mereka tahun ini. Seperti dikutip dari Ipotnews Jumat 11 Desember 2020,”Untuk meningkatkan kinerja PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) telah mengumumkan kolaborasi terbarunya dengan Tokopedia. Kolaborasi bari ini dilakukan untuk menghadirkan produk makanan dan rumah tangga yang lebih lengkap ke dalam platform Tokopedia dengan lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanannya di tengah situasi Covid-19. Tak hanya itu, kerjasama ini bertujuan menempatkan MPPA dalam kemitraan yang kuat untuk memperkuat omni-channel O20 perseroan sebagai perusahaan retail makanan yang terbesar di platform online di Indonesia. Kemitraan baru ini menempatkan MPPA untuk menghadirkan toko virtual Hypermart, Foodmart, Primo dan Hyfresh ke dalam Tokopedia untuk memberikan akses dan kenyamanan bagi pelanggan untuk berbelanja. MPPA juga meningkatkan penawaran online organic MPPA dari Chat & Shop via whatsapp dan e-commerce Hypermart Online.

Dengan adanya pembatasan berskala besar seperti PSSB dan PPKM membuat para retail Indonesia harus memutar otaknya salah satunya adalah Hypermart. Belanja via online menjadi salah satu yang saat ini masih bisa bertumbuh karena lebih simpel dengan mengakses dari rumah. Belanja online juga bisa membantu pemerintah untuk. Issue yang ketiga ini mampu mengangkat kenaikan harga saham Hypermart pada bulan Desember 2020. Kerjasama ini diharapkan mampu mendongkrak kinerja keuangan perusahaan.

Setelah kita melihat issue yang ada di hypermart mari kita bedah fundamental perusahaan tersebut.

Untuk Fundamental perusahaannya bisa dibilang kurang baik. Dari market cap yang turun dari 2017 ke 2018 dan stagnan di 2019 mampu mengambarkan bagaimana industri retail di Indonesia bisa dibilang sangatlah ketat. Net Profit yang dihasilkan Hypermart masih merugi dari tahun 2017. Walaupun setelah tahun 2017 kerugian perusahaan berangsur mengecil namun di 2020 di prediksi akan kembali naik akibat pandemi covid-19 di 2020. Untuk Current Rationya dibawah satu yang mengambarkan perusahaan tidak likuid dan kemampuan DER juga diatas satu yang menandakan kemampuan perusahaan dalam membayar hutang kurang baik. Akibat kerugian yang dihasilkan, setiap tahun ROE & ROAnya menjadi minus.

Itu tadi analisis singkat tentang fundamental Hypermart dengan kode saham MPPA. Penurunan yang terjadi pada harga sahamnya bisa dibilang wajar dikarenakan fundamental perusahaan yang masih merugi dan kurang baik. Kenaikan harga saham yang terkena ARA bisa dibilang akibat adanya akuisi yang terjadi pada saham Hypermart bukan karena fundamental perusahaan tersebut mengalami perbaikan.

Namun untuk kalian yang ingin berinvestasi pada saham MPPA lebih baik kalian kembali melakukan analisis pribadi sambil membandingkan beberapa referensi analisis pada saham MPPA. Ingat uang kalian adalah tanggung jawab kalian ya! Jangan berinvestasi dikarenakan hanya ikut-ikutan semata.

Kita jumpa lagi pada The Profile selanjutnya ya! Tetap pakai masker, Tetap Jaga Jarak, dan Tetap Rajin Cuci Tangan! Sampai Jumpa!