Salam jumpa sobat plantania. Salam hangat semuanya…

Tentu kita masih ingat betul, bahwa tahun 2020 kemarin merupakan tahun keemasan bagi dunia tanaman hias. Sejumlah tanaman hias mendadak menjadi primadona, viral & diburu banyak kalangan, dengan harga yang terkadang sangat tak masuk akal. Tapi begitulah kenyataannya.

Bahkan tanaman yang awalnya biasa-biasa saja, tiba-tiba naik derajatnya…

Pokoknya most wanted lah..
Salah satunya adalah tanaman hias dari jenis monstera ini. Lebih tepatnya, kali ini kita akan sharing tentang monstera adansonii atau janda bolong. Tanaman dengan ciri khas pada daunnya yang bolong-bolong, memang sempat mencuri perhatian selama masa pandemi tahun lalu.

Konon, untuk jenis variegatanya dibandrol dengan harga hingga ratusan juta rupiah. Wow!!

Berbekal pengalaman merawat tanaman ini selama beberapa tahun (saya memiliki monstera ini sejak sebelum booming yaa, hehee), maka ingin rasanya ikut berbagi cerita dengan sobat plantania semua.

Monstera adansonii termasuk jenis tanaman merambat/memanjat, dan habibat aslinya adalah hutan. Umumnya merambat di hamparan tanah, atau ada yang memanjat pada batang pepohonan lain yang ada di dekatnya. Sehingga sedikit sekali terkena cahaya matahari secara langsung dan otomatis ternaungi oleh tanaman di sekitarnya.

Jadi, ketika kita merawatnya dengan perlakuan yang sama seperti habibat asalnya, maka tentulah akan menghasilkan monstera yang sangat bagus & subur.

Jadi gimana? Kita bisa menanam monstera adansonii ini di pot atau bisa juga langsung di tanah.

Kalau di pot, pastikan media tanamnya subur & porous. Artinya, ketika kita melakukan penyiraman, tidak ada air yang mengendap di media tanam sehingga berakibat pembusukan pada batang. Kita bisa mencampur sendiri tanah kompos + pupuk kandang + sekam. Dengan perbandingan 1:1:2. Atau yang lebih simpel, kita bisa beli media tanam siap pakai di toko-toko tanaman hias.

Lalu? Penempatan monstera adansonii bisa di teras rumah atau di halaman yang ternaungi. Asal jangan terkena sinar matahari langsung secara terus menerus ya. Pun juga jangan diletakkan di tempat yang gelap tanpa cahaya, karena akan menghambat pertumbuhannya.
Ketika masih kecil, tanaman ini bisa berdiri tegak. Tapi ketika batangnya mulai memanjang, maka dia butuh penyangga. Jadi bisa
kita pakaikan turus/tiang sulur sebagai media untuk dia tetap tegak atau akan merambat.

Oh ya, dengan media tanam yang bagus, maka hampir setiap 4-5 hari sekali, akan muncul daun baru, dan ukurannyapun bisa semakin lebar.
Penyiraman dilakukan secukupnya saja, jangan overwater. Jangan pernah terpatok pada ukuran penyiraman sehari sekian kali atau setiap pagi & sore, dll. Lihatlah dan rasakan langsung pada kondisi media tanamnya. Caranya, tusuk media taman sampai ke bagian dalamnya dengan menggunakan jari telunjuk. Apabila masih lembab, janganlah disiram.

Kemudian? Pemupukan juga penting. Ini bisa dilakukan setiap 2 minggu sekali menggunakan NPK mutiara 16:16:16 yang sudah dilarutkan, dengan takaran 6 liter air : 1 sendok makan pupuk. Tentu saja 6 liter ini tidak disiramkan semua ke satu tanaman ya…

Melainkan bisa untuk beberapa tanaman. Atau bisa juga menggunakan pupuk NPK yang masih kering, dengan menaburkannya sedikit saja di bagian pinggir media tanam, kemudian langsung menyiramnya.

Bisa juga bergantian dengan penyemprotan vitamin B1 pada seluruh bagian tanaman, setiap seminggu sekali.

Bagaimana kalau menanam di tanah…? Kalau kita menanamnya langsung di tanah pekarangan, maka sebaiknya ditanam bersebelahan dengan pohon lain yang lebih besar dan rindang. Karena selain ternaungi, ada tempat bagi janbol ini untuk merambat.

Oya, selain di tanah, di pohon, di pagar rumah, tembokpun bisa kita jadikan tempat rambatan bagi si janbol. Jadi, ini juga bisa jadi alternatif supaya tembok kelihatan lebih menarik dengan aksen tanaman hidup.

Bahkan jika ingin menanam di pot gantungpun nggak jadi masalah selama tanaman tersebut tumbuh dengan normal.

Prinsipnya, di manapun kita menanam, asal tanaman itu nyaman, pasti akan keliatan subur dan menyenangkan.

Nah sobat plantania, itu dulu ya sharing kita tentang bagaimana merawat si janbol yang manis ini. Mungkin, next kita akan berbagi cerita tentang bagaimana cara memperbanyak/membudidayakannya.

Ok, jangan malas untuk menanam, supaya bumi kita semakin nyaman.
Sampai jumpa…

Penulis : Dina DM