Infeksi saluran kemih atau biasa disingkat ISK, adalah gangguan kesehatan yang menyerang sistem saluran kemih. Tidak hanya gangguan kesehatan pada pencernaan dan pernafasan, infeksi saluran kemih juga harus mendapat perhatian dan penanganan lebih.

Infeksi saluran kemih (ISK) apabila tidak ditangani dengan cepat akan merusak organ bagian ginjal, yang akan menyebabkan gagal ginjal dan harus melakukan cuci darah (dialisis) atau cangkok ginjal (transplantasi ginjal).

Source: www.healthbanana.com

ISK pada bayi memerlukan pengobatan secara optimal. Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), ISK paling sering disebabkan bakteri Escherichia coli (E. coli) yaitu sekitar 60-80 persen, bakteri ini berasal dari saluran cerna. Selain bakteri E. coli, ISK dapat disebabkan kuman lain, seperti Klebsiela, Proteus, Enterokokus, Enterobakter, dan berbagai bakteri lainnya.

Tanda dan gejala apabila bayi anda terkena infeksi saluran kemih yaitu diantaranya:

  • Demam yang tak kunjung turun
  • Nafsu makan atau menyusu kurang
  • Menjadi sangat rewel
  • Gagal tumbuh
  • Kolik
  • Muntah
  • Dan bisa juga menjadi diare
  • Sulit berkemih atau sakit saat berkemih, atau bahkan sebaliknya lebih sering berkemih atau mengompol

Cara mengobati ISK pada bayi, sebaiknya langsung membawa ke dokter spesialis anak, karena untuk memastikan apakah gejala ini adalah infeksi saluran kemih maka harus dilakukan tes urin dan tes darah. Setelah positif memang ini adalah ISK, maka harus diberikan antibiotik atau bahkan memerlukan rawat inap.

Baca Juga:  Mitos atau Fakta Bayi Sebelum Usia 40 Hari, Tidak Boleh Dibawa Keluar Rumah?